إِتَّبِــــــعْ طَــــــرِيْقَ الْهُــــدَى * وَلَا يَضُرُّكَ قِلَّةُ السَّالِكِيْنَ * وَإِيَّاكَ وَطَرِيْقَ الضَّلَالَةِ * وَلَا تَغْتَرَّ بِكَثْرَةِ الْهَالِكِيْنَ Bersungguh-sungguhlah dalam mengikuti Baginda Nabi Muhammad SAW, walaupun sedikit orang yang mengamalkannya. Jauhilah segala kemungkaran, dan jangan terbujuk dengan banyaknya orang yang melakukannya.

Jumat, 07 September 2012

MUTIARA HIKMAH 1 Rangkuman AL-HABIB ABU MAHDI MURTADHO BIN ABDULLAH ALKAFF


(BULETIN PERTAMA)
TUJUH RANGKUMAN RINGKAS DARI BERBAGAI MACAM KITAB AHLUSSUNNAH WALJAMA'AH.
بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ
FAIDAH PERTAMA
(1)
Dianjurkan oleh syari’at bagi seorang hamba yang ingin menguatkan imannya dan mudah untuk menuju keridloan Allah SWT hendaknya memuncakkan tafakkur tentang tiga hal.
*******
Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad RA berkata:
وَلْتَكُنْ أَيُّهَا الْمُرِيدُ مُكْثِرًا مِنَ التَّفَكُّرِ وَهُوَ عَلَى ثَلَاثَةِ أَقْسَامٍ.
Wahai orang yang benar-benar menuju keridloan Allah SWT hendaklah kamu memperbanyaki tafakkur (memikirkan) tentang  tiga hal:
تَفَكُّرٌ فِي عَجَائِبِ الْقُدْرَةِ وَبَدَائِعِ الْمَمْلَكَةِ السَّمَاوِيَّـةِ وَالْأَرْضِيَّةِ وَثَمْرَتُهُ الْمَعْرِفَةُ بِاللهِ.
Yang pertama Tafakkur tentang keajaiban  dan keagungan kekuasaan Allah SWT dan keindahan ciptaan-Nya yang berada di langit dan di bumi maka kamu akan menjadi seorang yang ma'rifat    (akan mengenal-Nya dan mengagumi-Nya  sehingga menjadi hamba yang bertakwa dan senantiasa berdzikir kepada-Nya).
وَتَفَكُّرٌ فِي الْآلَاءِ وَالنّــِــعَمِ وَنَتِيجَتُهُ الْمَحَبَّةُ للهِ.
Yang kedua mendalami tafakkur tentang banyaknya anugrah-anugrah Allah SWT dan kenikmatan-kenikmatan yang telah melimpah kepada hamba-hamba-Nya khususnya kepada dirimu dan keluargamu yang kamu cintai maka akan menjadikanmu mabuk kepayang dalam mencintai Allah SWT dan selalu memuji-Nya.
وَتَفَكُّرٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَحْوَالِ الْخَلْقِ فِيهِمَا وَفَائِدَتُهُ الْإِعْرَاضُ عَنِ الدُّنْيَا وَالْإِقْبَالُ عَلَى الْأُخْرَى
Yang ketiga mendalami Tafakkur tentang kehinaan dunia dan segala keruwetan yang ada didalamnya serta mendalami pemikiran tentang segala kesempurnaan, kenikmatan, keindahan, dan kebahagiaan surga yang kekal abadi selama-lamanya.  Maka akan menjadikanmu berpaling dari dunia dan mengutamakan akherat juga benar-benar bersemangat menuju keridloan Allah SWT.
(Adab Sulukil Murid  hal: 30)
FAIDAH KEDUA
(2)
Sesungguhnya semua sholat yang dilakukan sesuai syari'at akan diterima oleh Allah SWT. Akan tetapi keutamaan bisa diperoleh sesuai dengan sebanyak menghayati kandungan bacaanya.
*******
Baginda Rasulullah SAW bersabda;
إِنَّ الْعَبْدَ لَيُصَلِّي الصَّلَاةَ لَا يُكْتَبُ لَهُ سُدُسُهَا وَلَا عُشُرُهَا وَإِنَّمَا يُكْتَبُ لِلْعَبْدِ مِنْ صَلَاتِهِ مَا عَقَلَ مِنْهَا.
Sesungguhnya keutamaan yang akan diperoleh seorang hamba  dari sholatnya bukanlah seperenam atau sepersepuluhnya, namun yang akan diperoleh adalah yang dilakukan dengan hudlur (memahami dan menghayati arti).
(Hadis diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari 'Amr bin Yasir, dalam kitab Ihya' 'Ulumuddin juz:1 hal:161)
*********
Jadi sangat perlu bagi seorang hamba untuk belajar agar mengetahui arti apa yang dia baca di dalam sholatnya agar bisa memperoleh keutamaan  dan anugerah yang  telah Allah SWT janjikan kepadanya.

