إِتَّبِــــــعْ طَــــــرِيْقَ الْهُــــدَى * وَلَا يَضُرُّكَ قِلَّةُ السَّالِكِيْنَ * وَإِيَّاكَ وَطَرِيْقَ الضَّلَالَةِ * وَلَا تَغْتَرَّ بِكَثْرَةِ الْهَالِكِيْنَ Bersungguh-sungguhlah dalam mengikuti Baginda Nabi Muhammad SAW, walaupun sedikit orang yang mengamalkannya. Jauhilah segala kemungkaran, dan jangan terbujuk dengan banyaknya orang yang melakukannya.

Sabtu, 08 September 2012

Lanjutan NURUL MUSHTHOFA Jilid 3 Rangkuman AL-HABIB ABU MAHDI MURTADHO BIN ABDULLAH ALKAFF


Intinya bahwa sesungguhnya kebahagiaan yang mereka dapati di surga sungguh sangat luar biasa tak bisa di ukir dengan pena ataupun terucap dengan kata, tak ada kata jenuh maupun susah karena Allah SWT tidak menghendaki selain kebahagiaan dan kebahagiaan yang sangat memuncak luar biasa bagi mereka, dan apa yang dikehendaki Allah SWT pasti akan terlaksana, dan sesunggguhnya keadaan surga sangatlah beda dengan keadaan dunia, karena surga adalah kehidupan yang abadi tanpa ada mati dalam puncaknya kenikmatan dan muda selama-lamanya, sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur’anul-Karim:
فَلا تَعْلَمُ نَفْسٌ ما أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أعْيُن ) السجدة17)
          "Sesungguhnya tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang di sembunyikan (disediakan) bagi mereka yaitu berbagai macam nikmat yang menyedapkan pandangan mata (dan rasa)" (Q.S. As-Sajdah 17).
Diriwayatkan dalam kitab Tafsir Al-QuranulKarim At-Thobari 20/186 Baginda RasulullahSAW menafsirkan ayat tersebut dengan bersabda :
مَنْ يَدْخُل الجَنَّةَ يَنْعَمْ وَلا يَبْؤُسْ، لا تَبْلَى ثِيابُهُ، وَلا يَفْنَى شَبابُه
“Sesungguhnya barang siapa yang memasuki surganya Allah SWT dipastikan dia akan mengalami kenikmatan yang sangat luar biasa dan tidak akan mengenai baginya kesusahan ataupun kesengsaraan, begitu pula pakaian mereka tidak akan kotor maupun rusak (senantiasa baru) dan mereka senantiasa muda selamanya.”
Dan juga disabdakan oleh Baginda Rasulullah SAW dalam kitab dan halaman yang sama menafsirkan ayat tersebut dalam hadis Qudsiy yang diriwayatkan oleh Sayyiduna Qotadah RA ;
عن قَتادة، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم يروي ذلك عن ربه، "قالَ رَبُّكُمْ: أَعْدَدْتُ لِعِبادي الصَّالِحينَ ما لا عَيْنٌ رأتْ، وَلا أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلا خَطَرَ علَى قَلْبِ بَشِرٍ".
“Sesungguhnya Allah SWT berfirman“ Sungguh Aku telah sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shaleh sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga ataupun terlintas dalam hati manusia siapapun”
Setelah mereka merasakan puas dengan berbagai macam jamuan Ilahi yang tiada tara, mereka berkata :
 يا ربنا كنا في الدنيا نحب ذكرك وسماع كلامك العزيز 
 Ya Allah, ijinkanlah kami untuk mendengarkan Firman-firman Suci-Mu. Sesungguhnya kami dulu di dunia merasakan keindahan pada saat mendengar  Asma-asma-Mu yang suci dan juga Firman-firman Suci-Mu”.
Allah SWT Berfirman :
 لكم عندي ما تشتهي أنفسكم وأنتم فيها خالدون
 Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman. Pasti Aku kabulkan segala keinginan kalian di surga yang abadi ini”.
Kemudian Allah SWT Berfirman kepada Malaikat penguasa Hadhiratul Qudsiy :
 يا كروب قرب المنبر لعبادي
 Wahai Malaikat Karuub, dekatkanlah mimbar yang sangat indah dan megah untuk hamba-hamba-Ku.”
Seketika Malaikat Karub mendekatkan mimbar-mimbar yang sangat megah dan indah dari mutiara Yakut merah yang tinggi menjulang bertingkat-tingkat sebanyak jumlah Para Nabi dan Rasul.Dan setiap para Nabi menempati mimbarnya masing-masing, sedangkan Baginda Rasulullah SAW menempati kedudukan yang paling atas yang dinamakan Darojat Al-Wasiilah .
Kemudian terdengar seruan dari Allah SWT :
 ياابراهيم قم واخطب بامتك
“Wahai Nabi Ibrahim, berdirilah dan bacakan untuk mereka Firman-firman yang Aku turunkan kepadamu”.
Seketika Nabi Ibrahim AS bangkit berdiri membaca Ash-Shuhuf (Firman-firman Allah SWT yang diturunkan kepadanya). Dan duduk kembali.  
Kemudian terdengar seruan dari Allah SWT:
 ياموسي قم واخطب بامتك                                             
Wahai Nabi Musa, berdirilah dan bacakan untuk mereka Firman-firman yang Aku turunkan kepadamu”.
Seketika Nabi Musa AS bangkit berdiri membaca Kitab Taurat (Firman-firman Allah SWT yang diturunkan kepadanya). Dan duduk kembali.
Kemudian terdengar seruan dari Allah SWT :
ياعيسي قم واخطب بامتك
“Wahai Nabi Isa, berdirilah dan bacakan untuk mereka Firman-firman yang Aku turunkan kepadamu”.
Seketika Nabi Isa AS bangkit berdiri membaca Kitab Injil (Firman-firman Allah SWT yang diturunkan kepadanya). Dan duduk kembali.
Kemudian terdengar seruan dari Allah SWT :
يا داوود قم واسمع احبابي عشر سور من الزبور
“Wahai Nabi Dawud, berdirilah dan bacakan untuk mereka para kekasih-Ku sepuluh surat dari Kitab Zabuur”.
Seketika Nabi Dawud AS bangkit berdiri dan membaca sepuluh surat dari Kitab Zabur dengan suara dan nada yang sangat indah dan merdu sekali, dalam satu suara menggema sembilan puluh nada. Seketika berjuta-juta ummat  penghuni surga mabuk kepayang mendengarkan indahnya Firman Suci Allah SWT yang dibaca oleh Nabi Dawud AS yang sangat indah dan merdu sekali. Hati mereka bergetar, air mata bercucuran menghayati agungnya Firman-firman Allah SWT melalui alunan suara yang sangat indah dan merdu. Lama dan sangat lama sekali keindahan tiada tara tersebut membekas dalam hati mereka.
Kemudian setelah mereka kembali sadar dari menikmati hal itu, dengan merasakan kepuasan yang amat sangat , terdengar seruan dari Allah SWT:
هل سمعتم احسن من هذا
“Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, apakah kalian pernah mendengarkan keindahan suara yang seperti ini ?”.
Mereka serentak menjawab;
لا يا ربنا ما طرق اسماعنا صوتا أطيب من هذا
“Ya Allah, Sesembahan kami, sesungguhnya kami belum pernah mendengar keindahan suara yang seperti ini”.
Kemudian terdengar seruan dari Allah SWT:
يا حبيـبي يا محمد ارق المنبر واقرأ يس و طه
“Wahai Kekasih-Ku Muhammad, Aku persilahkan Engkau untuk berdiri di atas mimbar membaca Surat Yaasiin dan Surat Thahaa”.
Seketika Baginda Rasulullah SAW berdiri diatas mimbar membaca Surat Yaasiin dan Surat Thahaa dengan suara dan alunan lagu yang sangat indah dan merdu melebihi sembilan puluh kali lipat dari keindahan dan kemerduan suara Nabi Dawud AS.
           Seketika bukan cuma penghuni surga, bahkan seluruh penghuni Kursiy, penghuni Arasy, seluruh malaikat, para bidadari, para pelayan, para dayang, para wildan dan semua makhluk yang bernyawa, mabuk kepayang, hati bergetar, air mata bercucuran menghayati keagungan Firman Suci Allah SWT melalui alunan suara dan lagu yang sangat indah dan merdu dari Baginda Rasulullah SAW, bercampur baur dalam hati sanubari mereka antara kekaguman, keindahan, kedamaian dan kenikmatan yang tak mampu dilukiskan dengan apapun. Lama dan lama sekali keindahan dan kenikmatan yang tiada tara dan sangat luar biasa membekas dalam lubuk hati sanubari mereka.
          Kemudian setelah mereka kembali sadar dari menikmati keindahan tersebut, dengan merasakan kepuasan yang amat sangat, terdengar seruan dari Allah SWT:
هل سمعتم قراءة أنبيائي ورسلي ؟
          “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, sudah puaskah kalian semua mendengarkan Firman-firman Suci-Ku yang dibaca oleh Para Nabi dan Rasul-Ku ?”
Mereka serentak menjawab :
نعم يا ربنا
          “Benar Ya Allah, sungguh kami benar-benar merasa sangat puas".
Kemudian Allah SWT Berfirman :
  أتريدون أن تسمعوا قراءة ربكم ؟
“Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, apakah kalian menginginkan mendengarkan secara langsung Firman-firman Suci-Ku”.
Dengan serentak mereka menjawab :
ما أشوقنا إلى ذلك
          “Ya Allah, sesungguhnya kami sangat menginginkan dan merindukan hal itu”.
Kemudian Allah SWT membuka hijab pendengaran mereka dan memberi kemampuan untuk bisa mendengarkan keindahan Surat Ar-Rahman langsung dari Allah SWT tanpa seperti sesuatu. Seketika mereka semua para Nabi, para Rasul dan berjuta-juta umat merasa sirna, tak dapat diungkapkan dengan kata. Demikian juga para Malaikat, para bidadari, hijab-hijab, istana-istana, pohon-pohon, burung-burung, sungai-sungai dan seluruh makhluk yang bernyawa ataupun benda mati mabuk kepayang dengan sangat dan sangat nikmat sekali dan tak dapat dilukiskan. Alam Arasy, alam Kursiy dan seluruh alam semesta bergetar lunglai penuh takjub. Tiada satu makhlukpun kecuali bergetar merasakan rintihan kerinduan dan kecintaan yang sejati kepada Allah SWT. Lama dan sangat lama sekali, mereka sirna dalam keindahan, kenikmatan dan kedamaian yang tak mampu dilukiskan oleh apapun yang tidak ada duanya sangat membekas dalam seluruh jiwa dan raga mereka.
          Kemudian setelah mereka kembali sadar dari menikmati hal itu dengan merasakan kepuasan yang amat sangat tiada duanya, Allah SWT Berfirman :
يا عبادي هل بقي لكم شيئ ؟
          “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, masih adakah sesuatu yang kalian inginkan ?”
Dengan serentak mereka menjawab :
نعم بقي لنا النظرة إلى وجهك الكريم
          “Benar Ya Allah, sudikah kiranya Engkau memperkenankan kepada kami untuk bisa memandang keindahan dan keagungan Dzat-Mu yang sangat agung dan mulia”.
Dan sesungguhnya sangat memungkinkan sekali bagi kita untuk bisa memandang Dzat Allah SWT. Sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur-anul-Karim :
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ . إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ  [القيامة:22، 23]
Yang artinya kurang lebih:
“Wajah-wajah (orang-orang mukmin) Pada hari itu berseri-seri, kepada Tuhannya lah mereka melihat”. (Q.S. Al-Qiyaamah 22 & 23).
Dan sabda Baginda Rasulullah SAW:
إنكم سترون ربكم
Yang artinya kurang lebih :
          “Sesungguhnya kalian (kelak di sorga) akan bisa melihat langsung kepada Allah SWT dengan jelas (nyata/tidak terhalangi oleh apapun)”.
Maka wajib bagi kita untuk mengimani dan meyakininya bahwa kelak para penghuni surga (orang-orang mukmin) bisa memandang keindahan dan keagungan Dzat Allah SWT dengan tanpa seperti apapun, Sebagaimana Firman Suci Allah SWT dalam Al-Qur'anul Karim :
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ  [ الشورى:11 ]
Yang artinya kurang lebih :
“Sesungguhnya tidak ada segala sesuatu yang menyerupai Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (Q.S. Asy-Syuuraa 11).
Kemudian Allah SWT Berfirman :
يا كروب إرفع الحجاب بيني وبين عبادي
“Wahai Malaikat Karub, bukalah hijab yang menghalangi hamba-hamba-Ku dari-Ku”.
Maka, pada saat Malaikat Karub membuka hijab, seketika terhembus darinya Sir Keagungan Allah SWT yang sangat dahsyat luar biasa menuju kepada mereka, tembus langsung ke sanubarinya, menyebar ke seluruh tubuhnya hingga membuat wajahnya bercahaya kemilauan dan pakaiannya bersinar gemerlapan, melambungkan angan-angan yang penuh dengan segala keindahan, sirna dalam Keagungan Allah SWT.
Kemudian Allah SWT Berfirman :
يا كروب إرفع الحجاب الأعظم
“Wahai Malaikat Karub, bukalah Hijaab yang sangat Agung, yang menghalangi hamba-hamba-Ku dari Keindahan dan Keagungan Dzat-Ku”.
Seketika Malaikat Karub membuka Hijaabul A’dhom. Pada saat itulah Allah SWT memberikan kemampuan kepada mereka untuk bisa memandang secara langsung Keindahan dan Keagungan Dzat-Nya yang tidak seperti sesuatu.
Kemudian Allah SWT Berfirman :                  
من أنا
“Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, siapakah Aku?”
Serentak mereka menjawab :
أنت الله
“Sesungguhnya Engkau adalah Allah SWT”.
Kemudian Allah SWT Berfirman :
أنا السلام وأنتم المسلمون وأنا المؤمن وأنتم المؤمنون وأنا المحجوب وأنتم المحجوبون هذا كلامي فاسمعوه وهذا نوري فشاهدوه وهذا وجهي فانظروه
“Sesungguhnya Aku adalah Dzat Yang Maha Memberi kesejahteraan dan kalian semua adalah hamba-hamba-Ku yang telah Aku pilih untuk Aku anugerahi kesejahteraan. Sesungguhnya Aku adalah Dzat Yang Maha Memberi keamanan dan kalian semua adalah hamba-hamba-Ku yang telah Aku pilih untuk Aku anugerahi keamanan. Sesungguhnya Aku adalah Dzat Yang Al-Mahjub (tiada siapapun yang mampu menembus hijabnya), dan kalian semua adalah hamba-hamba-Ku yang telah Aku pilih untuk Kubuka hijab kalian sehingga bisa langsung melihat dengan jelas Keindahan dan Keagungan Dzat-Ku. Dengarkan dan perhatikanlah Firman-firman Suci-Ku ini. Saksikanlah Cahaya Keagungan-Ku ini. Dan pandanglah Dzat-Ku yang sangat Indah dan Agung ini .
Merekapun sirna dalam dahsyatnya kenikmatan memandang Keindahan dan Keagungan Dzat Allah SWT yang tidak seperti apapun. Dengan sangat jelas, tanpa ada penghalang (hijab). Lama dan sangat lama sekali hingga sampai tiga ratus tahun mereka sungguh benar-benar sirna dalam kenikmatan memandang Dzat Allah SWT.
Kemudian setelah mereka kembali sadar dari menikmati hal itu, dengan merasakan kepuasan yang tiada duanya, dan amat sangat membekas di seluruh jiwa raga mereka, maka dengan penuh tawadlu’ mereka berkata :
إلهنا ما عبدناك حق عبادتك أتأذن لنا في السجود
“Ya Allah, sesungguhnya, sangatlah nyata, bahwa kami semua belum pernah bisa beribadah mengabdi kepada-Mu dengan sesungguh-sungguhnya. Maka izinkanlah kami Ya Allah untuk sujud kepada-Mu dengan sesungguh-sungguhnya”.
Allah SWT Berfirman kepada mereka :
يا عبادي هذه دار ليس فيه ركوع ولا سجود وإنما هي دار جزاء وخلود وأنا الآن قد دعوتكم إلى ضيافتي وكرامتي قد حصل الوعد الذي وعدتكم قد أذنت لكم بهذه السجدة ولا سجود عليكم بعدها
“Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman. Sesungguhnya di surga ini, bukanlah tempat untuk ibadah. Namun sebagai tempat menikmati pahala yang abadi. Dan sekarang ini, Aku panggil kalian untuk mendatangi dan menikmati segala jamuan-Ku yang penuh dengan berbagai macam anugerah yang agung. Sungguh telah Aku tepati segala janji-Ku kepada kalian semua. Namun sekarang, Aku ijinkan kepada kalian semua, untuk bersujud kepada-Ku hanya kali ini saja. Dan tidak ada sujud lagi untuk selama-lamanya”.
Seketika mereka semua para Nabi, para Rasul dan berjuta-juta umatnya, serentak bersujud dengan khusyu’ dan hudlur. Sirna dalam Kebesaran dan Keagungan Allah SWT Dzat Yang Maha Kekal Abadi selama-lamanya yang tanpa seperti sesuatu. Demikian pula seluruh pepohonan surga, buah-buahan, istana-istana, kubah-kubah, singgasana-singgasana, sungai-sungai, para bidadari, para pelayan, para dayang, para wildan, para Malaikat dan seluruhnya serentak ikut sujud Sirna dalam Kebesaran dan Keagungan Allah SWT Dzat Yang Maha Kekal Abadi selama-lamanya yang tanpa seperti sesuatu. selama empat puluh tahun.
Kemudian Allah SWT Berfirman :
يا عبادي إرفعوا رؤسكم بالتكبير والتهليل والتقديس والتحميد والثناء على رب العالمين
“Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, angkatlah kepala kalian dengan memuncakkan bacaan takbir, tahlil, taqdis, tahmid dan memanjatkan pujian kepada-Ku Dzat Yang Maha Menguasai seluruh alam semesta”.
Seketika mereka mengangkat kepala, dengan serentak mengucapkan takbir, tahlil, taqdis, tahmid dan memanjatkan pujian kepadaAllah SWTDzat Yang Maha Menguasai seluruh alam semesta.
Kemudian Allah SWT Berfirman :
السلام عليكم يا أصفيائي السلام عليكم يا معشر الأحباب السلام عليكم يا أوليائي تمنوا علي ما شئتم
“Salam sejahtera bagi kalian semua wahai hamba-hamba pilihan-Ku. Salam sejahtera bagi kalian semua wahai hamba-hamba terkasih-Ku, Salam sejahtera bagi kalian semua wahai hamba-hamba-Ku yang Aku cintai. Segala apa yang kalian inginkan,  pasti Aku kabulkan semua keinginan kalian”.
Mereka serentak berkata :
إلهنا وسيدنا ومولانا نتمنى رضاك عنا
“Ya Allah Sesembahan kami, sesungguhnya hanya Ridla-Mu semata yang kami inginkan”.
Kemudian Allah SWT Berfirman :
يا عبادي برضائي أدخلتكم جنتي وأسكنتكم جواري ومتعتكم بالنظر إلى وجهي الكريم ورضيت عنكم فهل أنتم رضوان عني
“Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya hanya dengan Ridla-Ku semata,  Aku masukkan kalian ke surga, Aku tempatkan kalian di tempat yang paling mulia di Sisi-Ku, Aku anugerahi kalian dengan melihat Keindahan dan Keagungan Dzat-Ku secara langsung tanpa ada hijab. Sungguh Aku Ridlakepada kalian. Apakah kalian merasa puas atas segala Anugerah-Ku yang Aku limpahkan kepada kalian ?" .
