إِتَّبِــــــعْ طَــــــرِيْقَ الْهُــــدَى * وَلَا يَضُرُّكَ قِلَّةُ السَّالِكِيْنَ * وَإِيَّاكَ وَطَرِيْقَ الضَّلَالَةِ * وَلَا تَغْتَرَّ بِكَثْرَةِ الْهَالِكِيْنَ Bersungguh-sungguhlah dalam mengikuti Baginda Nabi Muhammad SAW, walaupun sedikit orang yang mengamalkannya. Jauhilah segala kemungkaran, dan jangan terbujuk dengan banyaknya orang yang melakukannya.

Senin, 10 September 2012

DEMI MERAIH HUSNUL KHOTIMAN Rangkuman AL-HABIB ABU MAHDI MURTADHO BIN ABDULLAH ALKAFF


بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين  اما بعد
Sesungguhnya banyak diantara saudara kami yang menginginkan agar kami merangkum  apa yang perlu dilakukan bagi orang yang merasa sudah tua atau dekat ajalnya agar bisa meninggal dalam keadaan husnul khotimah,
Dengan izin Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kami ingin menerangkan permintaan mereka
Semoga Allah SWT memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kami agar tercapainya tujuan kami, demi untuk memudahkan dan menambah wawasan bagi yang membacanya. Dan rangkuman ini kami beri nama “DEMI UNTUK MERAIH HUSNUL KHOTIMAH”. dengan harapan semoga rangkuman ini menjadi suatu amalan yang mendapati keridloan Allah SWT.
Dan kami awali dengan menyebut Nama Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين  حمدا يوافى نعمه ويكافئ مزيده.  يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك وعظيم سلطانك. سبحانك لا نحصي ثناء عليك انت كما اثنيت على نفسك فلك الحمد حتى ترضى ولك الحمد اذا رضيت ولك الحمد بعد الرضى .اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله. عليها نحيا، وعليها نموت، وعليها نبعث إن شاء الله تعالى  من الامنين.  نستغفرالله العظيم من شرور انفسنا ومن سيئات اعمالنا . من يهد الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له . وحسبنا الله ونعم الوكيل ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد صلاة تكون لنا على الله بابا مشهودا وعلى أعدائنا حجابا مسدودا وعلى اله وصحبه عدد خلق الله بدوام ملك الله   .أما بعد
Dengan menyebut nama Allah SWT Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji bagi Allah SWT Dzat yang menguasai seluruh alam semesta, dengan segenap pujian yang sesuai dengan segala anugerah-Nya dan menyamai sebanyak tambahan anugerah-Nya, Ya Allah sesembahan kami bagi-Mu lah segala puji sebagaimana pujian itu patut bagi kemuliaan Dzat-Mu dan agungnya kekuasaan-Mu, Maha suci Engkau Ya Allah, kami tak akan mampu untuk mengungkapkan pujian kepada-Mu selayak pujian-Mu kepada Dzat-Mu sendiri, maka bagi-Mu lah segala puji sehingga Engkau ridla kepadaku, dan bagi-Mu lah segala puji di saat Engkau meridloiku, dan bagi-Mu lah segala puji sesudah Engkau meridloiku.
Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada yang patut disembah selain Allah dzat yang Maha Esa, tiada sekutu baginya. Dan aku bersaksi bahwa Baginda Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan utusan Allah SWT. Kalimat hak (kebenaran) demi untuknya hidup dan mati kita, dengan berpegang teguh padanya semoga kita dibangkitkan segaian dari orang-orang yang selamat.
Kami mohon ampunan kepada Allah Dzat yang Maha Agung atas segala kejahatan diri kami dan segala kejelekan amal perbuatan kami.
(Sesungguhnya) barang siapa yang telah diberi petunjuk oleh Allah SWT, maka tidak ada seorangpun yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa yang ditakdirkan tersesat oleh Allah SWT, maka tidak ada seorangpun yang bisa memberinya hidayah.
(Sungguh) kami hanya pasrah kepada Allah SWT Dzat yang mencukupi kita semua, dan Dia-lah sebaik-baiknya Dzat yang mewakili. Dan tiada daya upaya dan kekuatan melainkan dengan izin Allah SWT.
Ya Allah limpahkanlah shalawat (Rahmat ta’dlim-Mu) dan salam kesejahteraan dari-Mu kepada junjungan kami Baginda Nabi Muhammad SAW, semoga dengan berkahnya sholawat ini, Allah SWT melimpahkan segala anugerah-Nya kepada kita serta melindungi kita dari semua musuh-musuh kita, shalawat dan salam semoga terlimpahkan juga kepada para keluarga dan para sahabat  Baginda Nabi Muhammad SAW, sebanyak makhluk ciptaan-Nya kekal abadi selama-lamanya. Amiin Ya Robbal ‘Aalamiin  .
Sesungguhnya paling nikmat-nikmatnya anugrah Allah SWT bagi orang tua adalah memiliki anak sholeh- sholehah yang bertakwa karena denganya ia bisa meringankan beban kehidupan khususnya di saat sudah tua, karena pada saat itu sangat membutuhkan pendamping yang setia, mereka selalu mengeluh atas banyaknya penderitaan bahkan kadang tak mampu berjalan, tak enak makan, susah tidur, merasa susah dan repot menjaga dari najis padahal walau dalam keadaan apapun solat harus ditegakkan, anak soleh yang bertakwa sungguh pasti akan mengutamakan perhatianya pada kedua orang tuanya disaat suka maupun duka karena dengan ilmu yang telah diketahuinya  bahwa keridloan dan keutamaan orang tua bagi anak adalah segala-galanya sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Bustanul-Wa’idhin  1/47, Allah SWT berfirman dalam Hadits Qudsi ;
أرض والديك فإن رضائي في رضا الوالدين وسخطي في سخط الوالدين
“Carilah ridlo kedua orang tuamu kerena sesungguhnya keridloanKu ada dalam ridlo keduanya dan kemurkaanku juga ada pada kemurkaan keduanya,
Dan sesungguhnya anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya maka dipastikan anak-anaknya juga akan berbakti kepadanya sebagaimana sabda Baginda Rosulullah  SAW
برُّوا آباءكم، تبرُّكم أبناءكم.
“ Berbaktilah kalian semua kepada orang tua kalian maka sungguh anak-anak kalian akan berbakti kepada kalian “
Dan wanita sholehah yang senantiasa taat dan berbakti  kepada kedua orang tuanya maka  akan mendapatkan suami yang soleh, dan keutamaanya bagi kedua orang tua adalah apabila putrinya berbakti dan taat kepada suaminya
Dan sebelumnya, bagi orang tua yang menginginkan mendapatkan anak yang soleh-solehah maka hendaknya dia mencari istri yang bertaqwa dari keturunan keluarga baik dan taat beragama,
Karena sangat dikhawatirkan apabila sesorang mendapati istri yang hanya sesuai seleranya saja akan tetapi keluarga istrinya tersebut dangkal (lemah) agamanya, maka kekacauan hidup akan menantinya, apalagi untuk mendapati anak yang soleh dan solehah.
Sebagaimana peringatan Baginda Rasulullah SAW :
تخيروا لنطفكم فإن العرق نزاع
  رواه ابن ماجه عن عائشة
 “Pilihlah oleh kalian (istri yang bertakwa dari keluarga yang baik) untuk mendapati keturunan yang baik, karena sesungguhnya asal keturunan itu mempengaruhi (kepribadian anak)”
 (H.R. Imam Ibnu Majah dari Sayyidah ‘Aisyah R.A).
Intinya : Bahwa seseorang yang mengharapkan ridlo Allah SWT sangat membutuhkan pasangan dan anak soleh-solehah yang  bertaqwa, untuk membantunya menuju ridlo Allah SWT dengan meninggal dalam keadaan husnul khotimah.
Dan bagi anak yang sholeh-sholehah tentu dia akan memperhatikan keadaan orang tuanya di saat sakit maupun sudah tua, dengan menghibur, melayani kebutuhannya, dan memaklumi keadannya dengan penuh sabar dan tabah. Karena bisa dipastikan, setiap orang menjelang akhir hayatnya akan mengalami keadaan yang serba salah. Dan anak soleh-sholehah pasti akan tabah untuk menghadapinya, dan ia dengan belas kasih sayang pasti akan menganjurkan kepadanya untuk mengamalkan sesuatu yang terbaik baginya.
