إِتَّبِــــــعْ طَــــــرِيْقَ الْهُــــدَى * وَلَا يَضُرُّكَ قِلَّةُ السَّالِكِيْنَ * وَإِيَّاكَ وَطَرِيْقَ الضَّلَالَةِ * وَلَا تَغْتَرَّ بِكَثْرَةِ الْهَالِكِيْنَ Bersungguh-sungguhlah dalam mengikuti Baginda Nabi Muhammad SAW, walaupun sedikit orang yang mengamalkannya. Jauhilah segala kemungkaran, dan jangan terbujuk dengan banyaknya orang yang melakukannya.

Senin, 10 September 2012

MUTIARA HIKMAH 2 Rangkuman AL-HABIB ABU MAHDI MURTADHO BIN ABDULLAH ALKAFF


(BULETIN KEDUA)
TUJUH RANGKUMAN RINGKAS DARI BERBAGAI MACAM KITAB AHLUSSUNNAH WALJAMA'AH.
بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ
FAIDAH PERTAMA
(1)
Sangat perlu diketahui dan diyakini bahwa apa saja yang terjadi di alam semesta tidak lepas dari  kehendak Allah SWT, tanpa ada perubahan sedikitpun.
Namun,
اَلْجَزَاءُ مِنْ جِنْسِ الْعَمَلِ
Pahala dan siksaan akan menimpa seorang hamba sesuai dengan amalannya masing-masing.
*******
Al-Imam Abu Hanifah RA berkata:
خَلْقُ الْإِسْتِطَاعَةِ فِعْلُ اللهِ وَاسْتِعْمَالُ تِلْكَ الْإِسْتِطَاعَةِ الْمُحْدَثَةِ فِعْلُ الْعَبْدِ حَقِيْـقَةً لَا مَجَـازًا
Menciptakan suatu kemampuan adalah perbuatan Allah SWT semata, dan menggunakan kemampuan tersebut adalah perbuatan makhluk yang sesungguhnya.
*******
Intinya, kita harus senantiasa introspeksi diri, jika melakukan dosa maka secepatnya  bertaubat agar diampuni dosa-dosanya dan selamat, jika kita mengamalkan kebaikan hendaknya bersyukur agar ditambah.





FAIDAH KEDUA
(2)
Mencari ilmu agama dan mengamalkannya tidak ada lain hanya untuk memperoleh keridloan Allah SWT dan keselamatan dunia akherat. Jika ulama' punya tujuan hanya untuk memperoleh dunia semata maka bisa dikatagorikan sebagai ulama' su' yang sangat dimurkai oleh Allah SWT.
*******
Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad RA berkata;
مِنْ أَكْبَرِ الْكَبَائِرِ الْبَاطِنَةِ وَالظَّاهِرَةِ أَنْ تَلْتَمِسَ مِنْ إِخْوَانِكَ الدُّنْيَا وَهُمْ يَلْتَمِسُوْنَ مِنْكَ الْآخِرَةَ
Sesungguhnya dari dosa dzohir dan batin yang paling terbesar di sisi Allah SWTengkau mengharapkan dunia(harta, kedudukan, dan pujian) dari orang yang mengharapkan  darimuilmu agama demi keselamatan akheratnya.
FAIDAH KETIGA
(3)
Dengan belas kasih sayang Allah SWT kepada umat baginda Nabi Muhammad SAW sedekah seorang hamba 10.000 bisa dilipat gandakan oleh Allah SWT dari mulai 100.000 hingga bisa menjadi 9 milyar.
*******
Al-Imam Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuthi RA berkata;
أَنَّ ثَوَابَ الصَّدَقَةِ خَمْسَةُ أَنْوَاعٍ : فَوَاحِدَةٌ بِعَشْرَةٍ وَهِيَ عَلَى صَحِيْحِ الْجِسْمِ ، وَوَاحِدَةٌ بتِسْعِيْنَ وَهِيَ عَلَى الْأَعْمَى وَالْمُبْتَلَي ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةٍ وَهِيَ عَلَى ذِيْ قَرَابَةٍ  مُحْتَاجٍ ، وَوَاحِدَةٌ  بِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى الْأَبَوَيْنِ ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةِ  أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى عَالِمٍ  أَوْ فَقِيْهٍ
Sesungguhnya pahala shodaqoh ada lima tingkatan;
Pertama, memberi satu kepada orang yang sehat maka akan mendapati pahala 10 kali lipat.
Kedua, Memberi satu kepada orang yang buta atau orang yang sedang  kena mushibah maka akan mendapati pahala 90 kali lipat.
Ketiga, memberi satu kepada kerabatnya yang sedang membutuhkan maka akan mendapati pahala 900 kali lipat.
Keempat, memberi satu kepada kedua orang tuanya maka akan mendapati pahala 100.000 kali lipat.
Kelima, memberi satu kepada orang alim yang sholeh maka akan mendapati pahala 900.000 kali lipat.
(Kitab Washiyyatul Mushtofa Lil-Imam Atthas Al-Habsyi hal:107)
*******
Betul kita perlu mengutamakan yang lebih utama, akan tetapi kita tidak boleh meremehkan kebijakan sekecil apapun.
Sayyidina Al-Imam Ja'far Ash-Shodiq RA berkata:
إِنَّ اللهَ تَعَالَى خَبَأَ ثَلَاثًا فِيْ ثَلَاثٍ رِضَاهُ فِيْ طَاعَتِهِ فَلَا تَحْقِرُوْا مِنْهَا شَيْئًا فَلَعَلَّ رِضَاهُ فِيْهِ وَغَضَبَهُ فِيْ مَعَاصِيْهِ فَلَا تَحْقِرُوْا مِنْهَا شَيْئًا فَلَعَلَّ غَضَبَهُ فِيْهِ وَخَبَأَ وِلَايَتَهُ فِيْ عِبَادِهِ فَلَا تَحْقِرُوْا مِنْهَا أَحَدًا فَلَعَلَّهُ وَلِيُّ اللهِ تَعَالَى
Allah SWT merahasiakan tiga macam perkara di tiga hal;
Yang pertama, Jangan sekali-kali kamu meremehkan perbuatan baik sekecil apapun siapa tahu ridlonya Allah SWT ada di dalamnya.
Yang kedua, Jangan sekali-kali meremehkan perbuatan maksiat sekecil apapun siapa tahu kemurkaan Allah SWT ada di dalamnya.
Yang ketiga, Jangan meremehkan hamba yang kelihatannya hina siapa tahu dia adalah kekasih Allah SWT.     
(Kitab Ihya' Ulumuddin juz:4 hal:49)
FAIDAH KEEMPAT
(4)
Dengan banyaknya kesesatan dan penyesatan yang sangat merajalela di zaman ini maka maqolah di bawah ini sangat dibutuhkan untuk dijadikan pedoman kehidupan kita agar kita bisa selamat.
*******