Serentak mereka semua menjawab :
نعم والله لقد انزلنا ربنا منزلة الكرامة لانبغي حولا ولابدلا
          "Benar Ya Allah, kami benar-benar merasa puas atas segala anugerah-Mu. Segala puji bagi-Mu Dzat yang telah menganugerahkan kepada kami tempat yang penuh dengan keindahan dan kemuliaan yang tidak ada bandingannya lagi ".
Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur-anul Kari :
رضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُ
Yang artinya kurang lebih :
“(Sesungguhnya) Allah SWT Ridla terhadap mereka dan merekapun ridla(merasa puas)atas anugrah-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya” (Q.S. Al-Bayyinah 8).
           Kemudian mereka seluruhnya beserta istri-istrinya dan seluruh keluarganya kembali dijamu oleh Allah SWT dengan berbagai macam anugerah yang melimpah tiada tara selama seratus ribu tahun. Dengan merasa puas dan bangga atas jamuan dari Sang Pencipta alam semesta yang telah memberiBelas Kasih Sayang pada mereka dengan memilihnya sebagai penghuni surga-Nya yang kekal abadi selama-lamanya. Sehingga semakin meluap kecintaan mereka dan ta’dhim (pengagungan) kepada Allah SWT.Semakin memuncak rasa aman, damai dan kebahagiaannya di dalam naungan Ridla Allah SWT yang kekalabadi selama-lamanya. Dan semakin memuncak rasa syukurnya kepada Allah SWT atas Taufiq dan Hidayah-Nya dengan diberi iman dan dijadikan sebagai ummat Kekasih-Nya, diselamatkan dari segala rintangan sejak di dunia, di alam barzakh, di padang makhsyar , hingga lewat shirat selamat dari neraka jahannam dan masuk surga yang penuh dengan kemuliaan, keindahan, dan kesejahteraan untuk selama-lamanya.
    Setelah mereka puas dan sempurna kebahagiaannya dalam jamuan Allah SWT, mereka semua dipersilahkan menghadiri undangan jamuan dari Kekasih-Nya yang paling mulia Baginda Rasulullah Muhammad SAW, selama lima puluh ribu tahun dengan segala kenikmatan dan keindahan yang tidak dapat mereka dapati di sorga mereka. Sehingga mereka merasa sangat betah, dan enggan untuk keluar darinya. Sebagaimana disebutkan dalam kitab tersebut hlm 39.
Maka dapat dipastikan, bahwa dengan senang hati, mereka para Nabi, para Rasul, beserta berjuta-juta umatnya akan mendatangi panggilan dari Sang pemimpin agung mereka yang sangat mereka cintai dan rindukan selama di dunia, Baginda Rasulullah Muhammad SAW, yang akan  memberikan jamuan yang sangat istimewa dan luar biasa dan benar-benar sangat komplit dari segi fasilitas, tempat yang sangat luas, dan indah mempesona. Mereka bergembira ria menikmati segala macam keindahan dan kenikmatan yang tiada bandingnya. Begitu pula para istri-istri, para sanak famili dan keluarganya juga merasakan segala kenikmatan dan keindahan semuanya itu .
Di tempat itulah, mereka bisa bertemu dan berkomunikasi langsung dengan Sang Pemimpin Sejati yang sejak di dunia telah lama mereka rindukan siang dan malam. Mereka meluap kebahagiaan dan kedamaian hatinya saat bertemu dan menatap keindahan dan keagungan wajah Baginda Rasulullah SAW yang penuh dengan keteduhan, kesejukan, dan belas kasih sayang sejati yang sangat sempurna. Sudah dipastikan akan Bergetar hati mereka di saat mendengar dan merasakan secara langsung sabda demi sabda Baginda Rasulullah Muhammad SAW yang menyapa mereka dengan penuh kasih sayang dan kata-kata yang sangat lembut dan halus menentramkan jiwa. Ditambah lagi dengan sempurnanya sikap keramahan dan kedermawanan Beliau SAW dalam menyambut dan mempersilahkan mereka untuk mencicipi dan menikmati segala macam jamuan dan hidangan yang telah disediakan bagi mereka. Dan sungguh benar-benar tak bisa terlukiskan dan tergambarkan betapa agungnya Belas kasih sayang dan kedermawanan Baginda Rasulullah Muhammad SAW.
Betapa mulia dan agungnya Engkau wahai Baginda Rasulullah SAW. Engkau telah tulus sejati dan penuh belas kasih sayang menuntun kami dengan ajaran suci nan mulia dengan penuh kesabaran, ketabahan, pengorbananb dan perjuangan yang tiada henti. Tak Engkau hiraukan sedikitpun segala derita, sakit, cacian, cemoohan, hujatan dan segala bentuk perlawanan dari siapapun yang merintangi dakwahmu. Engkau tetap gigih dan bekerja keras tak kenal lelah, hingga petunjuk sucimu bisa sampai dan menuntun kehidupan kami. Bahkan setiap saatpun Engkau gunakan untuk selalu mengiba dan memohon ke Hadlirat Allah SWT agar kami mendapati ampunan, keselamatan, dan kemuliaan di Sisi-Nya.
Alangkah mulia dan agungnya Engkau wahai Baginda Rasulullah SAW. Bahkan Engkau tetap peduli dan sangat memperhatikan keadan kami pada saat kami menjelang ajal, saat di alam barzakh, saat di padang makhsyar, saat di haudl, saat di hisab, saat di mizan dan saat di shirath melewati ganasnya api jahannam hingga dengan syafaatmu yang agung Engkau tuntun kami bersama-sama untuk masuk surga Allah SWT yang dipenuhi dengan segala macam keindahan dan kebahagiaan yang kekal abadi selama-lamanya.
Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Al-Imam Al-Habib Muhammad bin Ali bin Alawiy Khird  Ba Alawiy Al-Husainiy dalam kitabnya Al-Ghurarhlm  473, Baginda Rasulullah Muhammad SAW bersabda :
قال النبي صلى الله عليه وسلم حبي وحب أهل بيتي نافع في سبعة مواطن أهوالهن عظيمة عند الوفاة وعند القبر وعند النشر وعند الكتاب وعند الحساب وعند الميزان وعند الصراط
Yang artinya kurang lebih :
Sesungguhnya orang yang sungguh-sungguh mencintaiku dan keluargaku dengan tulus, akan mendapati limpahan Belas Kasih Sayang Allah SWT pada tujuh tempat yang situasi dan kondisinya penuh dengan segala petaka yang dahsyat menakutkan, yaitu pada saat menjelang ajal, pada saat di alam barzakh, pada saat bangkit dari kubur, pada saat pembagian kitab catatan amal, pada saat hisab (pertanggung jawaban amal perbuatan), pada saat mizan (ditimbangnya segala amal perbuatan), dan pada saat shirat (melewati titian/ jembatan) di atas neraka menuju sorga”.
Alangkah agungnya engkau wahai Baginda Rasulullah SAW. Sunguh sangat wajib bagi kami untuk mengagungkanmu dan mencintaimu. Bagaimana tidak, orang yang tidak mengagungkan dan mencintai keluarga dan sahabatmu saja akan celaka, sebagaimana yang telah engkau sabdakan yang diriwayatkan oleh cucumu yang engkau cintai Sayidina Hasan bin ‘Ali Rodliallah ‘anhuma :
لكل شيئ اساس واساس الاسلام حب اصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم وحب اهل بيته
Yang artinya kurang lebih :
"Sesungguhnya segala sesuatu itu ada pondasinya, dan pondasi Islam adalah cinta kepada para shahabat dan para keluarga Baginda Rasulullah SAW ".
Dan bisa dipastikan di tempat jamuan tersebut mereka bisa bertemu dengan orang-orang agung yang mereka idolakan, yaitu para Rasul dan Nabi yang agung nan mulia. Dan juga bertemu dengan Para Ahli Bait dan para Shahabatnya Baginda Rasulullah SAW yang luhur. Dan juga para Auliya’ dan Para Ulama Sholihin yang telah benar-benar mewarisi, meneruskan dan mengemban misi dan tugas agung sebagai kholifahnya untuk berjuang tulus ikhlas dan semaksimal mungkin tak kenal lelah demi menegakkan ajaran suci Baginda Rasulullah Muhammad SAW dengan mengarang kitab-kitab, demi untuk memudahkan bagi umat untuk memahami ajaranya. Membentuk majlis-majlis ta’lim, pondok-pondok pesantren, sebagai wujud nyata khidmah suci pada umat agar bisa mengamalkan ajaran-ajaran suci nan mulia Baginda Rasulullah SAW, dan tidak terpengaruh oleh kebudayaan yang menyesatkan.
Bahkan mereka juga mengadakan acara-acara maulid, isra’ mi’raj dan lain sebagainya, semata-mata agar umat mengenal, mengagumi dan mencintai Baginda Rasulullah SAW dan juga mencintai kepada para keluarga (ahli bait)nya yang suci nan mulia,  dan juga para sahabat setianya yang luhur, agar bisa mengamalkan ajaranya dengan benar dan mencintai mereka dari lubuk hati yang dalam sehingga umat bisa selamat .
Ya Rasulallah, Shalawat dan salam semoga selalu melimpah kepadamu, keluargamu, para sahabatmu dan para Ulama’ Sholihin pewarismu. Sungguh kami tak mampu untuk membalasnya hanya berdoa :
جزى الله عنا سيدنا محمدا صلى الله عليه وسلم واهل بيته واصحابه والعلماء الصالحين خيرا ما هم أهله  عدد خلق الله بدوام ملك الله
"Semoga Allah SWT senantiasa memberikan balasan yang setimpal kepada Baginda Rasulullah SAW beserta seluruh ahli bait, shahabatnya dan para Ulama’ Shalihin atas segala kebijakan dan belas kasih sayangnya kepada kami sebanyak seluruh makhluk-makhluk Allah SWT, kekal abadi selama-lamanya ".
          Dan diriwayatkan di Kitab Ad-Durarul Hisaan  Lil Imam Jalaaluddin As-Suyuthi Hamisy Daqaa'iqul Akhbaar hlm 39; Bahwa setelah selesainya jamuan dari Baginda Rasulullah SAW mereka dipersilahkan untuk berekreasi mengunjungi pasar raya yang disitu  telah disediakan berbagai macam kebutuhan-kebutuhan yang senantiasa tampil beda. Dan mereka dipersilahkan untuk mengambil sepuas-puasnya dengan gratis.
Dan di situ mereka semakin asyik melepaskan kangen dengan para keluarga dan shahabat-shahabatnya sewaktu di dunia. Berbincang-bincang di taman-taman yang sangat indah, duduk di atas ranjang yang megah, di bawah pohon yang besar nan rindang, penuh dengan berbagai macam buah-buahan yang sangat ranum dan lezat, serta menikmati berbagai macam hidangan yang sangat nikmat. Mereka saling menanyakan keadaan mereka, surga kediaman mereka dan anugerah-anugerah Allah SWT yang dilimpahkan kepada mereka. Rasa syukur segala puji bagi Allah SWT selalu yang menjadi ucapan mereka.
          Kemudian setelah mereka selesai dari acara demi acara yang sangat indah dan membahagiakan, yang senantiasa menjadikan mereka ketagihan ingin segera terulang kembali, maka mereka pun pulang kembali ke istananya masing-masing.
Dan sesungguhnya hal itu semua (panggilan jamuan Allah SWT dan Rasulullah SAW), senantiasa terulang, kekal abadi selama-lamanya.
Sesampainya di istananya, mereka disambut dengan suka-ria oleh para pelayan dan para bidadari yang telah berdandan dengan berbagai keindahan dan kemegahan, serta menampakkan kerinduan yang amat sangat.
          Kemudian mereka masuk istana dan disambut oleh istri-istri mereka yang telah sampai lebih dulu dengan berkata :
ما أشد حسنك اليوم وما أكثر نور وجهك
“Wahai suamiku, betapa engkau sekarang menjadi semakin gagah rupawan dan semakin bercahaya anggun penuh wibawa”.
Suaminya menjawab :
نظرت إلى وجه ربي  فوقع نوره على وجهي
"Wahai istriku tercinta, sesungguhnya keindahan ini adalah berkat melihat Allah SWT Dzat Yang Maha Mulia sehingga menjadi seperti apa yang engkau lihat".
Dan iapun berkata kepada istrinya :
وأنت والله قد عظم حسنك واستنار وجهك
"Wahai istriku, demi Allah SWT, demikian juga kamu, semakin cantik jelita, bercahaya dan anggun mempesona".
Istrinya menjawab :
كيف لا ينور وجهي وقد وقع عليه نور ربي
"Bagaimana tidak wahai suamiku, sesungguhnya wajah ini juga telah diizinkan memandang Dzat Allah SWT, sehingga dengan berkahnya menjadi seperti apa yang engkau lihat ".
          Sesungguhnya mereka para penghuni surga senantisa muda, sehat, gagah, dan berwibawa. Begitu pula para istrinya senantiasa muda, sehat, cantik jelita, selalu dalam keadaan ketenangan, ketentraman dan kedamaian yang luar biasa. Tiada sesuatu yang diinginkan selain akan terwujud dengan seketika. Bagaikan raja dan permaisurinya yang senantiasa  berbulan madu sepanjang masa dalam kesenangan, kebahagiaan dan kenikmatan. Dan hal itu senantiasa bertambah dan bertambah tiada hentinya, tak ada takut ataupun cemas, tak ada sakit, susah ataupun jenuh selama-lamanya. Bertamasya bersama  menikmati keindahan dan kemegahan surga dengan segala macam hiburan yang menyenangkan dan berbagai fasilitas yang serba komplit. Berupa taman-taman yang sangat indah dengan dipenuhi bunga-bunga yang harum semerbak, pohon-pohon besar nan rindang, penuh dengan berbagai macam buah-buahan yang lezat. Juga terdapat beraneka ragam sungai-sungai yang mengalir dan sangat nikmat sekali rasanya.
Sebagaimana disebutkan di kitab Ad-durrul Mantsur Lil-Imam Suyuthi juz 1 hlm 51, Tafsir Ibnu Katsir juz 4 hlm 455 dan juz 7 hlm 313, Tafsir Al-Khozin juz 4 hlm 89, dan Tafsir Ath-Thobari juz 14 hlm 355 Maktabah Asy-Syamilah, bahwa :
Sesungguhnya di surga terdapat berbagai macam sungai-sungai yang sangat luar biasa lezatnya. Diantaranya; sungai dari air, sungai dari susu, sungai dari madu dan sungai dari arak yang tidak memabukkan. Dan semuanya bersumber dari pohon Thuba yang berada di kediaman Baginda Rasulullah SAW di surga ‘Adn sebagai ibu kota surga yang sangat indah dan megah luar biasa.
          Dan disebutkan di kitab Ad-Durarul Hisan hlm 41 dan Tafsir Ibnu Katsir juz 8 hlm 214 Maktabah Asy-Syaamilah, bahwa mereka juga dizinkan untuk saling berkunjung kepada yang setingkat dengannya, baik sanak saudara, orang tua, kerabat ataupun shahabat karibnya sewaktu di dunia, bahkan kepada para penghuni surga yang di bawahnya. Namun bagi penghuni surga yang di bawah tidak diperkenankan untuk datang masuk surga yang di atasnya.
          Dan kapan saja mereka menginginkan untuk mengunjunginya baik yang setingkat ataupun yang di bawahnya, seketika ranjang tempat duduk mereka terbang dengan sangat cepat menuju tempat yang ditujunya untuk saling melepas kangen dan berbincang-bincang tentang segala yang mereka alami  sewaktu di dunia ataupun di surga, sehingga rasa syukur segala puji bagi Allah SWT selalu menjadi ucapan mereka.
Sesungguhnya segala macam kenikmatan dan keindahan  yang sangat luar biasa yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada mereka untuk selama-lamanya, tiada lain adalah semata-mata berkat bimbingan, belas kasih sayang dan syafaat Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Semoga kita semua termasuk sebagaian dari mereka, Aamiin Yaa Robbal ‘Alamiin.
Dan sesungguhnya ini hanyalah sebagaian kecil dari data-data tentang keindahan dan kemuliaan surga yang diriwayatkan oleh para Ulama’ Ahli Sunah wal Jamaah karena tujuan kami hanya untuk meringkas.
Kemudian  setelah Allah SWT menunjukkan tempat tinggal yang abadi bagi Beliau SAW di surga yang sangat agung luar biasa, maka Malaikat Jibril AS mengajaknya keluar dari surga. Dan kemudian memperlihatkan kepada Beliau SAW dahsyatnya siksa neraka yang abadi, sebagai ancaman dari Allah SWT kepada orang-orang yang tidak beriman. Sebagaimana diriwayatkan dalam Kitab Al-Kasyfu wal Bayan Lil Imam Ats-Tsa’labiy Juz 7 hal 467 Maktabah Asy-Syaamilah bahwa Baginda Rasulullah SAW bersabda :
ثمّ عرض عليَّ النار حتّى نظرت إلى أغلالها وسلاسلها وحيّاتها وعقاربها وغساقها ويحمومها،
”Kemudian diperlihatkan kepadaku dahsyatnya siksa neraka sehingga aku bisa melihat dengan jelas belenggu-belenggunya, rantai-rantainya, ular-ularnya serta kalajengkingnya yang sangat berbisa”.
Kemudian aku melihat orang-orang yang mulutnya seperti bibir onta. Dan dimasukkan batu api neraka yang panas membara ke dalam mulutnya sehingga keluar melalui duburnya.
Aku bertanya :
“Wahai Jibril, siapakah mereka ?”
Malaikat Jibril AS menjawab :
“Wahai Kekasih Allah, mereka adalah orang-orang yang memakan harta anak yatim dengan semena-mena (dholim)”.
          Kemudian aku melihat orang-orang yang buncit perutnya sebesar rumah dipenuhi berbagai macam ular berbisa yang keluar dari perutnya. Mereka tergeletak bergelimpangan di jalan-jalan yang dilalui oleh Fir’aun beserta antek-anteknya. Apabila Fir’aun beserta antek-anteknya digiring oleh para Malaikat ke neraka, maka mereka terdorong, jatuh dan terinjak-injak olehnya. Bahkan mereka terseret-seret ke dalam siksa neraka.
Aku bertanya;
“Wahai Jibril, siapakah mereka ?”
Malaikat Jibril AS menjawab;
“Wahai Kekasih Allah, mereka adalah orang-orang yang memakan harta riba (rentenir)”.
          Kemudian aku juga melihat orang-orang yang lidahnya menjulur keluar dan dipotong-potong   dengan gergaji dan gunting-gunting raksasa dari api yang panas membara. Seketika lidah itu pulih kembali, maka digunting lagi, sehingga dia menjerit-jerit dalam teriakan dan tangisan yang tiada henti.
Aku bertanya :
“Wahai Jibril, siapakah mereka ?”
Malaikat Jibril AS menjawab :
“Wahai Kekasih Allah, mereka adalah para da’i (penceramah) yang mengajak orang-orang kepada kebaikan akan tetapi dia sendiri tidak ada keinginan  dan usaha untuk melakukannya”.