Sesungguhnya setiap orang muslim yang mengharapkan meninggal dalam keadaan husnul khotimah dan mendapakan keridloan Allah SWT, maka hendaknya meninggalkan sifat-sifat yang keji dan tercela, agar ia selamat dari kemurkaan Allah SWT, apalagi orang yang sudah tua atau sedang sakit, siapa tahu ajalnya sudah dekat karena ajal bisa datang kapan saja, tidak mengenal umur, sebagaimana firman Allah SWT ;
فإذا جاء أجلهم لا يستأخرون ساعة ولا يستقدمون-  العرفات 34
Maka apabila telah datang ajalnya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.
Dan sifat-sifat keji dan tercela yang perlu ditinggalkan sangat banyak sekali, terutama yaitu penyakit-penyakit hati yang sangat di murkai Allah SWT yang akan kami sebutkan di akhir rangkuman ini.
Dan sesunguhnya sangatlah sulit bagi kita untuk bisa melakukan hal itu semua, akan tetapi dengan adanya usaha yang sungguh-sungguh untuk melaksanakanya demi mendapatkan ridlo Allah SWT maka Allah SWT pasti akan memberi belas kasih sayang-Nya dan akan memberi kemudahan untuk melakukan sesuatu yang bisa menjadikan ia selamat dari kemurkaan-Nya, dikabulkan permohonannya dan dimaklumi kekurangannya. Sebagaimana janji Allah SWT dalam Firman-Nya:
والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا وإن الله لمع المحسنين.   (العنكبوت 69)
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.  
Setiap orang muslim yang sedang sakit maupun sudah tua hendaknya tidak meninggalkan bacan-bacaan yang mempunyai keutamaan yang sangat agung, sesuai dengan apa yang dianjurkan Baginda Rasulullah SAW, yang denganya bisa mendapatkan ampunan, kasih sayang dan keridloan Allah SWT, yang diantaranya akan kami sebutkan pula di akhir rangkuman ini.
Jika orang yang sedang sakit tidak mampu membaca doa-dao tersebut maka bagi anak soleh-solehah atau siapa saja yang mendampinginya hendaknya menuntunnya, dan jika yang sedang sakit sudah tidak mampu untuk di tuntun maka cukup baginya mengucapkan Amin dengan menghuduri artinya yaitu semoga Allah SWT mengabulkan doa-daonya,
Dan juga bagi anak yang sholeh-sholehah tersebut, hendaknya membersihkan ruangan orang tuanya dari gambar-gambar munkar seperti foto artis dsb, karena dengannya akan mengundang datangnya setan sehingga malaikat tidak mau masuk, dan juga menjauhkan acara-acara tv yang menjadikannya sibuk dan lalai kepada akhirat. Dan juga menjaga kebersihan dan kerapian ruangan dan pakaian orang tuanya yang sedang sakit  dengan memberikan wangi-wangian, terutama saat datang tamu yang menjenguknya, sehingga orang tuanya merasa lega dan besar hatinya.
Dan sesungguhnya sangat dianjurkan oleh Baginda Rasulullah SAW bagi orang mukmin untuk menjenguk saudaranya yang sedang sakit karena mempunyai keutamaanya yang sangat agung  sekali, sabda Baginda Rasulullah SAW;
عن أنس بن مالك- رضي اللّه عنه- قال: قال رسول الله- عليه السلام-:"مَن توضأ فأحسَن الوُضوءَ، وعادَ أخَاه المسلمَ مُحْتَسِباً، بُوعدَ من جَهنمَ مَسيرَة ستين خَريفا.
Barang siapa  berwudlu dengan sempurna kemudia menjenguk saudaranya yang muslim demi untuk mendapatkan ridlo dan pahala dari Allah SWT, maka akan dijauhkan dari neraka sejauh perjalanan enam puluh tahun.
Dan sabda Baginda Rasulullah SAW
عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : " مَنْ عَادَ مَرِيضًا شَيَّعَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ إِلَى أَنْ يَعُودَ "
.الكتاب : الحاوي في فقه الشافعي لمؤلف: أبو الحسن علي بن محمد بن محمد بن حبيب البص3 /4
Barang siapa menjenguk orang yang sedang sakit maka akan ikut menyertainya tuju puluh ribu malaikat rohmat (memintakan ampunan baginya) sehingga ia pulang kerumahnya
Dan juga sabda Baginda Rasulullah SAW;
وروي عن أنس رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول أيما رجل يعود مريضا فإنما يخوض في الرحمة فإذا قعد عند المريض غمرته الرحمة قال فقلت يا رسول الله هذا للصحيح الذي يعود المريض فما للمريض قال تحط عنه ذنوبه
الكتاب : الترغيب والترهيب من الحديث الشريف المؤلف : عبد العظيم بن عبد القوي المنذري أبو محم 4/165
Barang siapa menjenguk orang yang sedang sakit maka sungguh ia telah masuk kedalam lautan rohmat Allah SWT dan jika ia duduk menemaninya maka sungguh ia telah tenggelam dalam lautan rohmat Allah SWT,
Sahabat Anas RA bertanya; wahai Baginda Rasulullah, itu adalah keutamaan bagi orang sehat yang menjenguknya,  lalu apa yang akan didapatkan oleh orang yang sedang sakit ?
 Baginda Rasulullah SAW bersabda ; sesungguhnya Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya
 (Karena ia ridlo dan sabar atas apa yang dideritanya)
 sabda Baginda Rasulullah SAW;
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يزال البلاء بالمؤمن أو المؤمنة في جسده وفي ماله وفي ولده حتى يلقى الله وما عليه من خطيئة + رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح
Sesungguhnya segala macam ujian, cobaan ataupun musibah yang mengenai orang yang beriman baik pada dirinya, hartanya ataupun anaknya adalah untuk membersihkan dosa-dosanya, sehingga ia menghadap Allah SWT dengan tanpa ada dosa / kesalahan sedikitpun.
( karena ia ridlo, sabar dan tidak mengeluh)
sabda Baginda Rasulullah SAW ;
وقال صلى الله عليه وسلم إذا مرض العبد بعث الله تبارك وتعالى إليه ملكين فقال انظرا ماذا يقول لعواده فإن هو إذا جاءوه حمد الله وأثنى عليه رفعا ذلك إلى الله وهو أعلم فيقول لعبدي علي إن توفيته أن أدخله الجنة وإن أنا شفيته أن أبدل له لحما خيرا من لحمه ودما خيرا من دمه وأن أكفر عنه سيئاته
الكتاب : إحياء علوم الدين3/129
Apa bila seorang hamba menderita sakit maka Allah SWT mengutus dua malaikat kepadanya, kemudian Allah SWT berfirman ; Wahai malaikat­-Ku lihatlah apa yang akan diucapkan olehnya kepada orang-orang yang akan menjenguknya, maka apabila datang orang yang menjenguknya dan ia menyambutnya dengan senang hati  dan mengucapkan puji sukur kepada Allah SWT atas segala apa yang ia alami (tidak berkeluh kesah atas penderitaanya ) maka Allah SWT berfirman; Wahai malaikat­-Ku jika ia meninggal dalam sakit yang dideritaanya maka Aku berjanji  akan memasukkannya kesurga dan apabila aku beri kesembuhan maka akan aku beri kesehatan yang lebih baik dari pada sebelumnyaserta akan aku ampuni dosa-dosanya.
Begitu pula sangat dianjurkan oleh syariat, bagi tamu yang menjenguk orang sakit, agar tidak terlalu lama, karena orang yang sakit tersebut sangat menginginkan untuk menghormati tamu walaupun dengan menahan penderitaan yang dialaminya, kecuali bagi orang yang dibutuhkan olehnya.
Dan dianjurkan pula bagi orang sakit untuk berobat, akan tetapi harus yakin bahwa kesembuhan dari Allah SWT, sebagai mana firman Allah SWT;
وإذا مرضت فهو يشفين-      الشعراء 80
dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,
dan sabda Baginda Rasulullah SAW;
وقال عليه الصلاة والسلام : ((إنَّ الله أنزل الداء والدواء وجعل لكل داء دواء فتداووا ولا تداووا بحرام )
Sesungguhnya Allah SWT menurunkan penyakit beserta obatnya dan sesungguhnya Allah SWT telah menjadikan setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah kalian dan janganlah sekali-kali berobat dengan sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT.