Al-Imam Fudheil bin 'Iyadh RA berkata;
إِتَّبِــــــعْ طَــــــرِيْقَ الْهُــــدَى  *  وَلَا يَضُرُّكَ قِلَّةُ السَّالِكِيْنَ
وَإِيَّاكَ وَطَرِيْقَ الضَّلَالَةِ  *  وَلَا تَغْتَرَّ بِكَثْرَةِ الْهَالِكِيْنَ                                                                                                
Bertekatlah dengan sungguh-sungguh dalam mengikuti ajaran Baginda Nabi Muhammad SAW, jangan sampai terpengaruh karena sedikitnya orang yang mengamalkannya.
Dan jauhilah olehmu segala perbuatan yang mungkar, dan jangan sekali-kali terbujuk dengan banyaknya orang yang melakukannya.
(I'anatuth Thaalibin juz:4 hal:218)
FAIDAH KELIMA
(5)
Dengan melalui hatinya orang yang sholeh anda bisa memperoleh secara langsung belas kasih sayang Allah SWT dan digolongkan sebagai orang yang selamat.
*******
Disebutkan oleh Al-Habib 'Ali bin Muhammad Al-Habsyi dalam kitabnya Kunuzu As-Sa'adah Al-Abadiyyah;
إِجْتَهِدْ أَنْ تَكُونَ فِي قَلْبِ الْعَارِفِ أَعْظَمُ مِنْ أَنْ يَكُونَ فِي قَلْبِكَ لِأَنَّكَ إِذَا كُنْتَ فِي قَلْبِهِ وَأُمْطِرَتْ أَمْطَارُ الْفَضْلِ الْإِلَهِيِّ عَلَيْهِ شَارَكْتَهُ فِيْهَا
Usahakan dengan semaksimal mungkin anda berada di dalam hatinya seorang sholeh yang ma'rifat  melebihi dari pada dia berada di hatimu, karena di saat anugerah Allah SWT mengucur deras padanya dan anda berada di dalam hatinya maka secara otomatis anda akan memperoleh apa yang ia dapati.
(kitab Kunuzu As-Sa'adah Al-Abadiyyah)
*******
Cara untuk bisa masuk dalam hatinya dengan sering berkumpul bersamanya dan  melakukan berbagai macam kebijakan kepadanya .