          Kemudian aku melihat orang-orang yang kukunya sangat panjang dan runcing terbuat dari tembaga yang panas membara, dan senantiasa menggaruk-garuk muka dan tubuhnya sehingga hancur tercabik-cabik. Seketika pulih lagi dan disayat-sayat lagi sendiri. Dan begitu seterusnya tiada henti. Mereka dalam kesakitan dan kepedihan yang sangat luar biasa serta tangisan pilu dan teriakan yang menyayat kalbu.
Aku bertanya :
“Wahai Jibril, siapakah mereka ?”
Malaikat Jibril AS menjawab :
“Wahai Kekasih Allah, mereka adalah orang-orang yang suka menggunjing dan menjatuhkan harga diri orang lain”.
          Kemudian aku melihat orang-orang yang disediakan di hadapannya daging-daging matang yang sangat lezat. Namun justru mereka memakan dengan rakus daging-daging mentah dan busuk yang ada di sampingnya, sampai mereka muntah-muntah. Dan begitulah seterusnya tiada henti.
Aku bertanya :
“Wahai Jibril, siapakah mereka ?”
Malaikat Jibril AS menjawab :
“Wahai Kekasih Allah, mereka adalah orang-orang yang suka berzina (selingkuh, homo, lesbi dll) padahal bisa memiliki pasangan (istri/suami) yang sah (halal)”.
          Dan diriwayatkan dalam kitab Al-Kabair Lil-Imam Muhammad bin Usman Al-Dzahabi juz1 hlm 172 dari Sayidina Ali RA berkata; Aku dan istriku (Sayyidatuna Fathimah Az-Zahra RA) datang kepada Baginda Rasulullah SAW Yang sedang menangis bersedih hati, akupun bertanya:
“Wahai Baginda Rasulullah SAW apakah yang membuat engkau menangis bersedih hati ?”
Baginda Rasulullah SAW menjawab :
“Wahai Ali, pada waktu isra’, aku diperlihatkan para wanita yang disiksa dengan berbagai siksaan yang amat dahsyat. Diantara mereka ada yang digantung dengan rambutnya sendiri di atas api neraka yang panas membara sehingga otaknya mendidih. Kemudian aku diperlihatkan para wanita yang digantung dengan lidahnya sendiri di atas api neraka dan cairan timah yang panas membara senantiasa dimasukkan ke dalam mulutnya tiada hentinya. Kemudian aku melihat para wanita yang dibelenggu seluruh tubuhnya dari ujung kaki hingga ubun-ubun kepala. Dikerubuti oleh ular-ular dan kalajengking-kalajengking yang berbisa. Selalu dicabik-cabik, digigit dan disengat berulang-ulang tiada hentinya. Kemudian aku melihat para wanita yang digantung dengan payudaranya sendiri dalam kondisi terbalik (kaki di atas dan kepala di bawah). Dan api yang sangat panas membara, menyala-nyala di bawahnya. Kemudian aku melihat para wanita yang kepalanya berupa babi dan badannya berupa keledai yang disiksa dengan segala macam bentuk siksaan. Kemudian aku melihat wanita yang berwujud anjing dan mulutnya dimasuki api yang sangat panas membara hingga keluar dari duburnya (anus), dan para malaikat senantiasa memukuli kepalanya dengan palu godam dari api neraka yang menyala-nyala”.
Kemudian Sayyidatuna Fathimah Az-Zahra RA bangkit berdiri dengan berkata:
“Wahai Baginda Rasulullah SAW pujaan hatiku yang sangat aku cintai. Sesungguhnya dosa apakah yang dilakukan oleh para wanita tersebut sehingga disiksa dengan siksaan yang sangat dahsyat ?”
Baginda Rasulullah SAW menjawab :
"Sesungguhnya para wanita yang digantung dengan rambutnya sendiri di atas api neraka yang panas membara sehingga otaknya mendidih, mereka adalah para wanita yang tidak memakai jilbab (tidak menutupi rambut dan kepalanya dari laki-laki yang bukan muhrimnyaatau memakai pakaian yang ketat sehingga terlihat lekuk tubuhnya).
Dan para wanita yang digantung dengan lidahnya sendiri di atas api neraka dan cairan timah yang panas membara senantiasa dimasukkan ke dalam mulutnya tiada hentinya, mereka adalah para wanita yang suka menyakiti hati suaminya.
          Dan para wanita yang dibelenggu seluruh tubuhnya dari ujung kaki hingga ubun-ubun kepala. Dikerubuti oleh ular-ular dan kalajengking-kalajengking yang berbisa. Selalu dicabik-cabik, digigit dan disengat berulang-ulang tiada hentinya, mereka adalah para wanita yang tidak peduli dengan mandi jinabat atau haidl, dan meremehkan sholat”.
Dan para wanita yang digantung dengan payudaranya sendiri dalam kondisi terbalik (kaki di atas dan kepala di bawah). Dan api yang sangat panas membara, menyala-nyala di bawahnya, mereka adalah para wanita yang suka zina (selingkuh) atau membunuh anaknya (aborsi/menggugurkan kandungannya tanpa ada sebab yang diperbolehkan oleh Syariat  ).
Dan para wanita yang kepalanya berupa babi dan badannya berupa keledai yang disiksa dengan segala macam bentuk siksaan, mereka adalah para wanita yang suka mengadu domba dan berbohong.
Dan para wanita yang berwujud anjing dan mulutnya dimasuki api yang sangat panas membara hingga keluar dari duburnya (anus), dan para malaikat senantiasa memukuli kepalanya dengan palu godam dari api neraka yang menyala-nyala, mereka adalah para wanita yang suka mengungkit-ungkit jasa kebaikannya (khususnya kepada suami) dan iri dengki kepada orang lain ".
Dalam kesempatan ini, kami ingin menukil data-data dari Kitab Suci Al-Qur’an dan Hadis-hadis Baginda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh para Ulama Sholihin Ahlussunnah Wal-Jama’ah tentang sebagian kecil dari dahsyatnya padang mahsyar dan siksaan neraka yang merupakan wujud nyata ghodhob (kemurkaan)nya Allah SWT kepada orang-orang yang durhaka dan menentang ajaran para Rasul -Nya. Dan kami awali dari alam barzah (alam kubur) yang mana setiap orang dipastikan akan mengalaminya sebagaimana diriwayatkan dalam kitab Sabilul-IddikarLil-Imam Quthbil-Irsyad Alhabib ‘Abdullah bin ‘Alawi Alhaddad RA hlm 67 bahwa orang yang meninngal dunia, ruhnya masih tetap hidup, ada yang bahagia dan ada yang tersiksa sesuai dengan amal perbuatannya masing-masing, Baginda Rasulullah SAW bersabda ;
القبر اما روضة من رياض الجنة واما حفرة من حفر النار
“Sesungguhnya alam kubur ada kalanya menjadi taman dari taman surga dan ada kalanya menjadi jurang siksaan dari neraka “.
Dan disebutkan dalam kitab Ihya’ Ulumiddin Lil Imam Hujjatul Islam Abu Hamid Al-Ghazali juz 4 / 478 bahwa ;
Orang yang berbahagia di alam kubur akan lebih berbahagia lagi pada saat ditunjukan tempattinggalnya nanti di surga, dan orang yang tersiksa di alam kubur akan lebih tersiksa lagi pada saat ditunjukan tempat tinggalnya nanti di neraka.
Dan begitulah keadaan mereka sampai hari kiamat nanti, yaitu pada saat Allah SWT memerintahkan Malaikat Isrofil AS meniup terompetnya yang pertama kali. Sebagai mana diriwayatkan dalam kitab Sabilul-Iddikar Lil-Imam Quthbil-Irsyad Al-Habib ‘Abdullah bin ‘Alawi Al-Haddad RA hlm 76 bahwa :
 Pada saat Malaikat Isrofil AS meniup terompetnya yang pertama kali, maka setiap makhluk hidup di alam semesta mati saat itu juga, baik yang berwujud ruh atau yang berupa jasad, di langit maupun di bumi, kecuali sebagaian dari para malaikat, yaitu empat malaikat pembawa Arsy, Malaikat Jibril AS. Malikat Mikail AS. Malaikat Isrofil AS dan Malaikat ‘Izroil AS.
Kemudian Allah SWT menghendaki kematian bagi mereka semua sebagaimana diriwayatkan dalam kitab Tafsir Al-Qur’anul Karim Lil Imam Ibnu Katsir 3/283 dan Kitab Tanbiihul Ghaafiliin hlm 17, bahwa Malaikat maut (‘Izroil AS) menghadap Allah SWT dan berkata :
يا رب، قد مات أهل السموات والأرض إلا من شئت
“ Ya Allah Sesungguhnya semua penghuni langit dan bumi telah mati semua tak tersisa kecuali sebagaian dari para malaikat yang Engkau kehendaki “.
 فيقول الله -وهو أعلم بمن بقي -: فمن بقي
Kemudian Allah SWT berfirman, “ Wahai ‘Izroil siapa saja yang masih hidup ?” Padahal sesungguhnya Allah SWT lebih  mengetahui hal itu.
Malaikat ‘Izrail AS menjawab :
 يا رب، بقيتَ أنت الحي الذي لا تموت، وبقيت حملة العرش، وبقي جبريل وميكائيل، وإسرافيل وبقيت أنا.
“ Ya Allah Sesungguhnya yang masih ada hanyalah Engkau Dzat yang Maha Hidup kekal abadi, para Malaikat pembawa Arsy, Malaikat Jibril AS, Malaikat Mikail AS, Malaikat Isrofil AS dan aku sendiri “
Kemudian Allah SWT berfirman :
ليمت جبريل وميكائيل وإسرافيل
“ Wahai ‘Izroil, cabutlah nyawa Malaikat Jibril, Malaikat Mikail, dan Malaikat Isrofil
Dengan penuh takjub  para malaikat pembawa Arsy berkata :
يا رب، يموت جبريل وميكائيل وإسرافيل؟
“ Ya Allah apakah Engkau kehendaki juga kematian untuk Malaikat Jibril, Malaikat Mikail dan Malaikat Isrofil ?“
Seketika Allah SWT berfirman :
اسكت، فإني كتبت الموت على كل من كان تحت عرشي،
“Diamlah kalian wahai para malaikat pembawa Arsy. Sesungguhnya telah Aku tetapkan kematian sejak zaman azali bagi seluruh makhluk di bawah Arsy-Ku “.
Seketika Malaikat Izroil AS pun mencabut nyawa mereka.
فيقول الله عَزَّ وجل -وهو أعلم بمن بقي -: فمن تبقي   
Kemudian Allah SWT berfirma, “ Wahai ‘Izroil siapa saja yang masih hidup ?” Padahal sesungguhnya Allah SWT lebih mengetahui hal itu.
Malaikat ‘Izroil AS menjawab :
بقيت أنت الحي الذي لا تموت، وبقيت حملة عرشك، وبقيت أنا.
“ Ya Allah Sesungguhnya yang masih ada hanyalah Engkau Dzat yang Maha Hidup kekal abadi, para Malaikat pembawa Arsy, dan aku sendiri
Kemudian Allah SWT berfirman :
ليمت حملة عَرْشي.
“Wahai ‘Izroil, cabutlah nyawa para Malaikat pembawa Arsy “
 Seketika Malaikat Izrail AS pun melaksanakannya.
فيقول الله -وهو أعلم بمن بقي - : فمن بقي؟
Kemudian Allah SWT berfirman, “Wahai Izrail sekarang siapa yang masih hidup ?” Padahal sesungguhnya Allah SWT lebih mengetahui hal itu.
Malaikat ‘Izroil AS menjawab :
يا رب، بقيت أنت الحي الذي لا تموت، وبقيت انا عبدك الضعيف.
“ Ya Allah Sesungguhnya yang masih ada hanyalah Engkau Dzat yang Maha Hidup kekal abadi dan aku sendiri hamba-Mu yang lemah ini“.
Kemudian Allah SWT berfirman :
ألم تسمع قولي كل نفس ذائقة الموت وأنت خَلْق من خلقي، خلقتك لما رأيت فمت.
“ Wahai ‘Izroil bukankah kamu telah mengetahui Firman-Ku bahwa semua makhluk hidup pasti akan merasakan kematian dan kamu juga sebagaian dari makhluk ciptaan-Ku, sesungguhnya Aku ciptakan  kamu untuk melaksanakan tugasmu (mencabut nyawa) maka Aku perintah kamu untuk mencabut nyawamu sendiri saat ini juga “.
Maka Malaikat Izrail AS melaksanakan perintah Allah SWT. mencabut nyawanya sendiri dengan merasakan kepedihan yang sangat menyakitkan hingga berkata :
لو كنت علمت أن نزع الروح مثل هذه الشدة والمرارة لكنت على قبض أرواح المؤمنين أشد شفقة
“Seandainya aku tahu beginilah sakit dan pedihnya kematian, niscaya aku akan lebih lemah lembut saat mencabut nyawa orang-orang yang beriman”.
Kemudian setelah semua mahluk mati tak tersisa, sebagaimana awal mulanya, yang ada hanyalah Allah SWT Dzat yang Maha Awal, Dzat yang Maha Kekal abadi selamanya, maka Allah SWT berfirman :
انا الجبار, انا الجبار, انا الجبار,
“Sesungguhnya Akulah Dzat yang Maha Perkasa, Sesungguhnya Akulah Dzat yang Maha Perkasa, Sesungguhnya Akulah Dzat yang Maha Perkasa”.
Kemudian Allah SWT berfirman :
لمن الملك اليوم. لمن الملك اليوم. لمن الملك اليوم ؟
“ Bagi siapakah kerajaan pada hari ini ?  Bagi siapakah kerajaan pada hari ini ?  Bagi siapakah kerajaan pada hari ini ? 
Kemudian Allah SWT berfirman :
لله الواحد القهار [غافر: 16]
“ Hanyalah Bagi Allah SWT Dzat yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”.
Kemudian Allah SWT menciptakan padang mahsyar dari hamparan logam yang rata dan sangat luas sekali, mencukupi seluruh penghuni mahsyar dari binatang, manusia, jin, setan, malaikat dan lain sebagainya.
Diriwayatkan dalam kitab Sabilul-Iddikar Lil-Imam Quthbil Irsyad Al-Habib ‘Abdullah bin ‘Alawi Al-Haddad RA hlm 84 bahwa; Allah SWT menyebarkan bibit-bibit makhluk di padang mahsyar, kemudian menurunkan sel-sel kehidupan kepada mereka, dan menurunkan hujan selama empat puluh hari, sehingga padang mahsyar dipenuhi dengan air setinggi dua belas hasta (kurang lebih enam meter), dan kemudian Allah SWT menumbuhkan jasad-jasad mereka seperti tumbuhnya sayur-sayuran, sehingga tumbuh jasad mereka dengan sempurna.
Kemudian Allah SWT menghidupkan empat malaikat pembawa ‘Arsy dan menambahnya menjadi delapan, dan menghidupkan malaikat Jibril AS, Malaikat Mikail AS dan Malaikat Israfil AS. Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada Malaikat Israfil AS untuk mengambil terompetnya. Dan Allah SWT menaruh para arwah didalam terompet tersebut untuk menghidupkannya, Kemudian Allah SWT berfirman kepada Malaikat Isrofil AS :
انفخ نفخة البعث
“Wahai malaikat Isrofil, tiuplah terompet dengan tiupan kebangkitan”.
Maka Malaikat Israfil AS meniup terompetnya, seketika keluarlah para arwah bagaikan lebah memenuhi angkasa, arwah orang mu’min putih bercahaya gemerlapan dan arwahnya orang kafir hitam pekat. Diriwayatkan dalam kitab tersebut hlm 76, bahwa jarak antara tiupan terompet yang pertama dan yang kedua adalah empat puluh tahun
Kemudian Allah SWT berfirman:
وعزتي وجلالي ليرجعن كل روح الى جسده
“ Demi Kemuliaan dan Keagungan-Ku, kembalilah wahai setiap ruh kepada jasadnya masing-masing “
Seketika setiap ruh masuk ke jasadnya masing-masing, melalui hidungnya dan menyebar ke seluruh jasadnya, kemudian mereka para manusia di bangkitkan oleh Allah SWT dalam umur yang sama yaitu tiga puluh tiga tahun, dan sesungguhnya yang pertama kali bangkit adalah Baginda Rasulullah SAW.
 Dan disebutkan di kitab Tanbihul GhaafiliinLisy-Syaikh Nashr bin Muhammad As-Samarqandiy hlm 17 dan kitab Bustaanul-Waa’idhinLil-Imam Ibnul-Jauziy juz 1 hlm 31-36 Maktabah Asy-Syaamilah, Baginda Rasulullah SAW bersabda; “ Bahwa Pada saat hari kiamat nanti, seluruh makhluk dari manusia, jin, setan, binatang baik laki-laki ataupun perempuan kecil maupun besar dari sejak zaman dahulu kala sampai hari kiamat dibangkitkan dari alam barzakh dan mereka (manusia/jin) akan dibangkitkan dengan bentuk dan keadaan yang sesuai dengan amal perbuatannya di dunia, ada yang perutnya buncit sebesar gunung, ada yang berupa babi, anjing dan monyet, ada yang buta, tuli dan bisu, ada yang berjalan dengan mukanya, ada yang di salib dengan kayu api membara, ada yang keluar nanah dan darahnya yang sangat busuk baunya, dan lain sebagainya (sebagaimana yang diperlihatkan kepada Baginda Rasulullah SAW disaat Isra’), dan ada juga yang selamat dari hal itu semua. Banyak diantara mereka dalam keadaan telanjang tak berbusana (selain orang-orang tertentu yaitu para Nabi, para Rasul, para Shalihin dan Shalihat sesuai derajatnya masing-masing). Mereka dikumpulkan di padang mahsyar, yang buminya rata, tak ada cekungan untuk bersembunyi, tak ada gundukan untuk berlindung, terbuat dari hamparan logam putih yang memantulkan panas dan terpanggang oleh panasnya matahari yang cuma sehasta tingginya. Dibiarkan terkatung-katung oleh Allah SWT dalam waktu yang sangat lama sekali yaitu lima puluh ribu tahun tanpa makanan, minuman dan tanpa naungan dari terik matahari yang sangat panas, campur baur berdesak-desakan. Sehingga mereka benar-benar tenggelam dalam keringatnya masing-masing dan hanyut dalam kesedihan yang luar biasa. Sibuk dengan keadaan dirinya sendiri, tak terpikirkan anak istri ataupun lainya. Tak henti-hentinya menangis sampai mengeluarkan darah dari matanya. Mereka benar-benar dalam ketakutan dan kesedihan yang sangat luar biasa, serta penderitaan yang sangat dahsyat, sehingga mereka menginginkan untuk cepat-cepat dihisab walaupun akibatnya masuk neraka. Kecuali para Nabi, para Rasul, orang-orang Solih dan Solihat, mereka semua diberi tempat yang khusus di bawah naungan ‘Arsy yang sangat sejuk. Para Rasul dan para Nabi, mereka di dalam mimbar-mimbar dari cahaya, dan khusus untuk Baginda Rasulullah SAW adalah mimbar yang paling tinggi dan paling mulia. Para Ulama’ shalihin mereka duduk diatas kursi-kursi dari cahaya, para Suhada’ dan orang-orang Shalihin dan Shalehat mereka di atas pasir mutiara misik sesuai dengan derajatnya masing-masing.