Jika ia telah berobat namun tidak kunjung sembuh maka hendaknya memohon doa dari orang-orang sholihin agar Allah SWT menyayanginya dan memberikan jalan keluar dari penderitaan yang dialaminya. Dan hendaknya untuk tidak mempercayai apalagi berobat kedukun karena hal itu sangat di murkai Allah SWT, sebagaimana sabda Baginda Rasulullah SAW;
في حديث أبي هريرة : ( من أتى إلى كاهنأو عرَّاف فسأله عن شيء فصدقه بما يقول فقد كفر بما أُنزِل على محمد صلى الله عليه وسلم
 الكتاب : شرح نواقض الإسلام
الشيخ المحدث : عبد الله بن عبد الرحمن السعد1/71
Sesungguhnya barang siapa mendatangi dukun atau peramal dengan meyakini apa yang dikatakan olehnya maka ia tergolong orang yang kafir yang tidak percaya ajaran Baginda Rasulullah SAW
Dan juga bagi orang yang menderita sakit hendaknya ridlo dan bersabar, jangan memohon kematian walaupun sangat berat penderitaanya, karena hal itu diharamkan dalam syariat, sebagaimana sabda Baginda Rasulullah SAW;
لخبر الشيخين: لا يتمنين أحدكم الموت لضر أصابه فإن كان لا بد فاعلا فليقل: اللهم أحيني ما كانت الحياة خيرا لي وتوفني إذا كانت الوفاة خيرا لي
Sesungguhnya janganlah sekali-kali kalian megharapkan kematian walaupun kalian mengalami penderitaan yang sangat berat, namun jika tidak tahan atas penderitaan tersebut maka hendaknya berdoa kepada Allah SWT;
 Ya Allah berikanlah yang terbaik bagiku ,umur panjang yang penuh barokah dalam keadaan sehat wal’afiat atau meninggal husnul khotimah.
Dan jika ia sembuh hendaknya berwaspada dengan عافية الموت yaitu kesembuhan sementara yang mana banyak orang diberi kesembuhan dari sakit kemudian dicabut nyawanya dengan tiba-tiba, hendaknya menggunakan kesempatan tersebut untuk melakukan kebaikan-kebaiakan yang tidak bisa dilakukannya disaat sakit, agar mendapatkan keutamaan dan keunggulan disisi Allah SWT,
Dan sangat dianjurkan oleh Baginda Rasulullah SAW bagi siapa saja yang menginginkan keselamatan dan ampunan Allah SWT, terutama yang sudah tua atau yang sedang sakit hendaknya meninggalkan wasiat dan kenang-kenangan yang baik. Sebagaimana sabda Baginda Rasulullah SAW;
عن جابر مرفوعا من مات على غير وصية لم يؤذن له في الكلام إلى يوم القيامة قالوا يا رسول الله ويتكلمون قبل يوم القيامة قال نعم ويزور بعضهم بعضا
شرح الصدور بشرح حال الموتى والقبور جلال الدين عبد الرحمن السيوطي1/261
Barang siapa meninggal tidak meninggalkan wasiat maka ia tidak diijinkan untuk berbicara (bisu) sampai hari kiamat,
Para sahabat bertanya; Ya Rasululah ? Apakah orang yang sudah meninggal bisa berbicara sebelum hari kiamat ?(di alam kubur) ,
Baginda Rasulullah SAW bersabda ; ya ... mereka saling berbicara bahkan saling mengunjungi.
Sesungguhnya meninggalkan wasiat sangat dianjurkan sekali oleh syariat, demi mendapatkan keselamatan dunia akherat, karena ia telah melaksanakan amalan yang baik dan terpuji di akhir hayatnya, sebagaimana sabda Baginda Rasulullah SAW;
عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "إن الرجل ليعملُ بعمل أهل الخير سبعينَ سنة، فإذا أوصى حاف في وصيته فيختم له بشر عمله، فيدخل النار، وإن الرجل ليعمل بعَمَل أهل الشرّ سبعينَ سنة، فيعدل في وصيته، فيختم له بخير عمله، فيدخل الجنة"
 الكتاب : تفسير القرآن العظيم ابن كثير
المؤلف : أبو الفداء إسماعيل بن عمر بن كثير القرشي الدمشقي1/496
Sesungguhnya seseorang yang mengamalkan kebaikan selama tuju puluh tahun, kemudian ia tidak meninggalkan wasiat dengan benar maka berarti ia mengakhiri hidupnya dengan amalan kejelekan yang bisa memasukkannya keneraka, dan sesungguhnya seseorang yang mengamalkan kejelekan selama tuju puluh tahun, kemudian ia meninggalkan wasiat dengan benar (sesuai anjuran syariat) maka berarti ia mengakhiri hidupnya dengan amalan kebaikan yang bisa mendapatkan ampunan dan keridloan Allah SWT dan masuk kesurga-Nya.
 Dan yang terutama yaitu berwasiat agar keluarganya bisa menerima dan ridlo atas kepergianya, sabda Baginda Rasulullah SAW;
عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال : " الميت يعذب ببكاء أهله عليه "
Sesunguhnya mayit akan sangat tersiksa dengan tangisan keluarganya.(tangisan yang berlebihan yang menunjukkan tidak ridlo)
Dan juga yang lebih utama lagi berwasiat kepada keluarganya agar senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT, dalam keadaan apapun, dengan menjalankan perintah-perintah–Nya dan  menjauhi larangan-Nya. Dan berwasiat pula untuk mengembalikan amanat, ataupun hutang-hutang yang berada pada dirinya, dan alangkah indahnya jika berwasiat  sebagaian dari hartanya  agar diberikan kepada yang membutuhkanya terutama kepada kerabatnya, dan di akhir rangkuman ini Insya Allah akan  kami cantumkan contoh dan penjabaran yang lebih rinci tentang apa yang diperlukan bagi orang yang akan meninggalkan wasiat, sebagai wawasan bagi orang yang menginginkanya.  
Dan juga bagi anak yang sholeh-sholehah pada saat mengetahui orang tuanya dalam kondisi kritis, atau siapa saja yang mendampinginya hendaknya membesarkan hatinya dengan meningkatkan roja’ misalnya dengan penuh lemah lembut dan kata-kata yang bijak mengingatkanya agar meyakini bahwa Allah SWT Maha pengasih dan Maha penyayang dan sangat suka kepada orang yang kembali padanya yang selalu berusaha membersihkan dirinya dengan memohon ampunan-Nya, sebagaimana firman Allah SWT ;
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِين
( البقرة 222)
 Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.
Jika Allah SWT telah menyayanginya, maka bisa dipastikan bahwa kebahagiaan akan menantinya
Dan juga hendaknya membaca pujian-pujian kepada Allah SWT ataupun sholawat dengan nada yang lembut dan menyentuh hati agar bisa diikuti oleh yang sedang sakit karena denganya bisa menurunkan rohmat yang menenangkan jiwa
Sebagaimana sabda Baginda Rasulullah SAW;
من صلى علي واحدة صلى الله عليه عشر صلوات  وحط عنه عشر خطيئات
Barang siapa bersholawat kepadaku satu kali maka Allah SWT akan menurunkan sepuluh rohmat kepadanya dan akan mengampuni sepuluh dari dosa-dosanya
Dan hendaknya menceritakan tentang orang-orang sholihin terutama keutamaan baginda Rasulullah SAW, keluarganya atau para sahabatnya,  agar hatinya condong dan mencintai mereka serta ingin dikumpulkan bersama mereka sebagaimana di sebutkan oleh Imam Sufyan bin Uyainah ;
قال الإمام سفيان بن عيينة :
 عند ذكر الصالحين تتنزل الرحمة
Sesungguhnya dengan membicarakan keutamaan orang sholihin akan menurunkan rahmat (belas kasih sayang) dari Allah SWT. (kitab At-Tamhid Lil-Imam Ibnu Abdil Birri juz 17 hal 429)
Dan  sabda Baginda Rasulullah SAW;
قال النبي صلى الله عليه وسلم حبي وحب أهل بيتي نافع في سبعة مواطن أهوالهن عظيمة عند الوفاة وعند القبر وعند النشر وعند الكتاب وعند الحساب وعند الميزان وعند الصراط
Sesungguhnya orang yang sungguh-sungguh mencintaiku dan keluargaku dengan tulus, akan mendapati limpahan Belas Kasih Sayang Allah SWT pada tujuh tempat yang situasi dan kondisinya sangat genting, yaitu pada saat menjelang ajal, pada saat di alam barzakh, pada saat bangkit dari kubur, pada saat pembagian kitab catatan amal, pada saat hisab (pertanggung jawaban amal perbuatan), pada saat mizan (ditimbangnya segala amal perbuatan), dan pada saat shirat (melewati titian/ jembatan) di atas neraka menuju sorga”. (Al-Ghurar hal  473)
 Dengan tujuan agar hatinya menjadi tenang tidak berontak atas segala ketentuan Allah SWT sehingga dipanggil sebagai hati yang mutmainah
Sebagaimana firman Allah SWT;
يا أيتها النفس المطمئنة*  ارجعي إلى ربك راضية مرضية*  فادخلي في عبادي* وادخلي جنتي-*  الفجر 27-30.
Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridlo dan diridai-Nya Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku. dan masuklah ke dalam surga-Ku. (al fajr – 27-30 )
Dan  sabda Baginda Rasulullah SAW;
عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم "من أحب لقاء الله أحب الله لقاءه ومن كره لقاء الله كره الله لقاءه
الكتاب : التمهيد لما في الموطأ من المعاني والأسانيد المؤلف : أبو عمر يوسف بن عبد الله بن محمد بن عبد البر بن عاصم النمري القرطبي 18,/32
Sesungguhnya barang siapa suka bertemu dengan Allah SWT maka sungguh Allah SWT suka bertemu dengannya dan barang siapa tidak suka bertemu dengan Allah SWT maka Sungguh Allah tidak ingin bertemu denganya.( ia akan celaka).
Dengan ketenangan dan kerinduan semacam itu maka besar harapanya untuk ditetapkan imanya sehingga meninggal dalam keadaan husnul khotimah, sebagaimana firman Allah SWT;
يثبت الله الذين آمنوا بالقول الثابت في الحياة الدنيا وفي الآخرة  -ابراهيم 27
Allah meneguhkan (iman) nya orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh, dalam kehidupan di dunia dan di akhirat
Dan hendaknya bagi orang yang sedang sakit senantiasa menjaga wudlu walaupun dengan dibantu oleh orang lain, sabda Baginda Rasulullah SAW;
وروى أنس عن النبي (ص): من أتاه ملك الموت وهو على وضوء، أعطي الشهادة  اعانة-2-164
Barang siapa  meninggal dunia dengan membawa wudlu maka diberi pahalanya orang mati syahid.
Dan juga hendaknya tidak meninggalkan siwak meskipun dengan dibantu orang lain, para ulama ahlusunnah waljama’ah bersepakat bahwa hal itu bisa memudahkan keluarnya ruh,     اعانة-2-164
Jika keadaanya semakin kritis maka hendaknya di hadapkan ke kiblat yaitu; posisi tidurnya dengan sisi kanan, dan kepala di utara, jika tidak bisa, maka posisi tidurnya dengan sisi kiri, dan kepala di selatan, jika tidak bisa maka posisi tidurnya terlentang dan kepala di timur dengan bantalan yang tinggi.
Dan juga  dianjurkan untuk memanggil orang soleh agar bisa menenangkan hatinya sehingga ridlo, dan siap menghadap Allah SWT.
Dan bagi siapa saja yang mendampinginya hendaknya membacakan alqur-an, terutama surat-surat yang sangat dianjurkan syariat, diantaranya yaitu; membaca surat  )  يسYasin(,  الرعد )Al-ro’d(,  تبارك  )Tabarok(,  الفاتحة )Al-fatihah(,  الاخلاص )Al-ikhlas(, الفلق  )Al-falaq(,   الناس )An-nas(, agar bisa menurunkan rohmat, yang dengannya bisa mendapatkan ketenangan dan keringanan dari Allah SWT atas derita yang dialaminya, firman Allah SWT;
أَلاَ بِذِكْرِ الله تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah SWT hati menjadi tenteram.
Dan hendaknya anak anak dan kelurganya ikut mendampingi orang yang sedang kritis dan diusahakan agar jangan sampai ada perempuan yang bukan muhrimnya atau yang tidak memakai jilbab,  karena bisa menghalangi turunya malaikat rohmat.
Dan jika orang yang sakit sudah mendekati ajalnya maka sangat dianjurkan oleh Baginda Rasulullah SAW untuk mentalkininya dengan bacaan  Laailaaha illallah, sebagaimana sabda Baginda Rasulullah SAW;
لقنوا موتاكم لا إله إلا الله
 Talkinilah oleh kalian pada orang yang sudah mendekati ajalnya dengan bacaan Laailaaha illallah.
jika ia telah mengucapkannya maka hendaknya jangan mengulanginya, kecuali kalau ia mengucapkan kata-kata yang lain, maka hendaknya mentalkinnya lagi dengan tujuan agar ia mengakhiri kata-katanya dengan Laailaaha illallah, sabda Baginda Rasulullah SAW;
 من كان آخر كلامه لا إله إلا الله دخل الجنة
Sesungguhnya barang siapa yang mengakhiri perkataanya dengan bacaan Laailaaha illallah maka dipastikan ia akan masuk surganya Allah SWT
Dan firman Allah SWT dalam hadis Qudsi ;
لا اله إلا الله حصني من دخل حصني أمن عذابي
تحقيق محب الدين أبي سعيد عمر بن غرامة العمري5/462
Barang siapa membaca لا اله إلا الله  dari lubuk hatinya maka ia akan masuk dalam perlindungan-Ku dan barang siapa masuk perlindunganku maka akan aman dari siksaan-Ku.
Dan jika ia meninggal dunia maka di anjurkan bagi yang mendampinginya untuk membaca  ;
سَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لِمِثْلِ هَذَا فَلْيَعْمَلْ الْعَامِلُونَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوبٍ
Salam sejahtera bagi para rasul, dan segala puji bagi Allah Dzat yang menguasai alam semesta, sesungguhnya setiap orang yang mengamalkan kebaikan hanya untuk meraih husnul khotimah seperti ini, janji Allah pasti akan terjadi bahwa setiap orang akan mengalami kematian.
Dan di saat memejamkan matanya hendaknya membaca doa
اللَّهُمَّ يَسِّرْ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَسَهِّلْ مَوْتَهُ وَأَسْعِدْهُ بِلِقَائِك وَاجْعَلْ مَا خَرَجَ إِلَيْهِ خَيْرًا مِمَّا خَرَجَ عَنْهُ. مصدر الكتاب : موقع الإسلام2/53
Ya Allah mudahkanlah segala urusan yang berkaitan dengan kematiannya, dan jadikanlah ia orang yang beruntung disaat bertemu dengan-Mu, dan jadikanlah apa yang akan ia alami lebih baik dari apa yang ia tinggalkan.
Dan bagi orang tua atau orang yang sedang sakit dan tidak ada yang mendampinginya janganlah berkecil hati, namun hendaknya senantiasa membersihkan hatinya, berdoa dan berdzikir sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh syariat. sungguh Allah SWT akan menyayanginya dan menolongnya dengan memberi taufik dan hidayah sehingga ia bisa meninggal dengan husnul khotimah,firman Allah SWT;
يثبت الله الذين آمنوا بالقول الثابت في الحياة الدنيا وفي الآخرة  -ابراهيم 27
Allah meneguhkan (iman)nya orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat
Semoga kita semua digolongkan orang-orang yang meninggal dalam keadaan husnul khotimah, diampuni dosa-dosanya dan dimasukkan kesurga-Nya yang dipenuhi dengan berbagai kenikmatan untuk selama-lamanya, Amiin Ya Robbal’alamin.
Diantara sifat-sifat tercela yang harus ditinggalkan bagi orang yang sedang sakityaitu:
1.   Takabur yaitu merendahkan dan meremehkan orang lain. Karena hal itu adalah sifatnya Iblis yang terkutuk. Hendaknya menggantinya dengan sifat tawadlu' yaitu merendahkan diri. Karena dengannya Allah SWT akan menyayanginya.