FAIDAH KEENAM
(6)
Perlu diwaspadai bagi siapa saja bisa terpengaruh dengan orang yang senantiasa berkumpul bersamanya.
*******
Baginda Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ جَلَسَ مَعَ ثَمَانِيَةِ أَصْنَافٍ زَادَهُ اللهُ ثَمَانِيَةَ أَشْيَاءَ
1.             مَنْ جَلَسَ مَعَ الْأُمَرَاءِ زَادَهُ اللهُ الْكِبْرَ وَقَسَاوَةَ الْقَلْبِ
2.             وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْأَغْنِيَاءِ زَادَهُ اللهُ الْحِرْصَ فِي الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا
3.             وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْفُقَرَاءِ زَادَهُ اللهُ الرِّضَا بِمَا قَسَمَهُ اللهُ تَعَالَى
4.             وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الصِّبْيَانِ زَادَهُ اللهُ اللَّهْوَ وَاللَّعْبَ
5.             وَمَنْ جَلَسَ مَعَ النِّسَاءِ زَادَهُ اللهُ الْجَهْلَ وَالشَّهْوَةَ
6.             وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الصَّالِحِيْنَ زَادَهُ اللهُ الرَّغْبَةَ فِي الطَّاعَةِ
7.             وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْعُلَمَاءِ زَادَهُ اللهُ الْعِلْمَ وَالْوَرَعَ
8.             وَمَنْ جَلَسَ مَع َالْفُسَّاقِ زَادَهُ اللهُ الذَّنْبَ وَتَسْوِيْفَ التَّوْبَةِ
Orang yang senantiasa bergaul dengan delapan macam golongan, maka Allah SWT akan menambahkan kepadanya delapan macam sifat;
Pertama, barang siapa yang senantiasa bergaul dengan penguasa, maka Allah SWT akan menjadikannya orang yang sombong dan keras hatinya.
Kedua, barang siapa yang senantiasa bergaul dengan orang-orang kaya, maka Allah SWT akan menjadikannya orang yang rakus dan cinta dunia.
Ketiga, barang siapa yang senantiasa bergaul dengan orang-orang miskin, maka Allah SWT akan menjadikannya orang yang merasa cukup dan ridlo atas bagiannya.
Keempat, barang siapa yang senantiasa bergaul dengan anak-anak, maka Allah SWT akan menjadikannya orang yang senantiasa sibuk bermain.
Kelima, barang siapa yang senantiasa bergaul dengan para wanita, maka Allah SWT akan menjadikannya orang yang tambah bodoh dan merajalela nafsu syahwatnya.
Keenam, barang siapa yang senantiasa bergaul dengan orang-orang sholeh  maka Allah SWT akan menjadikannya orang yang tambah semangat beribadah.
Ketujuh, barang siapa yang senantiasa bergaul dengan orang-orang alim,  maka Allah SWT akan menjadikannya orang yang tambah ilmu dan berhati-hati dalam beribadah dan bermuamalah.
Kedelapan, barang siapa yang senantiasa bergaul dengan orang-orang yang selalu melakukan dosa, maka Allah SWT akan menjadikannya tidak perduli untuk melakukannya dan senantiasa menunda-nunda taubatnya (sehingga meninggal dalam keadaan bermaksiat).
(Kitab Al-Burhan Al-Muayyad, Ahmad bin Ali bin Tsabit Arrifa'i Al-Huseini 1/109)
******
Adapun bergaul dengan keluarga (istri dan anak) adalah suatu yang dianjurkan oleh syari'at demi membimbing dan mendidik mereka.

FAIDAH KETUJUH
(7)
Diantara keutamaan yang sangat agung bagi orang yang mencari ilmu agama.
*******
Baginda Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ جَاءَ أَجُلُهُ وَهُوَ يَطْلُبُ الْعِلْمَ لَقِيَ اللهَ وَلَمْ يَكُنْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّبِيِّيْنَ إِلَّا دَرَجَةُ النُّبُوَّةِ
Barang siapa meninggal dunia dalam keadaan menuntut ilmu agama untuk menuju keridloan Allah SWT  maka kelak dia akan bertemu Allah SWT bersama para nabi hanya saja beda derajat kenabian.
(Hadis diriwayatkan oleh Sahabat Ibnu 'Abbas RA)
*******
Dengan belas kasih sayang Rasulullah SAW kepada ummatnya beliau menganjurkan  untuk senantiasa mencari ilmu dengan bersabda;
أُطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ
Carilah ilmu agama dari mulai lahir sampai masuk liang kubur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...