Sesungguhnya Baginda Rasulullah SAW sangatlah peduli kepada orang-orang yang sungguh-sungguh cinta dan setia kepadanya, dan berjanji akan melindungi mereka dari dahsyatnya petaka padang mahsyar dengan memberinya minuman dari Haudl (telaga Baginda Rasulullah SAW yang airnya mengalir dari telaga Kautsar) dibawah naungan ‘Arsy yang sejuk, yang di jaga oleh para malaikat yang banyak sekali,
Sebagaimana yang diriwayatkan dalam kitab Syarkh Al-‘Aqidah Al-Thahawiyyah juz 1 hlm 542 dari Sayyiduna Abi Sa’id Al-Khudri RA, Baginda Rasulullah SAW  bersabda :                                                                                                                                     
أنا فَرَطُكم على الحوض من مرّ علي شرب ، ومن شرب لا يظمأ أبدًا
“Sesungguhnya aku akan menunggu kalian semua di Al-Haudl (telaga Baginda Rasulullah SAW )orang yang bisa sampai kepadaku pasti akan meminumnya, dan barang siapa meminumnya maka tidak akan haus selamanya”.
Dan diriwayatkan oleh Al-Imam At-Thabrani Dari Sayyidina Ali RA, Baginda Rasulullah SAW bersabda ;
اول من يرد على الحوض اهل بيتي ومن احبني من امتي
“Sesungguhnya yang pertama kali sampai ke Haudl (telaga Baginda Rasulullah SAW). Adalah ahli baitku kemudian orang-orang yang cinta dan setia kepadaku“.
Dan sesungguhnya para malaikat penjaga Al-Haudl, mereka mengenal siapa saja yang datang, dan akan mengusir dengan cambuk dari api kepada orang-orang yang membenci dan hasud kepada Baginda Rasulullah SAW, keluarganya dan keturunanya, sebagaimana sabda Baginda Rasulullah SAW:
لا يبغضنا ولا يحسدنا أحد إلا ذيد عن الحوض يوم القيامة بسياط من النار
“Sesungguhnya orang-orang yang membenci dan hasad kepada kami (Baginda Rasulullah SAW dan keluarganya) pada hari kiamat nanti akan diusir dari Haudl dengan cambuk api neraka.”
          Dan diriwayatkana dalam kitab Al-Ghurar hlm 494 :
من مات على بغض ال محمد جاء يوم القيامة مكتوبا بين عينيه أيس من رحمة الله
 “Sesungguhnya barang siapa yang membenci keluarga Baginda Muhammad SAW maka di hari kiamat nanti akan tertulis diantara kedua matanya dengan jelas “Putus harapannya dari Rahmat Allah SWT ”
Diriwayatkan dalam kitab Bustanul Wa’idlin wariyadlu Sami’in Lil-Imam Jamaluddin Ibnul Jauziy juz 1 hlm 31 bahwa; Pada saat penghuni mahsyar dalam dahsyatnya kepedihan dan ketakutan yang sangat luar biasa, tenggelam dalam keringatnya masing-masing, dari jarak lima ratus tahun sudah terlihat dan dirasakan oleh penghuni mahsyar dahsyatnya panas neraka jahanam dan para malaikat yang mengendalikannya, sebagai simbul kemurkaan Allah SWT yang sangat dahsyat kepada orang-orang yang durhaka
Diriwayatkan dalam kitab Tanbihul Ghaafiliin Lisy- Syaikh Nashr bin Muhammad As-Samarqandiy hlm 17 dan dalam kitab Daqaa'iqul Akhbaar hlm 35 bahwa; Malaikat Jibril AS memberitahu kepada Baginda Rasulullah SAW; “Bahwa sesungguhnya di dalam neraka terdapat tujuh lapis/tingkatan, yang tiap-tiap satu lapis sedalam tujuh puluh tahun. Dan yang di bawahnya siksaannya tujuh puluh kali lipat, dan demikian pula yang di bawahnya lebih dahsyat lagi tujuh puluh kali lipat, begitu seterusnya. Baginda Rasulullah SAW bertanya, “Wahai Jibril, siapakah para penghuni lapisan neraka-neraka tersebut ?” Malaikat Jibril AS menjawab, “Wahai Kekasih Allah SWT. Sesungguhnya lapisan paling dalam (ketujuh) adalah Neraka Hawiyah penghuninya adalah Iblis, orang-orang munafiq dan Fir’aun beserta antek-anteknya. Lapisan di atasnya (keenam) adalah Neraka Aljahimpenghuninya adalah orang-orang musyrik. Lapisan di atasnya (kelima) adalah Neraka Saqor penghuninya adalah Assobiun (orang-orang yang tidak beragama/atheis). Lapisan di atasnya (keempat) adalah Neraka Ladho penghuninya adalah orang-orang majusi (para penyembah api ). Lapisan di atasnya (ketiga) adalah Neraka Huthomah penghuninya adalah orang-orang yahudi. Lapisan di atasnya (kedua) adalah Neraka Sa’ir penghuninya adalah orang-orang nasrani. Neraka lapisan paling atas yaitu Neraka Jahanam yang penghuninya adalah orang-orang islam yang berbuat dosa besar .
Dan diriwayatkan dalam kitab At-Targhib Wat-Tarhib 4/248 dari Shahabat Nafir bin Mujib RA berkata; "Bahwa didalam setiap lapisan neraka tersebut terdapat tujuh puluh ribu lembah dari api yang membara, dan di setiap lembah terdapat tujuh puluh ribu bagian, dan setiap bagaian terdapat tujuh puluh ribu tempat, dan pada setiap tempat terdapat tujuh puluh ribu ruangan, dan disetiap ruangan terdapat tujuh puluh ribu sumur, dan disetiap sumur terdapat tujuh puluh ribu ular-ular yang sangat besar dan berbisa, dan di setiap mulut ular-ular tersebut  terdapat kalajengking yang sangat besar dan berbisa. Dan setiap orang-orang kafir dan munafik akan mengalami semua siksaan di semua ruangan tersebut".
Diriwayatkan dalam kitab tersebut hlm 258 Baginda Rasulullah SAW bersabda; “Sesungguhnya ular-ular dan kalajengking neraka sangat besar dan berbisa sekali, satu gigitan dari ular-ular tersebut rasa panas dan sakitnya yang dahsyat luar biasa membekas selama tujuh puluh tahun. Dan satu sengatan dari kalajengking tersebut rasa panas dan sakitnya yang dahsyat luar biasa membekas selama empat puluh tahun”.
Diriwayatkan dalam kitab Daqaa'iqul Akhbaar hlm 36 bahwa; Sesungguhnya  para malaikat penjaga neraka diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya sehingga mereka tidak terpengaruh oleh dahsyatnya panas api neraka. Mereka dipimpin oleh Malaikat Malik yang mempunyai bala tentara (Malaikat Zabaniah AS) yaitu delapan belas malaikat yang agung, sangat besar dan garang. Dari besarnya, lebar punggung mereka sejarak perjalanan satu tahun, Pandangan mata mereka tajam mengerikan bagaikan kilat yang menyambar, gigi-gigi mereka yang besar dan runcing seperti tanduk banteng, lidahnya panjang menjulur sampai kaki, menyembur api yang panas membara dari mulut mereka, sangat kasar dan kejam tak ada belas kasih sayang sedikitpun di hati mereka. Dan setiap satu Malaikat Zabaniah memimpin berjuta-juta pasukan malaikat yang banyak sekali dan sangat besar menjulang tinggi, mukanya seperti ular naga, tak ada yang bisa menghitung jumlahnya kecuali Allah SWT, dan mereka semua diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengendalikan neraka sampai selesainya hisab kemudian bersama-sama dengan neraka menyiksa orang-orang kafir yang badanya telah dibesarkan oleh Allah SWT setinggi gunung  serta ditebalkan kulitnya oleh Allah SWT dan mempunyai seratus lapisan kulit. Setiap lapisan terisi berbagai macam siksaan yang berbeda-beda (agar semakin merasakan kepedihan siksaan yang berlipat ganda sesuai dengan dahsyatnya adzab siksaan Allah SWT). Wajahnya hitam legam mengerikan, dan tidak ada sinar di dalam matanya, rambutnya seperti batang pohon gandum, mereka tidak bisa mati, hidup dalam siksa dan derita, untuk selama-lamanya.
Sesungguhnya neraka sangat luas dan luas sekali tak dapat di bayangkan, mampu memuat seluruh penghuninya yang sangat besar-besar, sangat dalam dan mengerikan sekali. Perhiasannya berupa belenggu rantai dari api, minumannya berupa cairan timah panas dan nanah yang baunya sangat busuk sekali, dan pakaiannya adalah berupa sebagian dari api yang membara,
Diriwayatkan dalam kitab tersebut (Bustanul Wa’idlin Wariyadlus Sami’in Lil-Imam Jamaluddin Ibnul Jauziy) juz 1 hlm 31 dan juga disebutkan dalam kitab AL-Ghunyah Lisy-Syaikh Abdul Qodir AL-Jailani Juz 1 hlm 151,  “Bahwa  pada saat Allah SWT mendekatkan neraka jahanam ke padang mahsyar, dengan dikawal dan dikendalikan dengan tujuh puluh ribu kendali dari rantai besi api yang sangat besar dan panas membara. Dan setiap satu kendali dipegang oleh tujuh puluh ribu pasukan Malaikat Zabaniyah AS yang sangat besar tinggi menjulang, kepalanya seperti ular naga yang sangat garang tiada belas kasih sayang sedikitpun dihati mereka, wajah mereka bagaikan bara, pandangan matanya sangat tajam dan mengerikan seperti kilat, keluar semburan api dari mulut mereka, dengan membawa palu godam dari besi panas membara mengeluarkan tujuh puluh dua ribu percikan api yang menyala-nyala.
 Semakin mendekat dan mendekat sehingga sesampainya di antara halaman surga dan tepi padang mahsyar, Neraka Jahannam memohon kepada Allah SWT dengan berkata :
إلهي قد اشتد بلائي وأخمدت ناري وغلا حميمي وزقومي وكثر نتني وغسليني وأكل بعضي بعضا إلهي عجل بأهلي فوعزتك لأنتقمن لك ممن عصاك واتبع هواه وجحد آياتك وكذب رسلك وجعل معك إلها غيرك لا إله إلا أنت
“ Ya Allah, sungguh telah memuncak kemurkaanku, telah menyala-nyala apiku, telah mendidih cairan timahku, telah penuh dan siap zaqqum dan nanah-nanahku, Aku sungguh dalam kemarahan memuncak dan siap memangsa. Ya Allah, percepatkanlah hukumanmu pada mereka, Demi Kemuliaan dan Keagungan Dzat-Mu, aku akan menyiksa siapa saja yang durhaka kepada-Mu, mengikuti hawa nafsunya, menentang kebenaran Firman-firman-Mu, mendustakan Rasul-rasul-Mu, dan menyembah selain kepada-Mu. Sesungguhnya tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Engkau Ya Allah”.
Maka pada saat Neraka Jahannam melihat penghuni mahsyar yang durhaka kepada Allah SWT, seketika ia ingin menerkamnya, namun karena tertahan oleh para pasukan Malaikat Zabaniyah AS yang di perintahkan oleh Allah SWT untuk menahan dan mengendalikanya (karena belum tiba saatnya hisab dan hukuman bagi mereka), maka  meluaplah amarah dan dendamnya dengan berteriak mengeluarkan gemuruh suara halilintar yang sangat dahsyat sekali yang di dengar oleh seluruh penghuni mahsyar. Dan percikan-percikan bola api yang tak terhitung jumlahnya berhamburan laksana hujan lebat yang menyerang seluruh penghuni mahsyar yang durhaka pada Allah SWT. Sehingga mereka semakin memuncak dalam ketakutan dan  kepedihan yang sangat luar biasa. Mereka semakin menjerit-jerit kesakitan dan tenggelam dalam tangisan yang tiada henti.
Kemudian setelah Neraka jahannam melihat lagi  para penghuni mahsyar yang durhaka, yang kedua kalinya ia ingin menerkamnya lagi, namun karena tertahan oleh para pasukanya Malaikat Zabaniyah AS, kembali ia meluapkan amarah dan dendamnya dengan berteriak, mengeluarkan gemuruh suara halilintar yang lebih dahsyat lagi dengan mengeluarkan hujan api yang lebih mengerikan. Dan percikan-percikan bola api yang tak terhitung jumlahnya berhamburan laksana hujan lebat yang menyerang seluruh penghuni mahsyar yang durhaka. Mereka semakin ketakutan, menjerit, menangis sampai kering air matanya. Perasaan yang sangat sedih, takut dan khawatir bercampur baur dalam hatinya. Tak terpikirkan, dan bahkan lupa nasib orang lain yang terpikir hanya nasib dirinya sendiri, putus asa, ingin mati namun tak bisa.
Kemudian setelah Neraka jahannam melihat lagi  para penghuni mahsyar yang durhaka, yang ke tiga kalinya iapun ingin menerkamnya lagi, namun karena tertahan oleh para pasukan Malaikat Zabaniyah AS, kembali ia meluapkan amarah dan dendamnya dengan berteriak, mengeluarkan gemuruh suara halilintar yang lebih dahsyat dan lebih mengerikan lagi dari sebelumnya, dengan semburan batu-batu api bagaikan hujan meteor  yang sangat dahsyat luar biasa. Ingin memangsa mereka dengan ular-ular dan kalajengkingnya yang siap menerkamnya, walaupun hisab belum terlaksana. Seketika para penghuni mahsyar semakin memuncak dalam ketakutan dan kesedihan yang luar biasa. Sehingga para shalihin, para wali, para shiddiqin, bahkan para Nabi bertekuk lutut dalam ketakutan, padahal mereka dalam keadaan aman berada dibawah naungan ‘Arsy. Hanyalah Baginda Rasulullah SAW yang merasa aman tidak terpengaruh dahsyatnya ketakutan petaka mahsyar dan dahsyatnya kemurkaan neraka jahannam tersebut. karena sesungguhnya Allah SWT telah memberikan keamanan dalam jiwa Baginda Rasulullah SAW sehingga tidak takut selain hanya kepada Allah SWT.
Kemudian setelah Neraka jahannam melihat lagi  para penghuni mahsyar yang durhaka, yang keempat kalinya ia tidak tahan lagi untuk menahan amarahnya. Dengan segenap kekuatannya ia berteriak dengan teriakan yang sangat luar biasa, mengeluarkan semburan batu-batu api yang sangat besar dan sangat banyak sekali. Dan dengan kekuatanya yang sangat dahsyat putuslah semua belenggu dan rantai-rantai yang mengikatnya, tak mampu para pasukan Malaikat Zabaniyah AS mencegahnya, seketika menyerang seluruh penghuni mahsyar dengan segenap kekuatannya, apinya yang sangat panas berkobar membara, ular-ular dan kalajengkingnya yang ganas berbisa, ikut menyertainya.
Seketika berjuta-juta umat Baginda Rasulullah SAW berteriak memohon kepada Allah SWT dengan berwasilah kepada Baginda Rasulullah SAW kerena mengetahui kemuliaan dan keagunganya di Sisi Allah SWT dengan berkata :
اللهم اني اتوسل بحرمة حبيبيك سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم نجني من عذابك - اللهم اني اتوسل بقدر حبيبك سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم عندك نجني من عذابك
"Ya Allah, demi kemuliaan kekasih-Mu Baginda Nabi Muhammad SAW selamatkanlah kami dari siksa dan kemurkaan Mu. Ya Allah, demi keagungan kekasih-Mu Baginda Nabi Mummad SAW di Sisi-Mu, selamatkanlah kami dari siksa dan kemurkaan-Mu".
Seketika dengan belas kasih sayangnya Baginda Rasulullah SAW setelah mengetahui keadaan umatya berlarian tunggang langgang dalam ketakutan yang luar biasa diserang oleh ganasnya api Neraka jahannam disertai ular-ular dan kalajengkingnya yang ganas berbisa, Beliau SAW bertadlaru’ memohon kepada Allah SWT dengan berdoa :
يا سلام سلم أمتي من العذاب الشديد
“Wahai Dzat yang Maha memberi keselamatan, selamatkanlah para umatku dari siksaan yang sangat dahsyat ini”.
Maka dengan izin dari Allah SWT, seketika Baginda Rasulullah SAW sebagai sumber Rahmat Ilahi datang ke padang mahsyar dengan dilingkupi cahaya keagunggan yang luar biasa, dengan mengibas-ibaskan sorbanya yang berwarna hijau, menghentikan dahsyatnya serangan neraka jahannam yang sangat besar, luas dan tinggi menjulang, dengan bersabda :
كفي عن امتي
“Wahai Jahanam, hentikanlah seranganmu kepada umat ku”.
Seketika Neraka Jahanam tak mampu meneruskan seranganya, dari dahsyatnya cahaya keagungan Baginda Rasulullah SAW. Dan dengan suara serak parau ia berkata :
ايها النبي المكرم  والرسول المشرف المعظم خل سبيلي من يديك فما جعل الله لي ولغيري من سلطان عليك
          “Wahai Baginda Nabi yang mulia, Rasul kekasih Allah yang agung disisi-Nya, Aku mohon janganlah Engkau menghalangiku. Sesungguhnya jangankan aku, siapapun pasti tak akan mampu apa bila Engkau yang menghalanginya”.
Kemudian terdengaar seruan dari Allah SWT :
هذا محمد حبيـبي سيد الابرار ووزير الاخيار فالطاعة لمن له الوسيلة والشفاعة
          “Wahai neraka Jahanam, taatilah perintah Muhammad kekasih-Ku ini, Panutan menuju kebaikan, Pemimpin orang-orang pilihan, Pemilik derajat Al-Wasilah, Sang  pemberi Syafa’at “.
Seketika Neraka Jahanam tunduk, pasrah, mengikuti segala perintah Allah SWT dan menarik kembali serangannya.
Sesungguhnya sudah dipastikan dalam Al-Qur-an dan Hadis, bahwa kita semua akan menyaksikan dan mengalami dahsyatnya hal itu (petaka padang mahsyar). Semoga kita semua mendapatkan ampunan, keselamatan dan keringanan dari Allah SWT dengan berkatnya Baginda Rasulullah SAW. Aamiin Ya Robbal ‘Alamiin.
Dan diriwayatkan dalam kitab Tadzkiratul Qurthubi juz 1 hlm 280 dan Tafsir Mafaatiihul GhaibLil-imam Fakhruddin Ar-Raaziy juz 2 hlm 91 Maktabah Syamilah dari Sayyidina Abu Hurairah RA, Baginda Rasulullah SAW bersabda: ”...Bahwa pada saat penghuni mahsyar dalam ketakutan, kepedihan, dan kebingungan yang luar biasa, terkatung-katung dalam waktu yang sangat lama sekali beribu-ribu tahun dibiarkan oleh Allah SWT tanpa ada keputusan dan ketentuan, maka orang-orang soleh dari bawah naungan ‘Arsy berseru :
الا ترون ما انتم  فيه  الا ترون ما قد بلغكم الا تنظرون الى من يشفع لكم الى ربكم ؟
“Wahai para penghuni mahsyar apakah kalian semua tidak merasakan dahsyatnya penderitaan yang kalian alami ? Apakah belum cukup dahsyatnya derita dan kesengsaraan yang sudah lama sekali menimpa kalian ? Coba kalian berusaha, siapakah kiranya yang bisa memberikan pertolongan (syafaat) kepada kalian ? (agar segera Allah SWT memberikan keputusan dengan dilaksanakannya hisab) “.
Kemudian mereka bersepakat dengan berkata:
ومن أحق بذلك من أبيكم أدم عليه السلام
        "Sesungguhnya yang paling berhak, adalah Nabi Aadam AS sesungguhnya Beliau adalah bapak kita semua “.