2.     Ujub yaitu merasa dirinya mulia di sisi Allah SWT. Karena dengannya diancam oleh Allah SWT dengan menghilangkan seluruh amal kebaikannya. Hendaknya diganti dengan merasa dirinya hina di sisi Allah SWT dan senantiasa memohon ampunan dan belas kasih sayang-Nya. Karena dengannya Allah SWT akan menyayanginya dan mengampuni dosa-dosanya.  sabda Baginda Rasulullah SAW ;
لو أن عبدا من عباد الله قدم على الله بعمل أهل السموات والأرضين من أنواع البر والتقوى لم يزن ذلك مثقال ذرة مع ثلاث خصال مع العجب وأذى المؤمنين والقنوط من رحمة الله
(الديلمى عن أبى الدرداء وفيه عمرو بن بكر السكسكى واه)
“Seorang hamba meskipun mempunyai amalan kebaikan seluruh penghuni langit dan bumi Sesungguhnya di sisi Allah SWT tidak ada nilainya sama sekali jika ia masih melakukan tiga perkara yaitu ; ujub (merasa dirinya mulia di sisi Allah SWT), senantiasa menyakiti orang yang beriman, dan putus asa dari rohmatnya Allah SWT “
3.     Riya' yaitu memamerkan hartanya ataupun kedudukanya, Karena dengan hal itu akan dimurkai oleh Allah SWT apa lagi memamerkan kebaikan dan amal ibadahnya karena denganya dia telah melakukan syirik sehingga amal ibadahnya tidak akan diterima bahkan Allah SWT akan sangat murka kepadanya. Hendaknya menggantinya dengan ikhlas yaitu benar-benar melakukanya demi untuk mendapatkan belah kasih sayang dan ampunan Allah SWT dengan meyakini bahwa segala anugerah (termasuk amal ibadahnya) adalah semata-mata atas taufik dan hidayah-Nya, dan senantiasa memohon agar diterima oleh-Nya. sabda Baginda Rasulullah SAW
رسول الله  - صلى الله عليه وسلم -  يقول : من صام رياء فقد أشرك، ومن تصدق رياء فقد أشرك، ومن صلى رياء فقد أشركولا يقبل الله عمل المرائي
“Seseorang yang berpuasa, bersedekah atau menjalankan solat karena ingin dipuji oleh mahkluk sungguh ia telah menyekutukan Allah SWT (musyrik) dan sesungguhnya Allah SWT tidak menerima amalanya orang yang memamerkan amalanya.
4.     Hasud yaitu dengki kepada seseorang  dan menginginkan celaka dan kehancuran apa yang dimilikinya. Karena dengan hal itu dia akan dimurkai oleh Allah SWT sebab telah menentang kehendak-Nya. Dan sesungguhnya perbuatan dengki bisa membakar amal kebaikannya. Sebagai gantinya hendaknya dia mendo'akan kepadanya agar diberi keberkahan dan keselamatan dan bisa menuntunnya di jalan Allah SWT. sabda Baginda Rasulullah SAW;
عن أبي هريرة أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : « إياكم والحسد فإن الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النار الحطب »
. الكتاب : الدر المنثور في التأويل بالمأثور
المؤلف : عبد الرحمن بن أبي بكر، جلال الدين السيوطي (المتوفى : 911هـ)3/146
waspadailah oleh kalian sifat iri dengki kepada sesama  muslim sesungguhnya sifat tersebut akan membakar amal kebaikan kalian sebagaimana cepatnya api membakar kayu yang kering
5.     Permusuhan, karena dengannya hati akan menjadi panas  dan kotor. Sebagai gantinya hendaknya dia memaafkan, agar hatinya menjadi bersih dan dirinya  dimaafi serta disayangi oleh Allah SWT. Firman Allah SWT ;
فمن عفا وأصلح فأجره على الله إنه لا يحب الظالمين   الشورى 40
" Barang siapa yang senantiasa memberi maaf dan melakukan kebaikan maka bagi Allahlah yang akan memberikan pahalanya, Sesungguhnya Dia Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang dzalim."
6.     Cinta dunia yaitu condong pada gemerlapnya dunia. Karena dengannya bisa menjadikannya meninggal suul khotimah na'udzubillah min dzaalik. Untuk menghindarinya yaitu jangan memperbanyaki pembicaraan tentang dunia dan waspada dari segala tipu muslihat dunia, serta selalu membicarakan tentang akhirat, dan kebaikan-kebaikan orang-orang solihin, agar hatinya condong dan mencintainya , dengan harapan agar dikumpulkan bersama mereka. sabda Baginda Rasulullah SAW ;
عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال
 "المرء مع من أحب"،
“Sesungguhnya seseorang itu akan menyertai yang dicintainya”
Dan sabda Baginda Rasulullah SAW ;
"من أحب قوما حُشر معهُم"
  الكتاب : تفسير القرآن العظيم المؤلف : أبو الفداء إسماعيل بن عمر بن كثير القرشي الدمشقي (المتوفى : 774هـ 4/99
“Sesungguhnya seseorang yang mencintai suatu kaum (golongan) akan dikumpulkan bersama mereka”
7.     Hendaknya dia berusaha untuk memohon maaf kepada siapa saja yang dia merasa berbuat dholim kepadanya dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan semua amanat atau hak-haknya, agar dirinya selamat dari tuntutannya kelak di akhirat, jika tidak bisa karena orangnya sudah pergi /tidak tahu alamatnya maka perbanyakilah shodakah dan doa kebaikan untuknya agar Allah SWT menyelamatkan dari tuntutanya di akherat nanti dan bila bertemu dengan orangnya maka secepatnya mohon maaf dan mengembalikan haknya. jika tidak bisa karena orangnya telah meninggal maka secepatnya mengembalikan haknya kepada ahli warisnya.
Karena sesungguhnya Allah SWT tidak akan memaafkan suatu perkara yang bersangkutan dengan orang lain sehingga ia memaafkannya  
sebagaimana yang diriwayatkan dalam kitab ‘Aunul-Ma’bud 8/395, Baginda Rasulullah SAW bersabda ;
الْمُفْلِس مَنْ يَأْتِي يَوْم الْقِيَامَة وَقَدْ ظَلَمَ هَذَا وَشَتَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُؤْخَذ مِنْ حَسَنَاته لَهُمْ وَيُؤْخَذ مِنْ سَيِّئَاتهمْ فَيُلْقَى عَلَيْهِ فَيُطْرَح فِي النَّار
“Sesungguhnya orang yang bangkrut adalah orang yang berbuat dholim menipu mencela, menggunjing  ataupun menganiaya orang lain sehingga di hari kiamat nanti diambilah kebaikanya dan dipikulkan kejelekan orang-orang tersebut kepadanya kemudian iapun dimasukan ke neraka”.
8.     Hendaknya meninggalkan ghibah yaitu menggunjing aib orang lain, karena dengannya hati akan menjadi kotor dan bangkrut dari segala amal kebaikannya. Karena sesungguhnya orang yang baik di sisi Allah SWT, tidak berbicara kecuali suatu kebaikan. sabda Baginda Rasulullah SAW ;
عن أبي هريرة قال " قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم: " الرجل الصالح يأتي بالخبر الصالح، والرجل السوء يأتي بالخبر السوء "
. الكتاب : الأنساب4/35
 “Sesungguhnya seorang yang baik disisi Allah SWT tidak akan berbicara kecuali kebaikan dan Sesungguhnya seorang yang jelek disisi Allah SWT tidak akan berbicara kecuali kejelekan “
9.   Hendaknya tidak memutus ikatan rahim (kerabatnya). Karena sesungguhnya orang yang memutus ikatan rahim akan terputus dari rahmatnya Allah SWT. sebagaimana diterangkan di kitab Abi Dawud  2/60, Allah SWT berfirman dalam hadits Qudsi :
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ الله -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « قَالَ الله أَنَا الرَّحْمَنُ وَهِىَ الرَّحِمُ شَقَقْتُ لَهَا اسْمًا مِنَ اسْمِى مَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ وَمَنْ قَطَعَهَا بَتَتُّهُ ».