FAIDAH KETIGA
(3)
Sesungguhnya perbuatan dosa dan keji di sisi Allah SWT seperti sombong, ujub/membanggakan diri , hasad/dengki, ghibah/ menggunjing aib orang lain, anak durhaka kepada orangtuanya, istri durhaka terhadap suaminya, dan dosa-dosa yang lain bisa menghilangkan keutamaan-keutamaan yang telah dia peroleh.
*******
Al-Imam Jalaluddin As-Suyuthi RA berkata:
دَرْءُ الْمَفَاسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَى جَلْبِ الْمَصَالِحِ
Mencegah segala perbuatan dosa lebih diutamakan untuk menghindar darinya melebihi dari pada berusaha untuk mendapati keutamaan.
(Asybah Wannadhoir hal:62)
*******
Jika kita tidak memperhatikan hal tersebut maka di akherat kelak akan menjadi orang yang bangkrut.
FAIDAH KEEMPAT
(4)
Seorang hamba jika ingin menuju keridloan Allah SWT dengan berda'wah atau mengajar yang sesuai dengan syari'at pasti akan dipenuhi dengan rintangan  diantaranya hujatan dari manusia. Untuk memperoleh keridloan dari mereka semua adalah suatu yang mustahil.
*******

Sayyidina Al-Imam Muhammad Al-Ghozali berkata;
وَلْيُقَرِّرْ عَلَى نَفْسِهِ أَنَّ رِضَا النَّاسِ غَايَةٌ لَا تُدْرَكُ
Bagi seorang hamba yang sedang menuju keridloan Allah SWT harus memastikan dalam dirinya bahwa untuk memperoleh keridloan orang banyak agar tidak mengganggunya adalah sesuatu yang mustahil.
(Arba'in Fii Usuliddin hal:132)
*******
Intinya jika ingin melakukan sesuatu yang dibenarkan oleh syari'at maka jangan kecil hati dan lakukan demi Allah SWT serta bertawakal kepada-Nya.
FAIDAH KELIMA
(5)
Bagi seorang hamba tidak perlu merasa senang dan tenang walaupun banyak pengikut yang menyanjungnya, adakalanya dia tidak terpuji di sisi Allah SWT.
********
Baginda Rasulullah SAW bersabda;  
إِنَّ الْعَبْدَ لَيُنْشَرُ لَهُ مِنَ الثَّنَاءِ مَا يَمْلَاءُ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَمَا يَزِنُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوْضَةٍ.
Sesungguhnya seorang hamba tersebar pujiannya memenuhi timur dan barat padahal ia di sisi Allah SWT tidak mengimbangi bobotnya sesayap nyamuk.
( Hadis diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah)
*******
Syeikh Isma'il Haqqi bin Mustofa Al-Hanafi berkata dalam kitabnya tafsir Ruhul Bayan

مَنْ اَمِنَ فِي الدُّنْيَا خَافَ فِي الْآخِرَةِ
Barang siapa yang merasa aman di dunia pasti dia akan merasa takut di akherat, karena dengan ketenangan tersebut dia tidak akan  perduli dengan kemaksiatan, dan dengannya bisa menjadi penghambat bahkan penghalang untuk bisa bertaubat.
مَنْ خَافَ فِي الدُّنْيَا آمِنَ فِي الْآخِرَةِ
Barang siapa yang senantiasa merasa takut kepada Allah SWT di dunia maka di akherat akan merasa aman dan selamat, karena dia akan senantiasa berusaha minta ampun dan menyempurnakan amalannya dan senantiasa merendahkan diri dan menjahui larangan-Nya.
FAIDAH KEENAM
(6)
Waspadailah sifat khianat dan bohong.
*******
Sabda Baginda  Rasulullah SAW:
كُلُّ خَصْلَةٍ يَطْبَعُ اللهُ عَلَيْهَا الْمُؤْمِنَ اِلَّا الْخِيَانَةَ وَاْلكِذْبَ

Sesungguhnya seorang hamba yang beriman bisa terjerumus dengan segala sifat –sifat jelek kecuali khianat dan bohong karena kedua sifat tersebut hanya dimiliki oleh orang munafiq.
(Hadis diriwayatkan oleh Ibnu Abiddunya)
*******
Jika Seorang hamba tidak berusaha untuk meninggalkan dua sifat tersebut  maka dikhawatirkan akan lenyap imannya dan mati dalam keadaan su'ul khotimah.


FAIDAH KETUJUH
(7)
Rasulullah SAW telah menerangkan kepada kita tentang ciri-ciri ulama' yang sholeh yang perlu kita ikuti, dengan bersabda;
لَا تَجْلِسُوْا عِنْدَ كُلِّ عَالِمٍ إِلَّا إِلَى عَالِمٍ يَدْعُوْكُمْ مِنْ خَمْسٍ إِلَى خَمْسٍ مِنَ الشَّكِّ إِلَى الْيَقِيْنِ وَمِنَ الرِّيَاءِ إِلَى الْإِخْلَاصِ وَمِنَ الرَّغْبَةِ إِلَى الزُّهْدِ وَمِنَ الْكِبْرِ إِلَى التَّوَاضُعِ وَمِنَ الْعَدَاوَةِ إِلَى النَّصِيْحَةِ
Janganlah sekali-kali  kalian duduk dan berkumpul bersama ulama', kecuali ulama' yang mengajak kalian dari lima macam perkara kepada lima perkara;
Yang pertama, ulama' yang mengajak kalian untuk tambah yakin tentang janji-janji Allah SWT dan Rasul-Nya  sehingga dapat menghilangkan keraguan di dalam hati.
Yang kedua, ulama' yang mengajak kalian agar bisa meninggalkan riya' dan bisa beribadah serta bermu'amalah dengan ikhlas.
Yang ketiga, ulama' yang mengajak kalian dari kecondongan dunia, kepada merasa cukup, ridlo atas bagiannya dan senantiasa bersyukur  sehingga mengutamakan akherat.
Yang keempat, ulama' yang mengajak kalian dari kesombongan, kepada sopan santun dan merendahkan diri.
Yang kelima, ulama' yang mengajak kalian dari pembicaraan yang menimbulkan permusuhan, kepada nasehat yang menjadikan perdamaian, ketenangan dan ketentraman.   
 (Hadis diriwayatkan oleh sahabat Jabir)
*******
jika kita tidak pandai-pandai mencari  orang alim yang sesuai karakter tersebut maka dikhawatirkan akan bisa menyesatkan kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...