          Maka sebagaian dari mereka dengan penuh harapan berbondong-bondong mendatangi Nabi Adam AS dan berkata :
يا أدم انت ابونا ابو البشر خلقك الله بيده ونفخ فيك من روحه  وامر الملائكة فسجدوا لك. اشفع لنا الي ربك. الا ترى ما نحن فيه الا ترى ما قد بلغنا ؟
          “Wahai Nabi Adam bapak kami, bapak semua manusia. Sesungguhnya Allah SWT telah memuliakanmu dengan menciptakanmu tanpa perantara dan meniupkan ruh secara langsung dan memerintahkan para malaikat untuk bersujud. Wahai Nabi Adam AS, tolonglah kami (berikanlah syafaat kepada kami). Tegakah engkau melihat kami anak cucumu dalam  penderitaan, kepedihan dan ketakutan yang sangat dahsyat seperti ini ?"
          Nabi Adam AS berkata :
ان ربي قد غضب اليوم غضبا لم يغضب قبله مثله ولن يغضب بعده مثله ...نفسي نفسي  اذهبوا الي نوح
"Sesungguhnya saat ini adalah puncaknya kemurkaan Allah SWT. Tidak pernah Allah SWT semurka ini. Sesungguhnya aku lebih mengkhawatirkan diriku sendiri. Datanglah kalian kepada Nabi Nuh AS, semoga Beliau bisa membantu kalian".        
Maka merekapun berbondong-bondong mendatangi Nabi Nuh AS. Namun Beliaupun berkata sebagaimana yang dikatakan Nabi Adam AS :
 "Sesungguhnya saat ini adalah puncaknya kemurkaan Allah SWT. Tidak pernah Allah SWT semurka ini. Sesungguhnya aku lebih mengkhawatirkan diriku sendiri. Datanglah kalian kepada Nabi Ibrohim AS, semoga Beliau bisa membantu kalian.’’
Maka merekapun berbondong-bondong mendatangi Nabi Ibrohim AS. namun beliupun berkata sebagaimana yang dikatakan Nabi Nuh AS :
 "Sesungguhnya saat ini adalah puncaknya kemurkaan Allah SWT. Tidak pernah Allah SWT semurka ini. Sesungguhnya aku lebih mengkhawatirkan diriku sendiri. Datanglah kalian kepada Nabi Musa AS, semoga Beliau bisa membantu kalian ".
 Maka merekapun berbondong-bondong mendatangi Nabi Musa AS. Namun Beliaupun berkata sebagaimana yang dikatakan Nabi Ibrohim AS :
"Sesungguhnya saat ini adalah puncaknya kemurkaan Allah SWT. Tidak pernah Allah SWT semurka ini. Sesungguhnya aku lebih mengkhawatirkan diriku sendiri. Datanglah kalian kepada Nabi Isa AS, semoga Beliau bisa membantu kalian".
 Maka merekapun berbondong-bondong mendatangi Nabi Isa AS. Namun Beliaupun berkata sebagaimana yang dikatakan Nabi Musa AS :
"Sesungguhnya saat ini adalah puncaknya kemurkaan Allah SWT. Tidak pernah Allah SWT semurka ini. Sesungguhnya aku lebih mengkhawatirkan diriku sendiri. Datanglah kalian kepada Nabi Muhammad SAW, semoga Beliau bisa membantu kalian.’’
Maka merekapun dengan penuh harapan berbondong-bondong mendatangi Baginda Rasulullah SAW, Nabi kekasih AllahSWT, Pemberi Syafa’at, Junjungan seluruh alam, dan berkata :
يا محمد انت رسول الله وخاتم الانبياء وغفر الله لك ما تقدم وما تأخر اشفع لنا الى ربك ما نحن فيه ألا ترى ما قد بلغنا ؟
          “Wahai Baginda Nabi Muhammad Utusan Allah SWT, Nabi akhir zaman yang terjaga dari segala dosa. Berikanlah Syafa’at kepada kami agar selamat dari segala penderitaan kami yang sangat dahsyat luar biasa”.
Baginda Rasulullah SAW bersabda :
أنا لها  أنا لها
"Sungguh akulah yang telah diizinkan untuk memintanya, sungguh aku akan melaksanakanya".
Kemudian Baginda Rasulullah SAW pergi ke bawah Arsy bersujud, memanjatkan pujian kepada Allah SWT dengan pujian yang belum pernah diucapkan oleh satu makhlukpun. Kemudian Allah SWT menganugerahi Maqam Al-Mahmud (kedudukan yang terpuji yang tidak bisa di capai oleh siapapun) dan berfirman :
  يا محمد ارفع رأسك  سل تعط  واشفع تشفع
          “Wahai Muhammad kekasih-Ku angkatlah kepalamu, mintalah apa saja, akan Aku kabulkan. Mintalah Syafaat akan Aku berikan “.
فأقول يا رب أمتي أمتي
          "Akupun memohon kepada Allah SWT, "Ya Allah, umatku.. Ya Allah… ummatku".
فيقول الله عز وجل;يا محمد ما تريد أن أصنع بأمتك ؟
Allah SWT Berfirman; "Wahai Kekasih-Ku Muhammad, Apa yang engkau kehendaki agar Aku lakukan untuk umatmu ?"
فأقول يا رب عجل حسابهم
Aku memohon; "Ya Allah, percepatkanlah urusan hisab umatku (yang mana mereka sudah lama menantinya)".
 فيدعى بهم فيحاسبون . فمنهم من يدخل الجنة برحمته , ومنهم من يدخل الجنة بشفاعتي , فما أزال أشفع حتى أعطى صكاكا برجال قد بعث بهم إلى النار
Kemudian Allah SWT mempercepat urusan hisab mereka sehingga diantara umatku ada yang masuk surga dengan Rahmat Allah SWT, dan ada yang masuk surga dengan syafaatku. Dan sesungguhnya aku senantiasa memberikan syafaat kepada ummatku sampai aku diberi lembaran daftar umatku yang sudah dipastikan masuk neraka agar aku menyafaatinya sehingga mereka selamat.
حتى إن مالكا خازن النار ليقول : يا محمد ما تركت لغضب ربك في أمتك من نقمة .
Sehingga Malaikat Malik AS penjaga neraka berkata kepadaku;  " Wahai Nabi Muhammad Kekasih Allah SWT, sepertinya engkau tidak akan mau menyisakan satupun dari umatmu terkena kemurkaan Allah SWT”
Dan diriwayatkan bahwa jarak antara dibangkitkanya semua mahluk di padang mahsyar sampai mendapatkan syafaat adalah lima puluh ribu tahun.
Kemudian dengan syafaat dari Baginda Rasulullah SAW dimulailah hisab (penghitungan amal). Sebagaimana disebutkan di kitab Tafsir Ruuhul Ma’aaniy Lil Imam Syihabuddin Al-Husainiy Al-Alusiy juz 11 hlm 28 Maktabah Asy-Syaamilahbahwa; Semua kitab catatan amal perbuatan berada di bawah Arasy. Maka setelah Baginda Rasulullah SAW memberikan syafaat Al-‘Amah (syafaat yang menyeluruh bagi semua penghuni mahsyar yang tidak bisa di capai/diperkenankan bagi siapapun kecuali Baginda Rasulullah SAW),  Allah SWT memerintahkan angin dari bawah ‘Arsy untuk menyebarkan kitab-kitab tersebut kepada pemiliknya masing-masing, tak ada satupun yang meleset. Yang selamat akan menerimanya dengan tangan kanan, dan yang celaka akan menerimanya dengan tangan kiri atau dari belakang punggungnya, sesuai dengan amal perbuatanya masing-masing.
 Sesungguhnya mereka pada saat dihisab (penghitungan amal) akan mengalami ketakutan yang sangat dahsyat karena sekecil apapun dari perilaku mereka di dunia akan terbongkar sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur’anul Karim :

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ* وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ *(الزلزلة 7-8 )
“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun (debu) niscaya dia akan melihat (balasannya) dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun (debu) niscaya dia akan melihat (balasanya) pula" (Q.S. Az-zalzalah 7-8).
Dan diriwayatkan dalam kitab Sabilul Iddikar Lil-Imam Quthbil Irsyad Al-Habib ‘Abdullah bin ‘Alawi Al-Haddad RA hlm 94, Baginda Rasulullah SAW bersabda:
لا تزول قدما عبد حتى يسأل عن اربع, عن شبابه فيما أبلاه ؟ وعن  عمره فيما أفناه ؟ وعن ماله من أين اكتسبه وفيما أنفقه ؟ وعن علمه فيما عمل فيه ؟
“Sesungguhnya tidaklah seseorang bergeser dari tempat berdirinya(saat di hisab) sehingga ia ditanya empat perkara ; untuk apa ia gunakan masa mudanya, untuk apa ia habiskan seluruh umurnya, dari mana ia mendapatkan serta untuk apa ia gunakan hartanya dan apa yang ia amalkan dari ilmunya”.
Dan saat itulah mulut mereka terkunci, tanganya berbicara disaksikan oleh kaki mereka atas segala perilakunya di dunia, sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur’anul Karim :
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ  (يس:65)
“ Pada hari ini kami tutup mulut mereka dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka lakukan”
(Q.S.Yaa Siin 65).
Demikian pula segala yang di sekitar mereka (saat di dunia) akan menjadi  saksinya, firman Allah SWT dalam Al-Qur’anul Karim :
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا  (الزلزلة:4)
“ Pada hari itu bumi menceritakan beritanya (bumi akan berbicara dan menyaksikan perbuatanya)“( Q.S. Az-Zalzalah 4).
Sesungguhnya bagi seseorang yang ingin dihapus dan diampuni dosa-dosanya, maka sekaranglah kesempatan baginya selagi masih hidup di dunia. Jangan sekali-kali menunda-nunda sehingga terlupa dan terbongkar pada saat itu. Namun segeralah bertobat dan minta maaf kepada Allah SWT dengan sesungguh-sungguhnya, sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh syari’at, sebagaimana yang diriwayatkan dalam kitab Fathul Bari Syarkh Shahih Bukhari juz 21 hlm 89:

شُرُوط التَّوْبَة ثَلَاثَة : الْإِقْلَاع وَالنَّدَم وَالْعَزْم عَلَى أَنْ لَا يَعُود
“Bahwa syaratnya tobat itu ada tiga, yaitu; (1) meninggalkan dosa tersebut, (2) menyesalinya, dan (3) berjanji untuk tidak mengulanginya” .
Dan juga berusaha dengan sungguh-sungguh untuk  menghindari perbuatan dosa lahir/batin, dan senantiasa memohon Rahmat Allah SWT agar ditetapkan imannya supaya meninggal dalam keadaan husnul khatimah serta berusaha senantiasa mengamalkan segala amalan yang sekiranya bisa mendapatkan Rahmat Allah SWT, diantaranya yaitu memperbanyaki solawat kepada Baginda Rasulullah SAW. Karena orang yang senantiasa memperbanyaki shalawat kepada Beliau Baginda Rasulullah SAW, akan mendapatkan curahan rahmat dari Allah SWT, serta dihapus dosa-dosanya. Sebagaimana yang diriwayatkan dalamkitab Fathul Bari Syarkh Shahih Bukhari juz 18 hlm 138 Baginda Rasulullah Muhammad SAW bersabda :
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَة صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ عَشْراً
"Sesungguhnya seseorang yang bersolawat kepadaku satu kali maka Allah SWT akan melimpahkan rahmat belas kasih sayang-Nya sepuluh kali ".
Dan diriwayatkan dalam kitab Ash-Shalat ‘Alan-Nabiy SAW hlm 110 dan kitab Mukaffiratudz Dzunub juz 1 hlm 10 :
روى ابن أبي شيبة وأبو الشيخ وغيرهما عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " صلوا علي فإن الصلاة علي زكاة لكم "
“Dari Sayyidina Abi Hurairah RA, Baginda Rasulullah Muhammad `SAW bersabda; "Perbanyakilah oleh kalian (hai umatku) membaca sholawat kepadaku. Karena sesungguhnya sholawat kalian kepadaku bisa membersihkan diri kalian  (dari sifat-sifat yang keji (sombong, ujub, riya, dengki, hasud dll)".
 عن أنس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم صلوا علي، فإن الصلاة علي كفارة لكم،
“Dari Sayyidina Anas RA, Baginda Rasulullah Muhammad SAW bersabda; "Perbanyakilah oleh kalian (hai umatku) membaca sholawat kepadaku. Karena sesungguhnya sholawat kalian kepadaku akan melebur dosa-dosa kalian)”.
Dan sesungguhnya amalan-amalan yang bisa mendapati rahmat dan ampunan Allah SWT serta melebur dosa-dosanya itu sangat banyak sekali. Diantaranya yaitu menyempurnakan wudlu, memperbanyaki sholat-sholat sunah, dzikir, sedekah, berakhlakul-karimah pada sesama manusia, selalu memaafkan kepada orang yang bersalah (berbuat dlolim) kepadanya bahkan mendo’akanya agar mendapatkan hidayah, dan lain sebagainya.
Dan barang siapa yang sungguh-sungguh ingin mendapatkan rahmat Allah SWT dan ampuna-Nya hingga selamat dari siksa Allah SWT yang sangat dahsyat dan masuk surga-Nya yang penuh dengan kenikmatan untuk selama-lamanya, maka pasti ia akan peduli dengan hal itu di atas dan senantiasa akan mendekatkan diri kepada orang alim untuk mencari bekal amalan yang kiranya ia bisa selamat di dunia dan akhirat.
Dan apabila ia telah melaksanakan dengan yang sebenarnya maka Allah SWT berjanji akan memberikan kasih sayang-Nya serta mengampuni dosa-dosanya bahkan menghapus segala tanda-tanda dosanya, sebagaimana yang diriwayatkan dalam kitab Tafsir Al-Qur’anul Karim Al-Bahrul Madid 7/96 Baginda Rasulullah SAW bersabda :
إذا تاب العبدُ عن ذنبه أَنْسَى الله الحفظةَ ذنوبه ، وأنسى ذلك جوارحه ومعالمه من الأرض ، حتى يلقى الله وليس عليه شاهد بذنب
          “Sesungguhnya apabila Allah SWT mengampuni seorang hamba yang bertaubat, maka Allah SWT akan menghapus catatan amal kejelekanya, menghapus ingatan malaikat pencatat amalan kejelekanya, menghapus ingatan anggota badanya sendiri dan menghapus semua tanda-tanda di bumi sehingga tak ada yang menjadi saksi atas dosa-dosanya di hadapan Allah SWT”.
Maka pada hari itu akan diselesaikan juga segala masalah dengan seadil-adilnya. Siapa saja yang merasa didholimi bisa menuntutnya, siapa saja yang berbuat dholim pasti akan dituntut, sehingga  kepada para binatang sekalipun keadilan tetap akan ditegakkan.
Dan apabila bersangkutan dengan orang lain maka segera mungkin mengembalikan hak-haknya serta minta maaf/dihalalkannya, sebelum dituntut di akhirat nanti dan diambil semua kebaikanya untuk mengganti hak-haknya tersebut apa bila sudah habis kebaikanya/tidak mempunyai kebaikan sedikitpun, maka dosa-dosa orang tersebut akan dipikulkan kepadanya, sebagaimana yang diriwayatkan dalam kitab ‘Aunul-Ma’bud8/395, Baginda Rasulullah SAW bersabda :
الْمُفْلِس مَنْ يَأْتِي يَوْم الْقِيَامَة وَقَدْ ظَلَمَ هَذَا وَشَتَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُؤْخَذ مِنْ حَسَنَاته لَهُمْ وَيُؤْخَذ مِنْ سَيِّئَاتهمْ فَيُلْقَى عَلَيْهِ فَيُطْرَح فِي النَّار
“Sesungguhnya orang yang bangkrut adalah orang yang berbuat dholim, menipu mencela, menggunjing  ataupun menganiaya orang lain sehingga di hari kiamat nanti diambilah kebaikanya dan dipikulkan kejelekan orang-orang tersebut kepadanya kemudian iapun dimasukan ke neraka”.
Dan Sesungguhnya Beliau SAW akan mengenal umatnya dengan tanda-tanda cahaya yang berada pada diri mereka agar menyafaatinya, sebagaimana diriwayatkan dalam kitab Tafsir Ruuhul Ma’aani Lil-Imam Syihabuddin Al-Alusiy juz 27 hlm 175, dari Sayyidina Abdurrahman bin Jubair RA, dari Sayyiduna Abu Dzar RA dan Sayyiduna Abu Darda’ RA, bahwa ditanyakan kepada Baginda Rasululah SAW :
يا رسول الله وكيف تعرفهم من بين الأمم ما بين نوح عليه السلام إلى أمتك؟
"Wahai Baginda Rasulullah SAW, bagaimanakah engkau bisa mengenali umatmu diantara para umat-umat sejak (sebelum) Nabi Nuh AS sampai kepada umatmu ?"
Baginda Rasulullah SAW bersabda ;
غرّ محجلون من أثر الوضوء ولا يكون لأحد وأعرفهم بسيماهم في وجوههم من أثر السجود وأعرفهم بنورهم الذي يسعى بين أيديهم وعن أيمانهم وعن شمائلهم
"Sesungguhnya Aku mengenal para umatku melalui tanda-tanda yang tidak dimiliki umat lainya, yaitu cahaya yang ada di lengan dan betis mereka dari bekas wudlu, cahaya yang memancar dari wajah mereka dari bekas sujud dan dari cahaya yang berada didepannya dan di kanan serta kirinya (atas perbuatan amal kebaikannya) ".
Sesungguhnya Allah SWT telah berjanji kepada Baginda Rasulullah SAW untuk mengabulkan segala permohonanya sehingga Beliau SAW merasa puas  sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur’anul Karim :
ولسوف يعطيك ربك فترضى
“Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas”.
Diriwayatkan dalam kitab Ithaf Syarkh Ihya’ Ulumuddin juz 10/487 menafsirkan ayat tersebut bahwa; Baginda Rasulullah SAW tidaklah akan puas hatinya sebelum seluruh umatnya selamat dari neraka dan masuk surga. Diriwayatkan dari Shahabat Ali bin Abi Thalib RA bahwa Baginda Rasulullah SAW bersabda :
أشفع لأمتي حتى يناديني ربي تبارك وتعالى فيقول : أقد رضيت يا محمد ؟ فأقول : أي ربي قد رضيت
"Sesungguhnya (kelak pada hari kiamat), aku senantiasa memberi syafaat (yang luar biasa) kepada ummatku sehingga Allah SWT Berfirman, "Wahai Kekasih-Ku Muhammad, apakah engkau benar-benar sudah merasa puas ?" Akupun menjawab; " Benar, Ya Allah, aku sungguh merasa puas atas segala anugerah-Mu".
Intinya, modal utama bagi umat Islam agar mendapati syafaatnya Baginda Rasulullah SAW hingga selamat dari neraka dan masuk surga adalah menyakini dan mengamalkan rukun iman, rukun Islam dan rukun ihsan, yang denganya dipastikan ia akan meninggal dengan membawa dua kalimah yang tidak dapat dipisahkan yaitu ;
لا اله الا الله  محمد رسول الله
“Sesungguhnya tida Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah SWT dan Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT".
Jika seseorang meninggal dunia membawa kemusyrikan maka "Laailaahaillallaah"-nya akan gugur, dan jika meninggal dunia membawa kebencian dan hasud kepada Baginda Rasulullah SAW maka "Muhammadur Rasuulullaah"-nya juga akan gugur, keduanya saling berkaitan tak dapat dipisahkan, apabila salah satunya gugur, maka dipastikan akan mati kafir, kekal abadi selama-lamanya di neraka, apalagi gugur kedua-duanya.