“ Sesungguhnya Aku adalah Arrohman Dzat yang maha pengasih dan penyayang dan sesungguhnya aku beri nama kekerabatan dengan nama Arrohmi, mengambil dari nama-Ku (Arrohman) maka barang siapa menyambung (ikatan  kekerabatannya) akan Aku limpahkan kasih sayang-Ku, dan barang siapa memutusnya maka akan Aku putus dari kasih sayang-Ku
10.  Hendaknya memperbanyaki istigfar meminta ampun kepada Allah SWT atas segala dosa yang bersangkutan dengan hak Allah SWT dari lubuk hatinya, baik yang kecil/ yang besar, yang dhohir/ yang batin, yang sengaja/ yang tidak sengaja, agar terkikis semua dosa-dosanya dan bisa mendapatkan taubat nasuha, dan hendaknya tidak berputus asa karena jika ia bertaubat dengan sungguh-sungguh maka pasti Allah SWT akan menerima taubatnya. jika ia telah melaksanakanya dengan sungguh-sungguh hendaknya ia berusaha semaksimal mungkin uantuk menjaughi dosa-dosa yang baru, terutama bagi yang sedang sakit dan yang sudah tua. Dengan meningkatkan rojak setinggi-tingginya kepada Allah SWT,  bahwa Allah SWT mampu mengampuni dosa-dosanya sebanyak apapun, Sebagaimana firman Allah SWT ;
قل يا عبادي الذين أسرفوا على أنفسهم لا تقنطوا من رحمة الله إن الله يغفر الذنوب جميعا إنه هو الغفور الرحيم    
  Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
11.  Roja' yaitu meningkatkan harapanya kepada Allah SWT. Jika seorang hamba telah melaksanakan taubat yang sedemikian rupa, hendaknya meningkatkan roja'nya kepada Allah SWT, bahwa Dia akan mengampuni segala dosa-dosanya, dengan menghapus catatan amalan kejelekanya dan melupakan malaikat 'atid atas segala dosa-dosanya dan menghilangkan tanda-tanda dosa yang melekat dibumi agar tidak menjadi bukti atas dosa-dosanya, dan senantiasa akan menyayanginya (akan memaklumi atas segala kekurangannya), sampai ia rindu untuk bertemu dengannya dengan memasukkan kesurga bersama orang-orang solihin yang dipenuhi berbagai macam kenikmatan untuk selama-lamanya. sabda Baginda Rasulullah SAW;
عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم "من أحبلقاء الله أحب الله لقاءه ومن كره لقاء الله كره الله لقاءه
الكتاب : التمهيد لما في الموطأ من المعاني والأسانيد المؤلف : أبو عمر يوسف بن عبد الله بن محمد بن عبد البر بن عاصم النمري القرطبي (المتوفى : 463هـ)18,/32

Sesungguhnya barang siapa suka bertemu dengan Allah SWT maka sungguh Allah SWT suka bertemu dengannya dan barang siapa tidak suka bertemu dengan Allah SWT maka Sungguh Allah tidak ingin bertemu denganya.
Dan begitu pula ia memperbanyaki amalan-amalan yang sangat terpuji dan mempunyai keutamaan yang sangat agung disisinya diantaranya yaitu ; memperbanyaki membaca  sholawat sebagaimana sabda Baginda Rasulullah SAW ;
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
 " صلوا علي فإن الصلاة علي زكاة لكم "
 الكتاب : الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم  ص 110
 Perbanyakilah oleh kalian (hai umatku) membaca sholawat kepadaku. Karena sesungguhnya sholawat kalian kepadaku adalah untuk membersihkan diri kalian  (dari sifat-sifat yang keji (sombong, ujub, riya, dengki, hasud dll..),
Dan sabda Baginda Rasulullah SAW ;
عن أنس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم صلوا علي، فإن الصلاة علي كفارة لكم،
 الكتاب: الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم  ص 110
Perbanyakilah oleh kalian (hai umatku) membaca sholawat kepadaku. Karena sesungguhnya sholawat kalian kepadaku akan melebur dosa-dosa kalian.)”.

Doa yang dianjurkan bagi orang yang sedang sakit
Dan juga diantara doa-doa yang perlu dibaca yaitu; sebagaimana sabda Baginda Rasulullah SAW  pada saat menjenguk Sayidina 'Ali Ra ;
اللهم إني أسألك تعجيل عافيتك أو صبرا على بليتك أو خروجا من الدنيا إلى رحمتك  فإنك ستعطى إحداهن
الكتاب : إحياء علوم الدين3/129
Ya Allah sesungguhnya aku mohon kesembuhan dari sakitku ini, dan aku memeohon kesabaran atas atas segala ujuan /cobaan-Mu, dan aku memohan jika meninggal menuju rohmat kasih sayang-Mu.
Baginda Rasulullah SAW  bersabda ; barang siapa memohan dengan doa-doa ini pasti akan di kabulkan salah satunya.
Dan juga sangat dianjurkan bagi orang yang sedang sakit agar memperbanyaki membaca  :
لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين –الأنبياء 78
"Bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Engkau Ya Allah. Maha Suci Engkau dari segala sesuatu yang tidak layak dengan keagungan-Mu. Sesungguhnya hamba-Mu ini (aku), banyak melakukan dosa dan kesalahan "
sabda Baginda Rasulullah SAW ;  
أيما مسلم دعا بها في مرضه أربعين مرة فمات في مرضه ذلك أعطي أجر شهيد وإن برأ برأ وقد غفر له جميع ذنوبه
الكتاب : الترغيب والترهيب من الحديث الشريف
المؤلف : عبد العظيم بن عبد القوي المنذري أبو محمد4/168
Siapapun dari orang islam yang membaca ayat tersebut didalam sakitnya sebanyak empat puluh kali apa bila ia meninggal dalam sakitnya tersebut maka Allah SWT akan memberinya pahala orang yang mati syahid dan apa bila ia sembuh dari sakit tersebut maka akan diampuni segala dosa-dosanya.
Dan juga disebutkan di kitab Syarhush Shudur Lil Imam Jalaluddin As-Suyuthi juz 1 hlm 46, bahwa Sayyiduna Ali bin Abi Thalib RA meriwayatkan hadis, bahwa  Baginda Nabi SAW bersabda:
"Barang siapa yang sedang sakit membaca dzikir ini :
 لا إله إلا الله الحليم الكريم  3x
"Bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Allah, Dzat Yang Maha Penyantun dan Maha Dermawan
  الحمد لله رب العالمين 3x
Segala puji hanya bagi Allah SWT Tuhan semesta alam
 تبارك الذي بيده الملك يحيي ويميت وهو على كل شيء قدير1x
Maha Mulia Allah Dzat yang segala kekuasaan ada pada-Nya, hanya Dia-lah Dzat yang memberi kehidupan dan kematian, dan hanya Dia-lah Dzat yang berkuasa atas segala-galanya"
Dan jika dia meninggal dalam sakitnya itu, sungguh dia dijamin untuk masuk surga".
Dan juga memperbanyaki berdzikir ;
لا اله الا الله والله اكبر لا اله الا الله وحده لا شريك له لا اله الا الله له الملك وله الحمد لا اله الا الله ولا حول ولا قوة الا بالله
"Bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Allah, hanya Allah Dzat yang Maha Besar, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Allah Dzat Yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Allah, hanya bagi-Nya semata segala kekuasaan dan segala pujian, tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah kecuali hanya Allah SWT, sungguh tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali atas izin Allah SWT".
Sebagaimana yang telah diriwayatkan dalam sabda Baginda Nabi SAW, bahwa sesungguhnya orang yang membacanya pada saat sakitnya, maka apabila dia meninggal dunia, akan mendapati jaminan keselamatan dari neraka".
Dan sabda  Baginda Rasululah SAW;
- عن أبي هريرة - رضي الله عنه - قال: قال رسول الله (ص): ألاأخبرك بأمر حق من تكلم به في أول مضجعه عن مرضه نجاه الله من النار ؟ قلت: بلى قال: لا إله إلا الله يحيي ويميت وهو حي لا يموت، وسبحان الله رب العباد والبلاد، والحمد لله حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه علي كل حال.
الله أكبر.كبرياء ربنا وجلاله وقدرته بكل مكان.اللهم إن كنت أمرضتني لقبض روحي في مرضي هذا فاجعل روحي في أرواح من سبقت لهم الحسنى، وأعذني كما أعذت أولئك الذي سبقت لهم منك الحسنى.
إن مت في مرضك ذلك، فإلى رضوان الله والجنة، وإن كنت قد اقترفت ذنوبا تاب الله عليك. اعانة-2-164
Ketahuilah .. akan aku tunjukan kepadamu suatu doa, barang siapa yang menderita suatu penyakit kemudian senantiasa mengamalkanya (sejak ia sakit) niscaya Allah SWT akan menyelamatkanya dari siksa neraka, yaitu ; Sesungguhnya tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Allah, hanya Dia-lah Dzat yang memberi kehidupan dan kematian, dan hanya Dia-lah Dzat Yang Maha Hidup dan tidak akan mati, Maha Suci Engkau ya Allah yang menguasai atas semua hambanya dan seluruh alam semesta, segala puji hanya bagi-Mu dengan segala pujian yang tak terhingga, penuh kebaikan dan keberkahan dalam segala keadaan, Maha Besar Allah, dengan segala kebesaran, keagungan dan kekuasan-Nya di segala penjuru, ya Allah, apabila Engkau mengambil nyawaku dalam sakitku ini maka masukkanlah ruhku dalam golongan orang-orang mulia yang telah Engkau tetapkan mendapatkan keridloan-Mu, dan jauhkanlah diriku dari neraka sebagaimana Engkau menjauhkan orang-orang yang mulia dari neraka"
jika engkau meninggal didalam sakitmu itu , niscaya Allah SWT akan meridloimu dan memasukkan kesurga-Nya, dan jika engkau sembuh dari sakitmu maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosamu dan menerima taubatmu (dikarenakan pengakuan dan penyesalanmu atas dosa-dosa)
Doa yang dianjurkan bagi yang menjenguk orang sakit
Dan sangat dianjurkan pula bagi tamu yang menjenguk agar berbicara dengan lemah lembut tentang hal-hal yang bisa membesarkan hatinya, dan mendo'akannya dengan berbagai macam do'a yang yang menyejukkan hatinya dan alangkah indahnya apabila mendoakanya dengan doa-doa yang dianjurkan oleh Baginda Rasulullah SAW, diantaranya yaitu:  sabda Baginda Rasulullah SAW; " Barang siapa menjenguk orang sakit dan mendoakanya sebanyak tujuh kali ;
أسألُ اللهَ العظيمَ، رب العَرشِ العظيم، أن يَشْفِيَكَ
Aku mohon kepada Allah Dzat yang maha Agung yang menguasi Arsy yang agung semoga memberikan kesembuhan kepadamu.
Maka sangat besar harapanya untuk sembuh dari sakitnya .
 الكتاب : شرح سنن أبي داود
المؤلف : أبو محمد محمود بن أحمد بن موسى بن أحمد بن حسين الغيتابى الحنفى بدر الدين العينى (المتوفى :6/23
Dan doa Baginda Rasulullah SAW  kepada sayidina Usman ra disaat sakit ;
بسم الله الرحمن الرحيم أعيذك بالله الأحد الصمد الذي لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد من شر ما تجد
الكتاب : إحياء علوم الدين3/129
Dengan menyebut nama Allah SWT Dzat yang maha pengasih lagi maha penyayang, aku mohon perlindungan untukmu kepada Allah Dzat yang maha Esa, Dzat yang maha memberi, Dzat yang tidak beranak, dan Dzat yang tidak diperanakkan,  Dzat yang tidak ada satupun yang menyekutuinya, dari apa yang engkau derita
Dan doa Baginda Rasulullah SAW disaat mengunjungi orang yang sedang sakit ;
عن عائشة قالت كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا أتى المريض فدعا له قال : (أذهب الباس. رب الناس. واشف أنت الشافي. لاشفاء إلا شفاؤك. شفاء لايغادر سقما(
 الكتاب : سنن ابن ماجه المؤلف : محمد بن يزيد أبو عبدالله القزويني  2/1163
Ya Allah hilangkanlah penderitaanya wahai Dzat yang menguasai manusia, dan sembuhkanlah penyakitnya, sasungguhnya Engkau adalah Dzat yang maha menyembuhkan, dan sasungguhnya tak ada kesembuhan selain dari-Mu, dengan kesembuhan yang menghilangkan segala penyakit.

Contoh wasiat
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين اما بعد
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Wahai istri dan anak-anakku yang aku sayangi......
Sesungguhnya siapaun pasti akan meninggalkan dunia fana ini, maka jika aku meninggal dunia janganlah kalian semua bersedih hati. Karena sesungguhnya apabila Allah SWT mengampuni dosa-dosaku dan mencurahkan belas kasih sayangnya kepadaku, ketahuilah bahwa aku pasti akan mengalami kebahagiaan baik dikuburan ataupun dihari nanti. Maka aku mohon kepada kalian janganlah banyak bersedih hati apalagi sampai berteriak, sungguh hal tersebut akan bisa menyiksaku. 
  Wahai istri dan anak-anakku yang aku sayangi....
Aku mohon dengan sangat agar kalian semua sudi kiranya untuk memaafkan atas segala kesalahan dan kekuranganku.
Wahai istri dan anak-anakku yang aku sayangi....
Aku berwasiat kepada kalian semua untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT, dimanapun kalian berada, baik waktu sendiri atau bersama orang lain. Dan aku berwasiat kepada kalian semua agar tetap bersemangat menuju keridloan Allah SWT dengan belajar ilmu agama dan berusaha mengamalkan dengan semampunya.
Wahai istri dan anak-anakku yang aku sayangi..      
Berusahalah kalian semua semaksimal mungkin untuk senantiasa mengamalkan kewajiban-kewajiban agama, terutama solat harus ditegakkan pada waktunya, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berbagai macam amalan-amalan yang terpuji disisi-Nya, dan jika kalian mampu melaksanakanya, maka bersyukurlah kepada Allah SWT karena itu semua adalah anugerah dari-Nya, agar Allah SWT menambahkan anugerahnya. Dan tinggalkanlah semaksimal mungkin segala perbuatan dosa, jika kalian terlena maka secepatnya bertaubat dan mohon ampunan-Nya.
Wahai istri dan anak-anakku yang aku sayangi......
Berusahalah semaksimal mungkin untuk membersihkan hati kalian dari sifat-sifat yang keji diantaranya yaitu ; sombong, ujub, riya’, hasad, permusuhan, ghibah, namimah, dan lain-lain, agar kalian bisa selamat dunia akherat.
Wahai istri dan anak-anakku yang aku sayangi..
Perbanyakilah oleh kalian semua membaca alqur’an berdzikir bersholawat kepada Baginda Rasulullah SAW, sungguh denganya akan memudahkan bagi kalian dalam menuju keridloan Allah SWT.
 Wahai istri dan anak-anakku yang aku sayangi..
Berusahalah untuk senantiasa mencari rizki yang halal, dan memperbanyaki sedekah, karena keberkahan itu ada di dalamnya.
Wahai anak-anakku yang aku sayangi....
Berbaktilah kalian semua kepada ibu kalian dengan tulus dan bijaksana, karena sesungguhnya surga ada dibawah telapak kaki ibu (ridlo Allah SWT ada pada keridloan ibu), dan hendaknya bagi kakak selalu menyayangi dan memperhatikan adiknya, dan bagi adik selalu menghormati dan menghargai kakaknya, dan bersatulah kalian, sungguh dengan bersatu akan memudahkan bagi kalian dalam menuju keridloan Allah SWT.
Wahai istri dan anak-anakku yang aku sayangi.....
Jika aku telah meningal dunia uruslah jenazahku (di mandikan, dikafani, disolati, dan dikubur ) sesuai syariat Baginda Rasulullah SAW, dan tingalkanlah adat-adat yang dimurkai Allah SWT (bid’ah sayyiah), agar aku tidak terkena sangsi atas perbuatan tersebut, dan perbanyakilah berdoa dan bersedekah untukku.
Wahai istri dan anak-anakku yang aku sayangi......
Setelah aku meninggal dunia, eratkanlah hubungan kalian dengan kerabat ataupun teman-teman dekatku, dan berbaktilah kepada mereka sebagai kelanjutan dari bakti kalian kepadaku
Wahai istri dan anak-anakku yang aku sayangi.....