Membenci dan hasud kepada keluarga dan sahabat Baginda Rasulullah SAW berarti juga membenci dan hasud kepada Baginda Rasulullah SAW.
Baginda Rasulullah SAW bersabda :
حرمت الجنة على من ظلم أهل بيتي  اوقتلهم  اوأعان عليهم  اوسبهم
“Sesungguhnya surga diharamkan bagi orang yang berbuat dlolim (aniaya) kepada keluargaku, memeranginya, membantu orang yang mencelakainya atau mencelanya”.
Dan sabda Baginda Rasulullah SAW :
شفاعتي مباحة الا لمن سب أصحابي
“Sesungguhnya syafaatku tidak akan diberikan kepada orang yang mencela para sahabatku”.
Semoga kita semua umat Islam selamat dari hal itu Aamiin.
Dan yang pertama kali mendapatkan syafaat dari Baginda Rasulullah SAW adalah keluarganya sebagai mana diriwayatkan dalam kitab Faidlul Qodir Lil-Imam Ibnu Hajar RA 3/117 Baginda Rasulullah SAW bersabda :
اول من اشفع له يوم القيامة من امتي اهل بيتي ثم الاقرب فالاقرب من قريش ثم الانصار ثم من امن بي واتبعني من اليمن ثم من سائر العرب ثم الاعاجم
  “Sesungguhnya yang pertama kali aku beri syafaat dari umatku adalah keluargaku, kemudian para kerabatku, shahabat dekatku dari kaum Quraisy dan Anshar, kemudian orang-orang yang beriman dan tulus setia kepadaku dari Yaman dari seluruh Arab dan kemudian dari bangsa Ajam (selain Arab)”.
Dan diriwayatkan dalam kitab Tadzkiratul Qurthubi 1/282 Maktabah Syamilah :
وقال القاضى أبو الفضل عياض: شفاعات نبينا صلى الله عليه وسلم يوم القيامة خمس شفاعات:             
الأولى -العامة.والثانية- في إدخال قوم الجنة دون حساب.الثالثة-في قوم من موحدى أمته استوجبوا النار بذنوبهم فيشفع فيها نبينا صلى الله عليه وسلم، ومن شاء الله أن يشفع ويدخلون الجنة.الرابعة-فيمن دخل النار من المذنبين فيخرجون بشفاعة نبينا صلى الله عليه وسلم. الخامسة-في زيادة الدرجات في الجنة لاهلها وترفيعها
Al-Imam Al-Qadli ‘Iyadl berkata bahwa Syafa’at Baginda Rasulullah SAW itu ada lima, yaitu
1.     Al-‘Ammah   (Syafa’at yang menyeluruh kepada semua penghuni mahsyar yang diberikanagar segera dilaksanakannya hisab /penghitungan amal ).
2.     Memasukkan ke surga tanpa hisab.
3.     Memasukkan ke surga bagi umatnya yang beriman yang seharusnya ditetapkan masuk neraka karena banyak dosa-dosanya
4.     Mengeluarkan umatnya yang beriman yang sudah terlanjur masuk neraka dan memasukanya ke surga.
5.     Menambah kedudukan dan kemuliaan di surga.
Kemudian Baginda Rasulullah SAW dibantu oleh orang-orang yang dekat dengannya, yaitu para keluarganya, para sahabatnya dan para shalihin, memberikan syafaat kepada semua umatnya yang beriman. Dan mereka semua tidak bisa memberikan syafaat kecuali kepada orang-orang yang mempunyai tanda-tanda keselamatan yaitu cahaya yang ada di lengan dan betisnya dari bekas wudlu, cahaya di dahi dari bekas sujud.
Sesungguhnya Baginda Rasulullah SAW sangat menyayangi umatnya. Beliau SAW sangat menginginkan agar umatnya senantiasa berusaha meninggalkan dosa sekecil apapun walaupun akan memberikan syafaatnya nanti di akhirat. Karena dengan dosa-dosa tersebut, ia akan tersiksa di alam kubur, padang mahsyar bahkan bisa masuk ke neraka sebelum mendapatkan syafaat dari Baginda Rasulullah SAW. Dan yang paling dikhawatirkan Baginda Rasulullah SAW adalah orang yang meremehkan dan tidak peduli dengan dosa-dosa, karena bisa menjadikan Allah SWT murka dan dicabut imannya dan matinya su’ul khatimah sehingga mukanya hitam pekat tak bercahaya, maka ia tidak akan bisa mendapatkan syafaat dari Baginda Rasulullah SAW.
Apalagi dosa besar seperti durhaka kepada orang tua, durhaka kepada suami, menjadikan riba sebagai sumber penghasilan, menjadikan dukun sesat sebagai sandaran, mencela kepada ulama’ shalihin , para wali dan lain-lain. Apalagi dosa-dosa besar yang melekat di dalam hati seperti sombong, ’ujub, hasud, dan lain-lain. Sungguh itu semua lebih bisa mempercepat untuk mendapati kemurkaan Allah SWT sehingga dicabut imannya. semoga kita semua diberi taufik dan hidayah agar senantiasa terjaga dari melakukan dosa-dosa dan senantiasa bisa secepatnya bertaubat dan memohon ampunan-Nya apabila lalai/terpeleset melakukanya agar selamat dari kemurkaan-Nya, mati dalam keadaan husnul khotimah dan mendapati syafaat Baginda Rasulullah SAW Aamiin Ya Robbal ‘Alamiin.
Kemudian setelah itu (selesainya hisab), mereka para penghuni mahsyar berbondong-bondong menuju shirot (jembatan diatas neraka) yang lebih tajam dari mata pedang, dan lebih lembut dari rambut dibelah tujuh.
Diriwayatkan dalam kitab Sabilul-Iddikar Lil-Imam Quthbil Irsyad Al-Habib ‘Abdullah bin ‘Alawi Al-Haddad RA hlm 97, bahwa yang pertama kali melewati shirat dari para Nabi dan Rasul adalah Baginda Rasulullah SAW, dan yang pertama kali melewati shirat dari para umat adalah umat Baginda Rasulullah SAW.
Dan pada saat itu, Malaikat Jibril AS datang atas izin dari Allah SWT untuk membentangkan sayapnya yang sangat besar sekali diatas shirat bagi para sahabat setia Baginda Rasulullah SAW dan orang-orang yang sungguh-sungguh cinta dan tulus setia kepada Baginda Rasululah SAW. serta selalu memperbanyaki membaca sholawat dan salam kepadanya agar bisa melewati shirat dengan aman sebagaimana permohonannya (Malaikat Jibril AS) yang telah dikabulkan oleh Allah SWT pada saat Baginda Rasulullah SAW mi’raj.
Maka mereka ada yang melewati shirat melalui bentangan sayapnya Malaikat Jibril AS ada yang melewatinya secepat kilat yang menyambar, secepat angin yang berhembus dengan kencang, secepat burung terbang, secepat kuda lari dan secepat orang yang berlari kencang, ada yang berjalan tertatih-tatih, ada yang merangkak, ada yang ngesot, ada yang bergelantungan dan ada yang terjatuh ke dalam neraka.
Adapun orang-orang kafir dari jin /manusia mereka semua masuk neraka sesuai dengan golongannya masing-masing, untuk selama-lamanya ada yang melalui hisab dan ada yang tidak melaluinya.
Dan setiap orang-orang kafir yang dilemparkan ke dalamnya, langsung diseret oleh Malaikat Zabaniyyah dengan dibelenggu dan dirantai, dari mulut hingga keluar lewat duburnya, dari tangan kiri hingga ke lehernya, tangan kanannya dimasukkan ke dalam jantung hatinya hingga tembus ke punggungnya, dan setan-setan disertakan jadi satu dalam belenggu mereka. Kemudian diseret mukanya, dipukuli dengan palu godam yang sangat dahsyat                              
Diriwayatkan dalam kitab Daqaa'iqul Akhbaar hlm 37 bahwa, Baginda Rasulullah SAW bersabda; Sesungguhnya wajah para penghuni neraka hitam pekat mengerikan, dan tidak ada sinar di dalam matanya, kepalanya sangat besar sekali, badannya sebesar gunung (agar semakin merasakan kepedihan siksaan yang berlipat ganda sesuai dengan dahsyatnya adzab siksaan Allah SWT), rambutnya seperti batang pohon gandum, mereka tidak bisa mati, hidup dalam siksa dan derita, mulutnya dipenuhi ular-ular berbisa, di belengggu dengan rantai-rantai api, dipukuli dengan palu godam, diseret mukanya, hingga remuk redam,  mengeluarkan darah dan nanah yang busuk menyengat.
Dan diriwayatkan di kitab Ad-Durrul Mantsur juz 3 hlm 148   bahwa orang kafir penghuni neraka ditebalkan kulitnya oleh Allah SWT dan mempunyai seratus lapisan. Setiap lapisan terisi berbagai macam siksaan yang berbeda-beda.
Diriwayatkan dalam kitab Daqaa'iqul Akhbaar hlm 37 bahwa Baginda Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh malang penghuni neraka, mereka berteriak menjerit namun tak ada yang mempedulikan. Sungguh malang penghuni neraka mereka berteriak menjerit kepanasan minta diturunkan hujan, namun batu-batu api yang diturunkan mengenai kepala mereka tembus sampai duburnya.
Sungguh malang penghuni neraka mereka berteriak menjerit sekali lagi minta diturunkan hujan, namun ular-ular besar berbisa yang diturunkan.
Sungguh malang penghuni neraka, mereka berteriak menjerit kehausan minta dikasih minuman, namun cairan timah panas yang diberikan. Apabila tangan mereka menyentuhnya maka jari-jarinya putus berjatuhan, apabila sampai ke tenggorokan maka luluh lantak muka, mata dan pipinya. Apabila sampai ke perutnya, maka lumat semua yang di dalamya dan kembali semula, begitulah seterusnya".
Dan disebutkan di kitab Tasfsir Lil Imam Ath-Thobari juz 12 hlm 409 bahwa setelah mereka meminum cairan timah tersebut, maka dikatakan kepada mereka :
فذوقوا فلن نزيدكم إلا عذابا [ النبأ : 30 ]
Karena itu rasakanlah dan kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain dari pada adzab” (Q.S. An-Naba’ 30).
 “Sungguh malang penghuni neraka mereka berteriak menjerit kelaparan minta dikasih makanan, namun diberikan Zaqqum(makanan neraka yang bentuknya seperti kepala setan yang menjijikkan). Dan pada saat mereka memakannya maka mendidih isi perutnya hingga sampai ke otaknya dan keluar semburan api dari mulutnya, luluh lantak seluruh badanya, kemudian bentuk jasadnya kembali seperti semula dan disiksa lagi, begitulah seterusnya tiada henti selama-lamanya.   
Disebutkan di kitab Ad-Durrul Mantsur Lil Imam As-Suyuthi juz 2 hlm 277, Bahwa sesungguhnya diantara penghuni neraka ada yang dimasukkan di peti dari besi yang panas membara  dilas kemudian dimasukkan ke lobang neraka paling bawah untuk selama-lamanya.
Disebutkan di kitab tersebut di atas juz 1 hlm 57 bahwa diriwayatkan dari Shahabat Ibnu Mas’ud RA, Baginda Rasulullah SAW bersabda :
لو قيل لأهل النار إنكم ماكثون في النار عدد كل حصاة في الدنيا لفرحوا بها ، ولو قيل لأهل الجنة إنكم ماكثون عدد كل حصاة لحزنوا . ولكن جعل لهم الأبد
“Seandainya dikatakan pada penghuni neraka, bahwa sesungguhnya kalian semua berada di neraka sebanyak hitungan kerikil yang ada di dunia, niscaya mereka akan merasa bahagia (karena ada akhirnya dan bisa keluar darinya). Dan seandainya dikatakan pada penghuni sorga, bahwa sesungguhnya kalian semua berada di sorga sebanyak hitungan kerikil yang ada di dunia, niscaya mereka akan merasa bersedih (karena ada akhirnya dan akan dikeluarkan darinya). Namun sesungguhnya mereka kekal abadi selama-lamanya (di neraka/sorga)”.
          Dan disebutkan di kitab Tafsir Al-Qurthubi Juz 16 hlm 117 dan kitab Tafsir Al-Baghawiy  juz 5 hlm 431 dan juz 7 hlm 227 bahwa; Sesungguhnya penghuni neraka, setelah merasakan pedih dan dahsyatnya siksaan neraka dalam waktu yang sangat lama sekali, mereka teriak-teriak kepada malaikat Zabaniyyah agar memberikan keringanan kepada mereka walau satu hari saja, Namun dijawab dengan ketus oleh Malikat Zabaniyyah dengan membacakan Firman Allah SWT :
أولم تك تأتيكم رسلكم بالبينات قالوا بلى قالوا فادعوا وما دعاء الكافرين إلا في ضلال  [ غافر: 50 ]
(Penjaga neraka berkata) dan apakah belum datang kepadamu Rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?, mereka menjawab, benar sudah datang. Penjaga-penjaga neraka berkata, berdoalah kamu. Dan doa orang-orang kafir itu hanya sia-sia belaka” (Q.S. Ghafir 50).
Setelah mereka putus asa dari Malaikat Zabaniyyah, Kemudian mereka mendatangi Malaikat Malik yang berada di tengah-tengah neraka. Mereka berkata :
يا مالك ليقض علينا ربك  )الزخرف : 77(
(Mereka berseru), Hai Malaikat Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja”.
Setelah delapan puluh tahun baru Malaikat malik menjawab
إنكم ماكثون )الزخرف : 77(
(Dia menjawab), kalian tidak akan mati, kekal abadi didalamnya (di neraka ini)”(Q.S.Az-Zukhruf 77).
Setelah mereka putus asa dari Malaikat Malik, kemudian mereka meratap kepada Allah SWT dengan berkata :

رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَالِمُونَ[المؤمنون: 107]
Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari padanya (neraka). Dan kembalikanlah kami ke dunia. Maka jika kami kembali juga kepada kekafiran sungguh kami adalah orang-orang yang dhzolim” (Q.S.Al-Mu’minun 107).
Namun tidak dijawab oleh Allah SWT selama dua kali masa usia dunia. Baru setelah itu dijawab Allah SWT :
اخسئوا فيها ولا تكلمون [ المؤمنون : 108 ]
(Allah berfirman), Tinggallah dengan hina di dalamnya dan janganlah kamu berbicara (dengan Aku)” (Q.S. Al-Mu’minun 108).
Maka, putus sudah harapan mereka. Tidak bisa berkata lagi. Tinggal lolongan jeritan kesakitan dan kepedihan menahan siksaan yang semakin dahsyat.
Sungguh siksaan neraka setiap saat semakin bertambah dan bertambah untuk selama-lamanya sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur-anul Karim :
 فذوقوا فلن نزيدكم إلا عذابا [ النبأ : 30 ]
Karena itu rasakanlah dan kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain dari pada adzab” (Q.S. An-Naba’ 30).
Api neraka pun semakin panas membara, demikian juga para Malaikat Zabaniyah dan pasukannya semakin kejam, sadis dan ganas. Begitu pula ular-ular serta kelabangnya, mereka menyiksa tiada henti-hentinya untuk selama-lamanya. Sehingga walaupun sudah beratus-ratus tahun mereka dalam dahsyatnya  siksa neraka dan mengatakan; 
Sampai kapan kami tersiksa terus seperti ini?, 
maka sesungguhnya itu baru saja permulaan. Setelah jutaan tahun kemudian mereka mengatakan :
Sampai kapan kami tersiksa terus seperti ini?, 
maka sesungguhnya itu juga baru permulaan. Karena sesungguhnya siksa neraka itu ada permulaanya namun tiada akhirnya kekal abadi selama-lamanya. Semoga kita umat  Islam selamat dari hal itu semua dan meningggal dalam keadaan husnul khotimah, Aamiin Ya Robbal ‘Alamiin.
          Sungguh sangat penting bagi kita untuk menjauhi dosa-dosa agar tidak dimurkai Allah SWT, dan memperbanyaki istigfar agardiampuni dosa-dosanya, serta memperbanyaki amal kebaikan dan selalu memperbanyaki bacaan sholawat agar disayang oleh Allah SWT sehingga mendapatkan husnul khotimah, dan juga memperbanyaki doa :
يا الله بها يا الله بها يا الله بحسن الخاتمة
“Ya Allah demi kemuliaan dan keagungan Asma-asma-Mu yang sangat suci dan sempurna, jadikanlah akhir hayat kami meninggal dalam keadaan ridlo-Mu”.
Dan juga sangat penting untuk senantiasa menjaga, melindungi serta mendidik anak istri kita agar tidak melakukan segala perbuatan yang dimurkai Allah SWT. Dan senantiasa   membiasakan dan mengarahkan kepada mereka untuk melakukan segala perbuatan yang diridloi Allah SWT agar mereka selamat dari tercabutnya iman,  sehingga kelak hidupnya bahagia.
Dan sangat penting bagi para da’i untuk memperingatkan dan menasehati umat Baginda Rasulullah SAW agar tidak terpengaruh oleh kebudayaan orang kafir yang menyesatkan. Karena sesungguhnya mereka senantiasa berusaha untuk mewujudkan rencananya, dan tak akan puas selain jika semua orang Islam menjadi kafir seperti mereka. Dan hal ini telah diperingatkan oleh Allah SWT dalam Kitab Suci Al-Qur’anul Karim, surat Al-Baqarah ayat 120 :
ولن ترضى عنك اليهود ولا النصارى حتى تتبع ملتهم
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka”.
Maka wajib bagi kita untuk mempercayai, meyakini serta mewaspadainya. Dan bukan hanya Nasrani dan Yahudi saja yang melakukan hal itu. Bahkan orang-orang kafir selain mereka akan melakukannya. Sebagaimana disebutkan di kitab Tafsir Ath-Thobari juz 8 hlm 469:
والكفر ملة واحدة
Sesungguhnya mereka orang kafir adalah satu golongan dan satu tujuan”, (Mereka tidak akan puas kecuali orang-orang Islam menjadi kafir seperti mereka).
Dan juga sangat penting bagi para da’i untuk menasihati umat Baginda Rasulullah SAW agar senantiasa berpegang teguh kepada ajaran Baginda Rasulullah SAW agar mendapat belas kasih sayang Allah SWT dan meningal husnul khotimah.
          Sesungguhnya dahsyatnya siksa neraka Allah SWT itu sangat benar sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur an dan Hadits, jika tidak mempercayainya maka bisa kufur, mati suul khotimah,  tersiksa di neraka selama-lamanya, Sebagaimana disebutkan di kitab Faidlul Qodir Syarkh Al-Jami’us Shoghir, 1/125 bahwa; Sesungguhnaya yang di jelaskan dalam Al-Qur'an dan Hadis tentang dahsyatnya siksa neraka dan keadaanya adalah sesuatu yang di luar kemampuan akal, karena keadaan dunia dan akherat itu sangat berbeda, namun wajib bagi kita untuk menerima dan meyakini segala sesuatu yang datang dari Allah SWT dan Rasul-Nya agar kita selamat.