Tolong ambilah dari hartaku untuk melunasi hutang-hutangku yaitu kepada fulan bin fulan Rp...., fulan bin fulan Rp..., dan fulan bin fulan Rp...,
dan kembalikan amanatnya fulan bin fulan berupa..., fulan bin fulan berupa..., fulan bin fulan berupa...,
dan jika setelah aku meninggal dunia, ada orang yang mengaku bahwa aku berhutang kepadanya maka segera berikanlah hartaku untuk melunasinya dan mintakanlah doa dan maaf untukku kepadanya dan juga kepada kerabat dan teman-temanku.
Wahai istri dan anak-anakku yang aku sayangi.....
Sesungguhnya aku belum melaksanakan kewajibanku, rukun islam yang ke lima yaitu haji maka ambilah dari hartaku secukupnya untuk membiayai dan mengongkosi orang yang akan berhaji untukku.
Wahai istri dan anak-anakku yang aku sayangi.....
Aku berwasiat kepada kalian semua ambilah dari hartaku Rp .... untuk biaya tahlil dan khotim selama tiga hari.
Dan aku berwasiat kepada kalian semua untuk memberikan sebagaian dari hartaku kepada kerabat dekatku yaitu;  kakekku fulan bin fulan Rp...,
saudara dari ayahku fulan bin fulan Rp...., saudara dari ibuku fulan bin fulan Rp....,  saudara misanku fulan bin fulan Rp...., saudara kandungku fulan bin fulan Rp...., dan juga kepada temanku fulan bin fulan Rp...., dan juga kepada janda fulanah binti fulan Rp...., dan juga untuk kebutuhan masjid fulan Rp..., kebutuhan pondok fulan Rp....
Wahai istri dan anak-anakku yang aku sayangi......
Aku berwasiat kepada kalian untuk membagi warisanku dengan adil dan bijak dengan ikhlas dan ridlo sesuai syariat ajaran Baginda Rasulullah SAW agar bisa mendapatkan keberkahan dalam kehidupan kalian.
Wahai istri dan anak-anakku yang aku sayangi......
Aku mohon agar kalian semua berusaha untuk melaksanakan apa yang aku wasiatkan kepada kalian, demi keselamatan kita bersama. Dan wasiat ini telah aku saksikan kepada bapak fulan bin fulan dan bapak fulan bin fulan.
Semoga dengan wasiat ini aku bisa mendapatkan rahmat dan ampunan Allah SWT, sebagai mana sabda Baginda Rasulullah SAW, bahwa orang yang meninggalkan wasiat akan mendapatkan rahmat dan ampunan-Nya, dan hendaknya kalian juga melakukan hal yang sama, agar kita semua bisa digolongkan sebagai hamba-hamba Allah SWT yang selamat dan beruntung. Amiin.
وبالله التوفيق والهداية,والله الهادي إلى الصراط المستقيم
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Wasiat ini hanya sebagai contoh secara global dan sesungguhnya keadaan setiap orang pasti berbeda-beda, maka bisa disesuaikan dengan kondisi dan situasinya masing-masing.
Intinya jika ingin memberi wasiat berupa harta kepada seseorang, hendaknya menyebutkan nama orangnya, dan menyebutkan jumlah yang akan diberikan.
 Sesungguhnya diperbolehkan berwasiat kepada siapa saja (selain ahli waris), dan berapa saja walaupun lima persen dari hartanya, namun tidak diperbolehkan melebihi sepertiga dari hartanya, dan para ulama bersepakat bahwa yang paling utama yaitu seperempat dari hartanya. Dan hendaknya bagi yang berwasiat untuk menulis wasiat dan nasihatnya dengan kata-kata yang yang jelas dan indah agar bisa menyentuh hati. Dan jika ada sesuatu yang belum jelas maka hendaknya bertanya kepada orang alim yang menguasai hal tersebut. 
Dan bagi orang yang meninggal dunia masih mempunyai hutang namun tidak meninggalkan harta untuk melunasi hutangnya, maka hutang tersebut ditanggung oleh ahli warisnya kapan-kapan mampu, hendaknya segera melunasinya sebagai bakti kepada orang tuanya. karena orang yang meninggalkan hutang dan tidak ada yang menanggungnya maka akan sangat tersiksa di kuburanya ######
Semoga rangkuman ini bisa bermanfaat bagi kita semua, dan jika ada kesalahan ataupun kekurangan mohon dimaklumi, tujuan kami tidak lain hanya untuk memberi wawasan bagi yang menginginkanya.
Semoga kami bisa meneruskan untuk merangkum hal-hal yang berhubungan dengan mayit diantaranya yaitu tata cara memandikan, mengkafani, menyolati dan mengubur mayit, sesuai dengan ajaran syariat yang disepakati para ulama ahlusunnah waljama'ah, dan mencantumkan sebagaian  dari keadaan alam kubur, dengan disertai dalil-dalil dari kitab-kitab ahlusunnah wal jama'ah sebagai tambahan wawasan tentang keadaan alam yang akan kita alami.
وبالله التوفيق والهداية
ولاحول ولاقوة الا بالله العلي العظيم
والعفو منكم والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Alhamdulillah rangkuman ini telah selesai pada tanggal ; 12  robi'ul awal 1431 Hijriah. bertepatan dengan tanggal 26 februari 2010 Masehi.

Di rangkum oleh;
AL-HABIB
ABU MAHDI MURTADLO BIN ABDULLAH AL-KAFF
JAKARTA

Sambutan dari hamba Allah
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين
Masya Allah Tabarokallah ya Habib ya Abu Mahdi rangkuman antum yang bernama Demi Meraih Husnul khotimah sungguh sangat luar biasa manfaatnya, setelah ana baca kitab antum, sungguh sangat menyentuh dihati ana, ana dari dulu tidak pernah terpikir, bahwa ana akan tua, akan lemah, akan membutuhkan pendamping setia, untuk merawat ana, padahal ana banyak sekali menyaksikan orang tua yang terlantar, tidak ada yang mengurus, hanya pembantu dan istrinya yang sama-sama sudah tua dan butuh perawatan, demikian juga janda-janda tua banyak yang terlantar, anak laki-lakinya pada sibuk cari nafkah, ada yang diluar kota, ada yang di luar negri anak yang perempuan sibuk dengan keluarganya, ana yakin pasti mereka yang ditinggal oleh anak-anaknya sangat merasakan kepedihan dihatinya, apa lagi pada saat mereka sakit, sungguh ana sangat ingkar dengan hal itu, tapi ana sendiri tak terlintas bahwa akan mengalami hal yang sama,
 jadi betul-betul kitab antum ini telah menyadarkan ana, mulai dari sekarang ana harus mendidik anak-anak ana dan memperbaiki perilaku ana terhadap mereka, agar mereka anak-anakku mau merawat ana sebagaimana yang antum sebutkan dikitab ini, apa lagi masalah wasiat, sungguh tak pernah terlintas dihati ana, kalaupun terlintas ana gak tau cara dan sistim untuk menulisnya, dengan contoh wasiat yang antum rangkum, sungguh memudahkan bagi ana untuk melaksanakanya.
Dan juga keutamaan bagi yang mengunjungi orang sakit sungguh sangat luar biasa, apa lagi doa-doanya orang yang sedang sakit, sedikit bacaanya tapi besar keutamaan dan pahalanya, dari mulai sekarang ana mau catat doa-doa tersebut dan ana tempelkan ditembok tempat tidur ana, mau ana baca dari mulai sekarang, biar hafal, siapa tahu gak ada yang dampingi ana di saat tua ataupun sakit.
Doakum ya Habib ya Abu Mahdi agar ana sekeluarga bisa mendapati hidayah, dan bisa menyatu dalam menuju keridloan Allah SWT. Dan semoga mereka anak anak yang telah meninggalkan orang tuanya sadar dan kembali merawat orang tuanya sebelum ajalnya tiba, karena ajal bisa datang kapan saja dan meninggal dalam pelukan belas kasih sayang anak-anaknya.
Wal’afwu minkum kata-kata ana berantakan tapi karena sangat senangnya jadi ada memberanikan diri untuk ngasih tahu sama antum.
Syukron katsiron ya Abu Mahdi   apa yang telah antum tulis, adalah hadiah bagi ana yang paling mahal, karena masalah akherat adalah masalah yang berbobot dan misteri.
Jazakumullah kher. Wassalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...