Adapun berjuta-juta umat  yang selamat dari shirot, mereka berbondong-bondong memasuki surga dipimpin Baginda Rasulullah SAW yang di dampingi para keluarganya, para keturunannya, istri-istrinya, dan para pengikut setianya, sebagaimana diriwayatkan dari Sayyiduna Abi Robi’ RA, Baginda Rasululah SAW bersabda kepada Sayyidina ‘Ali RA,
انا أول أربعة يدخلون الجنة ,أنا  وأنت, والحسن, والحسين, وذريتنا خلف أظهرنا وأزواجنا  خلف ذريتنا وشيعتنا عن أيماننا وشمائلنا
“Sesungguhnya yang pertama kali masuk surga yaitu aku (Baginda Rasululah SAW), engkau (Sayyidina ‘Ali RA), (Sayyidina) Hasan RA, dan (Sayyidina) Husein RA, dan di belakang kita adalah para keturunan kita, dan di belakangnya lagi adalah istri-istri kita semua dan para pengikut setia kita di sebelah kanan dan kiri kita semua”.
Diriwayatkan dalam kitab tersebut hlm 105, bahwa Baginda Rasululah SAW bersabda :
أنا أول الناس خروجا اذا بعثوا,وأنا قائدهم اذا وفدوا,وأنا خطيبهم اذا أنصتوا,وأنا شفيعهم اذا حبسوا,وأنا مبشرهم اذا أيسوا, الكرامة والمفاتح يومئذ بيدي,ولواء الحمد يومئذ بيدي, وأنا أكرم ولد أدم على ربي.
“Sesungguhya Aku adalah yang paling pertama dibangkitkan di padang mahsyar. Aku adalah penuntun mereka menuju surga. Aku adalah pemberi petunjuk bagi mereka yang ingin selamat. Aku adalah pemberi syafaat kepada mereka pada saat mereka tertahan di padang mahsyar. Aku adalah pemberi kabar gembira di saat mereka putus asa dari dahsyatnya mahsyar. Sesungguhnya kemuliaan dan segala kunci kebahagiaan di hari itu dalam genggamanku,  sesungguhnya bendera pujian di hari itu berada di tanganku dan sesungguhnya aku adalah makhluk yang paling mulia di Sisi Allah SWT”.
Dan sebagian dari umat Baginda Rasulullah SAW baik laki/perempuan yang dianugerahi Allah SWT keselamatan hingga meninggal dengan membawa iman, namun mereka di dunia melalaikan keagungan dan kemuliaan Beliau SAW di sisi-Nya dan tidak peduli dengan syafaat-nya dan mereka terlena dalam glamournya dunia, lupa akherat hingga terjerumus dalam melakukan dosa-dosa, maka di hari itu Allah SWT sengaja menyembunyikan mereka dari Beliau SAW sehingga Beliau SAW tidak mengetahui keberadaan mereka dan merekapun terlewatkan dari syafaatnya. Mereka digiring oleh para Malaikat ke neraka, sebagaimana yang diriwayatkan dalam Kitab Tanbihul Ghaafiliin Lisy-Syaikh Nashr bin Muhammad As-Samarqandiy hal 24, dan kitab ‘Aunul Ma’bud 10/259 dan Kitab Ushfuriyyah hlm 12, Baginda Rasulullah SAW bersabda:
Bahwa mereka digiring oleh para malaikat namun tidak seperti penghuni neraka lainnya wajah mereka tidak hitam legam, matanya tidak gelap, mulutnya tidak terkunci, tidak disertakan dengan syaitan, tidak dibelenggu ataupun dirantai. mereka semua diseret ke neraka. Mereka berteriak “Aduh celakanya aku, aduh terhinanya aku aduh hancurnya diriku,” dan lain-lain. Sehingga sesampainya didepan Malaikat Malik AS Ia berkata kepada para Malaikat yang menggiringnya :
من هؤلاء فما ورد علي من الأشقياء أعجب شأنا من هؤلاء لم تسود وجوههم ولم تزرق اعينهم ولم يختم على افواههم ولم يقرنوا مع الشياطين ولم تضع السلاسل والأغلال في عنقهم
“Wahai para Malaikat siapakah mereka ?, belum pernah ada penghuni neraka yang seperti mereka, wajahnya tidak hitam, matanya tidak gelap, mulutnya tidak terkunci, tidak disertakan dengan syaitan, dan lehernya tidak dibelenggu ataupun dirantai”.
Para malaikat menjawab :
هكذا أمرنا أن نأتيك بهم على هذه الحالة
”Demikianlah Allah SWT memerintahkan kami membawa mereka kepada engkau dengan keadaan yang sedemikian rupa”.
Kemudian Malaikat Malik AS berkata kepada mereka ;
يا معشر الأشقياء من انتم
”Wahai orang-orang yang celaka, siapakah kalian”
Mereka menjawab :
لا تسألنا يا مالك فانا نستحيي ان نخبرك نحن ممن انزل علينا القرأن ونحن ممن يصوم رمضان
”Janganlah engkau tanya siapa kami wahai Malaikat Malik sungguh kami sangat malu, sesungguhnya Kami adalah sebagaian dari umat, yang kepadanya diturunkan Al-Qur’an, dan diwajibkan puasa Ramadlan”.
Malaikat Malik AS berkata :
ما أنزل القرأن الا على أمة محمد صلى الله عليه وسلم
“Sesungguhnya tidaklah Al-Qur’an diturunkan kecuali kepada umatnya Baginda Rasulullah SAW ”
Malaikat Malik AS berkata lagi ;
أما كان لكم فى القرأن زاجر عن معاصى الله تعالى
”Bukankah dalam Al-Qu’an sudah ada larangan untuk tidak bermaksiat kepada Allah SWT ?”.
Mereka menjawab  :
يا مالك لا توبخنا فانا الأن نجونا من توبيخ الله تعالى وملائكته
"Wahai Malaikat Malik cukuplah, tolong jangan engkau mencela/mempermalukan kami, sesunggguhnya kami baru saja dicela oleh Allah SWT dan para malaikat-Nya".
Kemudian sesampainya mereka ditepi neraka Jahanam, sebelum diserahkan kepada Malaikat Zabaniah untuk dimasukan ke neraka, mereka berkata ;
يا مالك ائذن لنا فنبكي على أنفسنا
"Wahai Malaikat Malik berikanlah kami kesempatan untuk menangis menyesali diri kami".
Kemudian mereka semua menangis sedih, bercucuran air mata, menyesal dengat amat sangat  atas perbuatannya yang mengakibatkan dirinya akan celaka, hingga kering air matanya, mereka menangis dan menangis lagi sampai mengeluarkan darah dari matanya.
Malaikat Malik AS berkata :
ما أحسن هذا البكاء لو كان فى الدنيا فلو كان هذا البكاء فى الدنيا من خشية الله ما مستكم النار اليوم
”Betapa bahagianya seandainya tangisan karena takut kepada Allah SWT seperti ini di saat kalian masih hidup di dunia, pasti saat ini kalian akan selamat dari siksa neraka”
Seketika pada saat api neraka akan memangsanya, merekapun berteriak dengan berkata :
لا اله الا الله
 “Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah SWT”.
Seketika api neraka mundur tidak jadi memangsa mereka, maka Malaikat Malik AS berkata :
يا نار خذيهم
” Wahai api neraka ambilah mereka “
Api neraka menjawab :
كيف آخذهم وهم يقولون لا اله الا الله
”Wahai Malaikat Malik bagaimana mungkin aku memangsa mereka sedangkan mereka mengucapkan Laailaaha illallah”.
Malaikat Malik AS kembali berkata :
يا نار خذيهم

"Wahai api neraka, ambilah mereka"
Api nerakapun kembali menjawab :
كيف أخذهم وهم يقولون لا اله الا الله

"Wahai Malaikat Malik bagaimana mungkin aku memangsa mereka sedangkan mereka mengucapkan Laila ha illallah".
Malaikat Malik berkata :
نعم بذلك أمر رب العرش
"Benar, demikianlah perintah dari Allah SWT Dzat yang menguasai ‘Arsy".
Maka api nerakapun membakar mereka. Ada yang hanya telapak kakinya, ada yang sampai lututnya, ada yang sampai perutnya, ada yang sampai pundaknya, dan ada yang sampai lehernya, sesuai dengan dosanya masing-masing (padahal jika hanya telapak kaki mereka saja yang terbakar maka otaknya akan mendidih). Dan pada saat api neraka akan membakar wajah dan hati mereka, seketika terdengar seruan dari arah Arasy:
يا مالك اهبط النار عن وجوههم وقلوبهم فإنهم طالما أقروا لي بلسانهم وعرفوني بقلوبهم وطالما سجدوا لي  في الحياة الدنيا بوجوههم
"Wahai Malikat Malik,  janganlah engkau membakar wajah dan hati mereka. Karena selama di dunia mereka telah mengakui ketuhanan-Ku dengan lisan dan hatinya, serta bersujud kepada-Ku dengan wajahnya".
Selama dalam siksa neraka mereka senantiasa mengucapkan :
يا أرحم الراحمين يا حنان يا منان
 ”Wahai Dzat yang senantiasa memberikan belas kasih sayang dan anugrah-Nya kepada hamba-hamba-Nya”.
Kemudian setelah ribuan tahun mereka dihukum oleh Allah SWT dengan Sifat Keadilan-Nya, Allah SWT Berfirman kepada Malaikat Jibril AS :
ما فعل العاصون من أمة محمد صلى الله عليه وسلم
“Wahai Jibril, bagaimanakah keadaan umat kekasih-Ku Muhammad SAW yang berlumuran dosa?”
Malaikat Jibril AS menjawab :
اللهم انت أعلم بهم
 “ Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang lebih tahu tentang keadaan mereka”.
Allah SWT Berfirman :
انطلق فانظر ماحالهم
“Wahai Jibril, lihatlah keadaan mereka di neraka”.
Maka Malaikat Jibril AS  pergi menemui Malaikat Malik AS yang berada di atas mimbar ditengah-tengah neraka, melihat kedatangan Malaikat Jibril AS, Malaikat Malik AS berdiri menyambutnya dengan penuh hormat dan berkata :
يا جبريل ما ادخلك هذا الموضع
 “Wahai Malaikat Jibril, ada apakah kiranya engkau datang ke tempat ini ?
Malaikat Jibril AS bertanya :
ما فعلت بالعصابة العاصية من أمة محمد صلى الله عليه وسلم
 “Wahai Malaikat Malik apa yang terjadi terhadap umat Baginda Rasulullah SAW yang berlumuran dosa ? “
Malaikat Malik AS menjawab :
ما أسوأحالهم واضيق مكانهم قد أحرقت أجسامهم وأكلت لحومهم وبقيت وجوههم وقلوبهم يتلألأ فيها الإيمان
 “Wahai Malaikat Jibril mereka dalam keadaan yang sangat menyedihkan dan tempat yang sangat menyengsarakan, badan dan daging mereka telah hangus terbakar api neraka, namun wajah dan hati mereka masih utuh terlindungi oleh sinar keimanan yang memancar darinya”.
Malaikat Jibril AS berkata :
ارفع الطبق عنهم حتى أنظر إليهم
"Wahai Malaikat Malik, bukalah pintu neraka aku ingin melihat mereka".
Kemudian Malaikat Malik AS memerintahkan para malaikat penjaga untuk membuka pintu neraka. Setelah pintu neraka dibuka dan mereka melihat Malaikat Jibril AS yang sangat agung dan indah, mereka mengetahui bahwa beliau bukanlah malaikat penjaga neraka, maka mereka pun bertanya :
من هذا العبد الذي لم نر أحدا قط أحسن منه
“Siapakah hamba Allah SWT ini yang belum pernah aku lihat satu makhhlukpun seagung dan seindah dia ? “
Malaikat Malik AS menjawab:
هذا جبريل الكريم على ربه الذي كان يأتي محمدا صلى الله عليه وسلم بالوحي
“Ini adalah Malaikat Jibril AS Malaikat yang mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT. Malaikat pembawa wahyu bagi Baginda Rasulullah SAW “.
Begitu mendengar nama Baginda Rasulullah SAW disebut, seketika mereka semua serentak berteriak dengan berkata :
يا جبريل أقرئ محمدا صلى الله عليه وسلم منا السلام وأخبره أن معاصينا فرقت بيننا وبينك وأخبره بسوء حالنا
 “Wahai Malaikat Jibril AS, tolong sampaikanlah salam dari kami kepada Baginda Rasulullah SAW dan beritahukan kepada Beliau SAW bahwa sesungguhnya dosa dan kesalahan kamilah yang menjadikan kami terpisah darinya, dan beritahukan kepada Beliau SAW keadaan kami yang sangat menyedihkan”.
Kemudian Malaikat Jibril AS pergi menghadap Allah SWT Kemudian Allah SWT berfirman kepada Malaikat Jibril AS  :
كيف  رأيت أمة محمد ؟
“Wahai Jibril, bagaimanakah keadaan umat kekasih-Ku Muhammad yang berada di neraka ?”
Malaikat Jibril AS menjawab :
 يا رب ما أسوأحالهم واضيق مكانهم
“Ya Allah sesungguhnya mereka dalam keadaan yang sangat menyedihkan dan tempat yang sangat menyengsarakan”.
Allah SWT berfirman :
هل سألوك شيئا
“Wahai Jibril apakah mereka meminta sesuatu kepadamu?”
Malaikat Jibril AS menjawab :
نعم يا رب سألوني أن أقرئ نبيهم منهم السلام وأخبره بسوء حالهم
 Benar Ya Allah, sesungguhnya mereka memohon kepadaku untuk menyampaikan salamnya kepada Baginda Rasulullah SAW dan memberitahukan tentang keadaannya yang sangat menyedihkan”.
Allah SWT berfirman :
انطلق وأخبره
 “Wahai Jibril,  pergilah engkau ke surga dan beritahukan kepada kekasih-Ku Muhammad SAW atas permintaan dan keadaan umatnya”.
Seketika Malaikat Jibril AS pergi ke surga menemui Baginda Rasulullah SAW dan berkata :
"Wahai Muhammad Kekasih Allah SWT. Sesungguhnya baru saja aku datang dari neraka dan melihat sebagain dari umatmu yang masih tersiksa di sana. Mereka mohon kepadaku agar aku sampaikan salamnya kepadamu, dan memberitahukan keadaan mereka yang sangat menyedihkan".
Seketika Baginda Rasululah SAW, dengan belas kasih sayangnya, pergi ke bawah ‘Arsy bersujud kepada Allah SWT memanjatkan puji-pujian kepada-Nya. Dan bersabda :
يارب هكذا وعدتني ان لا تحرق امتي فى النار
Ya Allah sesungguhnya Engkau telah menjanjikan kepadaku untuk tidak meyiksa umatku di neraka".
Allah SWT berfirman :
يامحمد قد كانوا انسوك وتركوا شريعتك فى الدنيا وأنا أنسيهم اليوم شفاعتك عليهم
Wahai Muhamad kekasih-Ku sesungguhnya mereka di dunia melalaikan keagungan dan kemuliaanmu di Sisi-Ku dan meninggalkan syariatmu (tidak peduli dengan dosa-dosa), maka di hari ini aku halangi mereka dari safaatmu“.
Kemudian Allah SWT berfirman :
يا محمد ارفع رأسك  سل تعط  واشفع تشفع
          “Wahai Muhammad kekasih-Ku angkatlah kepalamu, mintalah apa saja, akan Aku kabulkan, mintalah Syafaat akan Aku berikan “.
Baginda Rasululah SAW bersabda :
يا ربي الأشقياء من أمتي قد أنفذت فيهم حكمك وأنتقمت منهم فشفعني فيهم
“Ya Allah sesungguhnya aku merasa kasihan kepada para umatku yang berlumuran dosa yang sekarang sedang tersiksa di neraka. Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah lama menghukum mereka dengan sifat keadilan-Mu, Ya Allah izinkanlah aku untuk memberikan syafaat kepada mereka “.
Allah SWT berfirman :
اِنْطَلِقْ ، فَمَنْ كَانَ فِي قَلْبه مِثْقَال حَبَّة مِنْ بُرَّة أَوْ شَعِيرَة مِنْ إِيمَان فَأَخْرِجْهُ مِنْهَا
“Wahai kekasih-Ku Muhammad. Lakukanlah apa yang Engkau inginkan, keluarkanlah dengan syafaatmu para umatmu dari neraka bagi mereka yang mempunyai iman walau sekecil biji gandum “ .
Kemudian setelah Baginda Rasulullah SAW, dengan syafatnya mengeluarkan mereka dan mengetahui masih ada dari  para umatnya yang masih tersiksa di neraka, maka Beliau SAW kembali ke bawah ‘arsy bersujud kepada Allah SWT memanjatkan puji-pujian kepada-Nya.
Kemudian Allah SWT berfirman ;
يَا مُحَمَّد اِرْفَعْ رَأْسك وَقُلْ يُسْمَع لَك ، وَسَلْ تُعْطَه ، وَاشْفَعْ تُشَفَّع
          “Wahai Muhammad kekasih-Ku angkatlah kepalamu, mintalah apa saja, akan Aku kabulkan, mintalah Syafaat akan Aku berikan “.
Baginda Rasululah SAW bersabda :
فَأَقُول : يَا رَبّ أُمَّتِي أُمَّتِي
          Akupun memohon kepada Allah SWT…" Ya Allah, umatku..Ya Allah… ummatku.."
Allah SWT berfirman :
اِنْطَلَقَ فَمَنْ كَانَ فِي قَلْبه مِثْقَال حَبَّة مِنْ خَرْدَل مِنْ إِيمَان فَأَخْرِجْهُ مِنْهَا
"Wahai kekasih-Ku Muhammad, keluarkanlah dengan syafaatmu para umatmu yang mempunyai iman walau sekecil biji sawi ".
Kemudian setelah Baginda Rasululah SAW, dengan syafatnya mengeluarkan mereka dan mengetahui juga masih ada umatnya yang tersiksa di neraka, maka Beliau SAW dengan belas kasih sayangnya  kembali pergi ke bawah ‘arsy bersujud kepada Allah SWT memanjatkan puji-pujian kepada-Nya.
Allah SWT berfirman :
يَا مُحَمَّد اِرْفَعْ رَأْسك وَقُلْ يُسْمَع لَك ، وَسَلْ تُعْطَه ، وَاشْفَعْ تُشَفَّع
          “Wahai kekasih-Ku Muhammad, angkatlah kepalamu, mintalah apa saja, akan Aku kabulkan, mintalah Syafaat akan Aku berikan “.
Baginda Rasululah SAW bersabda :
فَأَقُول : يَا رَبّ أُمَّتِي أُمَّتِي
          "Akupun memohon kepada Allah SWT…Ya Allah, umatku..Ya Allah…ummatku.."
Allah SWT berfirman ;:
اِنْطَلِقْ فَمَنْ كَانَ فِي قَلْبه أَدْنَى أَدْنَى مِنْ مِثْقَال حَبَّة مِنْ خَرْدَل مِنْ إِيمَان فَأَخْرِجْهُ مِنْ النَّار
“Wahai kekasih-Ku Muhammad, keluarkanlah dengan syafaatmu para umatmu yang mempunyai iman walaupun lebih kecil dan lebih kecil dari biji sawi “.
          Kemudian setelah Baginda Rasululah SAW, dengan syafatnya mengeluarkan mereka dan mengetahui juga masih ada umatnya yang tersiksa dineraka karena banyaknya dosa-dosa, maka Beliau SAW, dengan belas kasih sayangnya  kembali lagi pergi kebawah ‘arsy bersujud kepada Allah SWT memanjatkan puji-pujian kepadaNya,
Allah SWT berfirman ;
يَا مُحَمَّد اِرْفَعْ رَأْسك وَقُلْ يُسْمَع لَك ، وَسَلْ تُعْطَه ، وَاشْفَعْ تُشَفَّع
          “Wahai kekasih-Ku Muhammad angkatlah kepalamu, mintalah apa saja, akan Aku kabulkan, mintalah Syafaat akan Aku berikan “.
Baginda Rasululah SAW bersabda :
فَأَقُول: يَا رَبّ اِئْذَنْ لِي فِيمَنْ قَالَ : لَا إِلَه إِلَّا اللَّه ،
          Akupun memohon kepada Allah SWT…" Ya Allah, izinkanlah aku untuk memberikan syafaat kepada umatku walaupun mereka hanya mempunyai "Laailaha illallah (Muhammad Rasulullah)".
Allah SWT berfirman :
لَيْسَ ذَلِكَ لَك ، وَلَكِنْ وَعِزَّتِي وَجَلَالِي وَعَظَمَتِي وَكِبْرِيَائِي لَأُخْرِجَنَّ مَنْ قَالَ : لَا إِلَه إِلَّا اللَّه.
“Wahai kekasih-Ku Muhammad, itu bukanlah bagianmu. Namun demi Kemuliaan-Ku, demi Keluhuran-Ku, demi Keagungan-Ku, dan demi Kebesaran-Ku, akan Aku keluarkan umatmu dari neraka walaupun di hati mereka hanya ada kimanan dan keyakinan bahwa sesungguhnya tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Baginda Muhammad adalah Rasul Utusan Allah SWT “
Diriwayatkan dalam kitab Tafsir Al-qur-anul-Karim Ibnu Katsir 2/719 Baginda Rasululah SAW bersabda :
"Pada saat Allah SWT berkehendak mengeluarkan mereka dari nereka, orang yahudi, nashrani, dan orang-orang kafir berkata :
 آمنتم بالله وكتبه ورسله فنحن وأنتم اليوم في النار سواء
“ Kalian beriman kepada Allah SWT, kepada para Utusa-Nya dan kepada kitab-kitab-Nya, ternyata tak ada gunanya, sekarang bersama dengan kami di neraka “ .
Maka Allah SWT sangat murka kepada mereka (orang kafir) dan seketika mengeluarkan orang-orang yang beriman dari neraka, membawanya menuju telaga kehidupan yang berada di antara shirot dan surga, mereka mandi dan minum sepuasnya hingga tumbuh lagi tubuh mereka menjadi segar, bersih dan bercahaya, kemudian dimasukkan ke surga, tertulis pada dahi mereka  الجهنميون عتقاء الرحمن      (mantan penghuni jahanam yang telah dimerdekaan oleh Allah Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Sebagaimana yang telah kami cantumkan diatas bahwa yang terakhir kali masuk surga adalah orang yang tersiksa di neraka selama dua kali umur dunia.  
Setelah lama mereka di surga, mereka memohon kepada Allah agar dihapus tanda tersebut, kemudian Allah SWT mengabulkan permohonanya dan memerintahkan malaikat untuk menghapus tanda tersebut. Merekapun bersuka ria, bergembira ria di surga yang sangat indah penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan untuk selama-lamanya.
Dan seketika itu juga (setelah orang-orang yang beriman keluar dari neraka, habis tak tersisa)Allah SWT mengutus malaikat untuk menyembelih/memusnahkan maut (kematian) sebagai awal permulaan kehidupan abadi, sebagaimana yang diriwayatkan dalam kita Tafsir Al-Qur'anul Karim Al-Alusiy 11/493, dari Sayidina Abi Sa’id RA Baginda Rasululah SAW bersabda :
يؤتى بالموت كهيئة كبش أملح فينادي مناد يا أهل الجنة فيشرئبون وينظرون فيقول : هل تعرفون هذا؟ فيقولون نعم هذا الموت وكلهم قد رأوه ثم ينادي مناد يا أهل النار فيشرئبون وينظرون فيقول : هل تعرفون هذا؟ فيقولون نعم : هذا الموت وكلهم قد رأوه فيذبح بين الجنة والنار ثم يقول : يا أهل الجنة خلود فلا موت ويا أهل النار خلود فلا موت
“ Sesungguhnya pada hari itu kematian diwujudkan sebagai kambing gibas yang berwarna putih bercampur hitam, kemudian terdengar seruan:
“ Wahai penghuni surga, lihat dan perhatikanlah, tahukah kalian, apa ini ?"
Mereka menjawab :
“Ya itu adalah kematian”
Kemudian terdengar lagi seruan :
“ Wahai penghuni neraka, lihat dan perhatikanlah, tahukah kalian, apa ini ?,
Mereka menjawab
“ Ya itu adalah kematian”
          Kemudian kematian tersebut disembelih /dimusnahkan di antara surga dan neraka, lalu diserukan kepada mereka :
“Wahai penghuni surge,  saat inilah di mulainya kehidupan abadi untuk selama-lamanya dan sesungguhnya tak ada kematian lagi bagi kalian. Wahai penghuni neraka, saat inilah di mulainya kehidupan abadi untuk selama-lamanya, dan sesungguhnya tak ada kematian lagi bagi kalian”.
Kemudian Allah SWT memerintahkan malaikat untuk menutup neraka dan memakunya dengan paku api, tak ada lagi harapan bagi mereka untuk keluar darinya, terlupakan, dan terputus dari Kasih Sayang Allah Dzat Yang Menguasi ‘Arsy, kekal abadi selamanya dalam kesengsaraan, tinggalah penyesalan yang tiada berguna lagi. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-qur-anul-Karim :
 ربما يود الذين كفروا لو كانوا مسلمين (الحجر: 2 )
“Orang-orang yang kafir itu sering kali (di nereka) menginginkan, kiranya menjadi Orang-orang muslim”.
Dan kami akan kembali melanjutkan kisah Isro' Mi'roj Baginda Rasulullah SAW. Kemudian setelah Allah SWT mempertunjukkan kepada Baginda Rasulullah SAW tempat tinggal yang abadi bagi Beliau SAW dan umatnya di surga yang sangat indah dan megah, dan juga memperlihatkan kepada Beliau SAW dahsatnya siksa neraka yang abadi, yang disediakan oleh Allah SWT bagi orang yang tidak beriman. Seketika dengan  belas kasih sayangnya dan dengan penuh semangat Baginda Rasulullah SAW di dampingi Malaikat Jibril AS, menuju ke Mi'roj untuk turun ke bumi demi untuk memberi peringatan kepada umatnya agar mereka selamat.
          Diriwayatkan dalam kitab Nuzhatul-Majalis juz 2 hlm 116 dan hlm 120 Baginda Rasulullah SAW bersabda :                
Seketika Mi'roj tersebut turun dengan sangat cepat membawaku. Sesampainya di langit ketujuh, Nabi Ibrahim AS menyambutku dengan penuh penghormatan dan rasa bahagia atas anugrah Allah SWT yang telah diberikan kepadaku dan mendo’akan kepadaku agar senantiasa Allah SWT melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepadaku.
Kemudian Mi'raj membawaku turun dengan sangat cepat. Sesampainya di langit keenam, Nabi Musa ASmeyambutku dengan penuh penghormatan dan berkata :
ما فرض ربك علي امتك
          "Sesungguhnya apakah yang telah diwajibkan oleh Allah SWTkepada umatmu ?"
Akupun menjawab :
خمسين صلاة
          "Sesungguhnya Allah SWTmewajibkan kepada umatku sholat lima puluh kali dalam sehari semalam ".
Nabi Musa AS berkata:
ارجع الي ربك فاسأله التخفيف فان امتك لا تطيق ذلك
“Wahai kekasih Allah SWT. Kembalilah dan mohon keringanan kepada Allah SWT. Sesungguhnya aku khawatir ummatmu tidak akan mampu melaksanakan kewajiban sebanyak itu.
Kemudian Baginda Rasulullah SAW dengan belaskasih sayangnya kepada umatnya, kembali ketempat beliau SAW menghadap Allah SWTdan bersabda :
يا رب خفف عن امتي
" Ya Allah berilah keringanan kepada umatku “.
Kemudian Allah SWT mengabulkan permohonanku dengan mengurangi lima waktu.
Kemudian aku kembali turun dan sesampainya di langit keenam, Nabi Musa ASkembali meyambutku dengan penuh penghormatan dan menanyakan tentang usahaku memohon keringanan kepada Allah SWT.
Akupun menjawab :
خط عني خمسا
          "Sesungguhnya Allah SWT telah mengurangi lima dari lima puluh"
Nabi Musa AS berkata :
ارجع الي ربك فاسأله التخفيف فان امتك لا تطيق ذلك
“Wahai kekasih Allah SWT Kembalilah dan mohon keringanan lagikepada Allah SWT. Sesungguhnya umatmu tidak akan mampu melaksanakan kewajiban sebanyak itu”.
Kemudian Baginda Rasulullah SAW dengan belaskasih sayangnya kepada umatnya, kembali ketempat beliau SAW menghadap Allah SWTdan bersabda :
يا رب خفف عن امتي
" Ya Allah berilah keringanan kepada umatku “.
Kemudian Allah SWT mengabulkan permohonanku dengan mengurangi lima lagi. dan hal itu terus berulang hingga menjadi lima waktu dalam sehari semalam.
Kemudian Allah SWT berfirman :
يا محمد انهن خمس صلوات كل يوم وليلة لكل صلاة عشر فتلك خمسون
"Wahai kekasih-Ku Muhammad. Sesungguhnya sholat itu sudah menjadi lima waktu dalam sehari semalam. Namun Aku akan lipat gandakan pahalanya sepuluh kali hingga tetap seperti melaksanakan lima puluh kali " .                                       
          Baginda Rasulullah SAWbersabda :
"Sesampainya di langit keenam Nabi Musa AS berkata lagi :
ارجع الي ربك فاسأله التخفيف فان امتك لا تطيق ذلك 
“Kembalilah dan mohon keringanan lagi kepada Allah SWT Sesungguhnya aku khawatir umatmu tidak akan mampu melaksanakannya”.
Baginda Rasulullah SAW bersabda :
سألت ربي حتي استحييت ولكن ارضى واسلم
Sesungguhnya aku telah berulang kali memohon kepada Allah SWT sehingga aku malu untuk memohon lagi. Aku terima dan ridlo atas ketentuan- Nya dan aku pasrahkan urusan umatku kepada-Nya.
    Kemudian terdengar seruan dari Allah SWT:   
امضيت فريضتي وخففت عن عبادي لا يبدل القول لدي                       
"Wahai kekasih-Ku Muhammad. Sesungguhya telah Aku putuskan kewajiban kepada hamba-hamba-Ku dan Aku pun telah memberi keringanan kepada mereka. Sesungguhnya hal itu telah Aku tetapkan dan tak dapat dirubah lagi ".
Kemudian aku menaiki Mi'roj dengan dikawal Malaikat Jibril As turun dengan sangat cepat melintasi langit demi  langit menuju ke bumi. Dan di setiap langit para Nabi AS menyambutku dengan penuh penghormatan dan rasa bahagia atas anugrah Allah SWT yang telah diberikan kepadaku dan mendoakan kepadaku agar senantiasa Allah SWT melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepadaku
Sesampainya di Masjidil Aqso, Aku di sambut  oleh buroq yang tetap setia menungguku dan mempersilahkan kepadaku untuk naik ke punggungya dan membawaku dengan secepat kilat menuju ke Makkah Al-Mukarromah.
Dan sesungguhnya semua hal itu terjadi hanya sebagaian dari satu malam saja, Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur'anul Karim ;
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ-الإسراء 1
Yang artinya kurang lebih ;
“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (Q.S. Al-Isra’ 1)
Dan sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur’anul karim Surat An-Najm ayat 11 :
مَا كَذَبَ الفؤاد مَا رأى
Yang ditafsirkan oleh Imam Asy-Syaukaniy dalam kitabnya Fathul Qodir juz 7/68 :
ما كذب فؤاد محمد صلى الله عليه وسلم ما رآه بصره ليلة المعراج
Bahwa sesungguhnya hati Baginda Rasulullah SAW tidak mendustakan (meyakini) apa yang dilihat oleh Beliau SAW di malam mi’raj.
Sesungguhnya masih banyak sekali riwayat mengenai sejarah Baginda Rasulullah SAW dan isro’ mi’rojnya, demikian pula riwayat mengenai indahnya surga dan dahsyatnya neraka, namun yang kami cantumkan hanya sebagian saja, demi untuk memudahkan bagi para pembaca untuk mengingat dan menghayatinya.
Mempercayai serta meyakini adanya isro’ mi’roj, alam kubur, padang mahsyar, indahnya surga dan dahsyatnya neraka adalah wajib bagi kita, karena merupakan rukun iman yang kelima yaitu iman kepada hari akhir, Dan sesungguhnya banyaknya perbedaan pendapat para ‘ulama’ mengenai hal tersebut adalah wajar, sebagai tambahan pemasukan dan wawasan bagi kita, dan sangat tidak  dianjurkan bagi kita untuk dijadikan bahan perdebatan yang bisa menimbulkan permusuhan.
Semoga rangkuman ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin Ya Robbal ‘Aalamiin.
Dan apabila ada kekurangan/kekhilafan dalam rangkuman ini atau ada kurang indahnya tata bahasa, kami mohon di maklumi dan dimaafkan. Kami akhiri,
بالله التوفيق والهداية من يهد الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له وحسبنا الله ونعم الوكيل ولا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم
“ Hanya Allah SWT yang memberi taufik dan hidayah. Sesungguhnya barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah SWT, maka tiada sesuatupun yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa yang dikehendaki sesat oleh Allah SWT, maka tiada sesuatupun yang bisa memberikan petunjuk. Sungguh kami hanya pasrah kepada Allah SWT, Dzat Yang Maha Mencukupi, dan Dialah sebaik-baiknya Dzat Yang Mewakili, dan tiada daya upaya dan kekuatan melainkan dengan izin Allah SWT".
Dan kami akan menutup rangkuman kitab ini dengan sholawat kepada Baginda Rasulullah SAW :
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمدبقدر حبك فيه وزدنا يا مولانا حبا فيه وبجاهه عندك فرج عنا مانحن فيه الهنا لا نسألك رد القضاء بل نسألك اللطف فيه وعلى آله وصحبه عدد خلق الله بدوام ملك الله
“Ya Allah limpahkanlah selalu Sholawat (Rohmat Ta’dhim) Salam sejahtera dan Keberkahan-Mu kepada Junjungan kami Baginda Nabi Muhammad SAW, sebanyak Keagungan Cinta-Mu kepadanya. Dan anugerahilah kami untuk semakin meningkat kecintaan kami padanya. Ya Allah sesembahan kami. Demi kemuliaan derajatnya di Sisi-Mu, lapangkanlah segala kesulitan yang menimpa kami. Ya Allah sesembahan kami, sungguh kami memohon bukan karena menolak qodlo'(Ketentuan)-Mu, namun limpahkanlah keringanan dan Belas Kasih Sayang-Mu, terhadap segala ketentuan dan ketetapan-Mu kepada kami. Ya Allah limpahkanlah pula sholawat salam dan keberkahan kepada seluruh keluarga dan sahabat Baginda Rasulullah SAW, sebanyak bilangan semua makhluk-Mu dan sekekal keabadian Kekuasaan-Mu".
اللهم صل على نور الانوار وسر الاسرار وترياق الاغيار ومفتاح باب اليسار سيدنا محمد المختار واله الاطهار واصحابه الاخيار عدد نعم الله وافضاله
“Ya Allah limpahkanlah selalu Sholawat (Rohmat Ta’dhim) kepada Nabi Agung sumber dari segala cahaya, dan sumber segala rahasia alam malakut, Nabi Aagung  penyembuh dan sebagai obat penyejuk hati, sebagai kunci pembuka segala kemudahan, junjungan kami Baginda Nabi Muhammad SAW, kekasih-Mu mahluk pilihan, dan limpahkan pula sholawat-Mu kepada seluruh keluarganya yang suci nan mulia dan para sahabatnya yang setia sebanyak anugrah yang Engkau limpahkan kepada semua makhluk-makhluk-Mu".
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Alhamdulillah dengan ijin Allah SWT, rangkuman kitab Nurul Musthofa IIIini selesai pada hari Senin
 27 Rajab 1430 H/20 juli 2009 M
Sambutan dari Ustadz Musta’in bin Mahalliy
Wonosobo - Jawa tengah
بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين اللهم صل وسلم على سيدنا ومولانا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين اما بعد
Sungguh kami telah membaca dan mendalami serta meneliti atas kebenaran kitab NURUL MUSTOFA III ini yang dirangkum oleh Al-Habib Murtadlo bin Abdullah Al-Kaff, yang menerangkan tentang keagungan perjalanan Isra’ Mi’raj Baginda Rasulullah SAW. Sungguh rangkuman ini sangat dibutuhkan sekali bagi kita umat islam khususnya zaman sekarang, agar kita mengenal dan memahami kemuliaan dan keagungan Baginda Rasulullah SAW, serta mengenal dan  memahami masa depan kita yang hakiki di akhirat nanti, yang pasti kita akan mengalaminya, yang denganya  semoga kita tergugah hatinya untuk mempersiapkan diri dengan berbekal amal soleh sebelum ajal tiba.
Sungguh orang-orang yang menentang/mengingkari Isra’ Mi’raj Baginda Rasulullah SAW yang penuh dengan keajaiban yang sangat luar biasa akan celaka, karena tidak ada data-data/dalil yang menginkari hal tersebut, kalau ada itu pasti hasil rekayasa. Sesungguhnya para ‘Ulama’ Ahli Sunnah Waljama’ah seluruh dunia telah bersepakat mengenai kebenaran hal tersebut, dari para Ahli tafsir, para Rowi hadits, para Imam Madzhab, para Ahli sejarah dan para Ulama’ Solihin.
Dan tidaklah seseorang mengingkari hal yang telah disepakati para ‘Ulama’ Solihin kecuali karena adanya hasud / kebencian dalam hatinya, yang tujuanya tiada lain hanyalah untuk memecah belah dan menyesatkan umat Baginda Rasulullah SAW.
Dan barang siapa memperhatikan serta mendalami hal tersebut pasti akan memuncak rasa takutnya dari kemurkaan Allah SWT, demikian pula akan meningkat harapanya untuk mendapati Rahmat  Kasih Sayang Allah SWT .
Sungguh sangat terpuji di Sisi Allah SWT bagi para Ulama’ Sholihin, para Da’i, para Tokoh masyarakat yang senantiasa menyelenggarakan acara Isra’ Mi’raj untuk menjelaskan kisah perjalanan Isra’ Mi’raj Baginda Rasulullah SAW yang penuh dengan keajaiban yang sangat luar biasa, agar masyarakat lebih mengenal keagungan Baginda Rasulullah SAW, dan lebih mencintainya dari lubuk hati yang paling dalam, dan juga lebih meningkat ketaqwaanya kepada Allah SWT, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk meninggalkan kemaksiatan dan lebih mudah untuk menjalankan amal salih yang denganya akan mendapatkan Rahmat dari Allah SWT, meninggal dunia dalam keadaan husnul khotimah, selamat dari Kemurkaan-Nya dan masuk ke surga-Nya yang kekal abadi selama-lamanya. Aamiin
Semoga Allah SWT memberikan keberkahan kepada kitab ini, kepada pengarangnya dan kepada orang-orang yang membacanya..Aamiin.
والله الهادي إلى الصراط المستقيم
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
المقرظ : أستاذ مستعين بن محلى وونوصوبو



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...