إِتَّبِــــــعْ طَــــــرِيْقَ الْهُــــدَى * وَلَا يَضُرُّكَ قِلَّةُ السَّالِكِيْنَ * وَإِيَّاكَ وَطَرِيْقَ الضَّلَالَةِ * وَلَا تَغْتَرَّ بِكَثْرَةِ الْهَالِكِيْنَ Bersungguh-sungguhlah dalam mengikuti Baginda Nabi Muhammad SAW, walaupun sedikit orang yang mengamalkannya. Jauhilah segala kemungkaran, dan jangan terbujuk dengan banyaknya orang yang melakukannya.

Sabtu, 08 September 2012

NURUL MUSHTHOFA Jilid 3 Rangkuman AL-HABIB ABU MAHDI MURTADHO BIN ABDULLAH ALKAFF


بسم  الله  الرحمن  الرحيم
الحمد لله رب العالمين  حمدا يوافى نعمه ويكافئ مزيده يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك وعظيم سلطانك سبحانك لا نحصي ثناء عليك انت كما اثنيت على نفسك فلك الحمد حتى ترضى ولك الحمد اذا رضيت ولك الحمد بعد الرضى.اللهم صل وسلم على سيدنا محمد صلاة تكون لنا على الله بابا مشهودا وعلى أعدائنا حجابا مسدودا وعلى اله وصحبه عدد خلق الله بدوام ملك الله. أما بعد :
Dengan menyebut nama Allah SWT Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah SWT Dzat yang menguasai seluruh alam semesta, dengan segenap pujian yang sesuai dengan segala anugerah-Nya dan memadahi sebanyak tambahan anugerah-Nya. Ya Allah sesembahan kami, bagi-Mu lah segala puji sebagaimana pujian itu patut bagi kemuliaan Dzat-Mu dan agungnya kekuasaan-Mu, Maha Suci Engkau Ya Allah, kami tidak akan mampu untuk mengungkapkan pujian kepada-Mu selayak pujian-Mu kepada Dzat-Mu sendiri, maka bagi-Mu lah segala puji sehingga Engkau ridla, dan bagi-Mu lah segala puji sesuai keridlaan-Mu, dan bagi-Mu lah segala puji atas keridlaan-Mu (kepada kami). Ya Allah limpahkanlah shalawat (Rahmat ta’dlim-Mu) dan salam kesejahteraan dari-Mu kepada junjungan kami Baginda Nabi Muhammad SAW, semoga dengan berkahnya, Allah SWT melimpahkan segala anugerah-Nya kepada kita serta melindungi kita dari semua musuh-musuh kita. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan juga kepada para keluarga dan para sahabat  Baginda Nabi Muhammad SAW, sebanyak makhluk ciptaan-Nya kekal abadi selama-lamanya. Amiin Ya Robbal ‘Aalamiin.



Setelah kami merangkum kitab NURUL-MUSHTHOFA I tetang kisah perjalanan Nur (cahaya) Baginda Rasulullah SAW, dan kami meneruskan kitab NURUL-MUSHTHOFA II tentang kisah masa kecil Baginda Rasulullah SAW sampai menjadi Rasul Utusan Allah SWT, maka kami melanjutkan kitab NURUL-MUSHTHOFA III tentang kisah perjalanan Isra’ Mi’raj Baginda Rasulullah SAW, yang dipenuhi dengan keajaiban-keajaiban yang sangat luar biasa, di luar jangkauan kemampuan akal, hanyalah keimananyang bisa menerimanya. Dan hendaknya kita semua bisa mempercayai dan meyakininya dari lubuk hati yang paling dalam. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dan manfaat dari peristiwa tersebut, Amiin.
Sesungguhnya peristiwaIsra’ Mi’raj yang dianugerahkan Allah SWT kepada Baginda Rasulullah SAW terjadi setelah Beliau SAWmerasa bersedih hati atas perilaku kaumnya yang selalu menentang dan menghalangi dakwah Beliau SAW dari segala segi. Apalagi setelah meninggalya paman dan istri Beliau SAW, mereka semakin memuncak dalam melawan dan menentang dakwahnya. Padahal Baginda Rasulullah SAWsangatlah menginginkan kebahagiaan dunia akhirat bagi mereka dan selamat dari ancaman kemurkaan Allah SWT. Hal itulah yang menjadikan Baginda Rasulullah SAW semakin bersedih hati, hingga pada suatu malam, tepatnya pada tanggal 27 Rajab 12 tahun dari kenabian, Baginda Rasulullah SAW datang ke Ka'bah dan bermunajat di dalam Hijir Ismail, berdo'a, memohon dan mengiba ke Hadirat Allah SWT agar kaumnya mendapatkan hidayah, sampai Beliau SAW tidur di situ.
          Dengan Belas Kasih sayangnya Allah SWT kepada Baginda Rasulullah SAW, Allah SWT berkehendak untuk menyejukkan hatinya atas apa yang dideritanya dan membahagiakannya serta mempertunjukkan keagungan dan kemuliaan Baginda Rasulullah SAW di Sisi-Nya. Dengan meng-Isra’ Mi’rajkan Baginda Rasulullah SAW.
Maka Allah SWT mengutus Malaikat Jibril AS dan para malaikat yang sangat agung untuk menjemput Baginda Rasulullah SAW, membawanya ke tempat yang sangat mulia di Sisi-Nya. Sebagaimana telah diriwayatkan di kitab Nuzhatul Majaalis juz 2 hlm 95 bahwa ;
Pada saat Allah SWT berkehendak untuk mempertunjukkan kemuliaan Baginda Rasulullah SAW dengan puncak-puncaknnya kemuliaan yang tidak bisa dicapai oleh makhluk siapapun, Allah SWT Berfirman kepada Malaikat Jibril AS:
يا جبريل قف على قدم العبودية واعترف بعز الربوبية وامرح في ميدان شكري واعلم عظيم قدري فقد مننت عليك فاستمع لما يوحى إليك
Yang artinya :
          "Hai Jibril, tunduklah kamu sebagaimana layaknya kamu menghadap kepada-Ku, Akuilah atas kemuliaan dan keagungan Dzat-Ku, puncakkanlah segala pujian kepada-Ku atas segala anugerah-Ku dan saksikanlah agungnya Kekuasaan-Ku. Sesungguhnya Aku senantiasa menganugerahkan kemuliaan kepadamu, maka dengarkanlah dengan sungguh-sungguh apa yang akan Aku firmankan kepadamu".
Sesungguhnya Malikat Jibril AS adalah Malaikat utusan Allah SWT yang paling mulia pembawa wahyu  Ilahi, yang sangat besar dan agung sekali, mempunyai enam ratus sayap yang satu sayapnya bisa memenuhi jagad barat dan jagad timur. Dan Allah SWT memberikan kemampuan kepadanya untuk mengecil dan berbentuk manusia, sebagaimana dijelaskan di kitab Tafsir Ath-Thobarijuz 22 hal 509 dan Tafsir Al-Qurthubiy juz 6 hlm 394 Al-Maktabah Asy-Syaamilah.
Dengan kemuliaan dan keagungannya tersebut, Malaikat Jibril AS berkata dengan penuh perasaan khawatir dan cemas:
ربي أنت اللطيف وأنا العبد الضعيف
Yang artinya ;
          "Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Pengasih dan Penyayang. Sayangilah hamba-Mu yang sangat lemah ini".
Allah SWT Berfirman;
يا جبريل تدرع بالأجنحة الطا وسية ورصع أجنحتك بالجواهر السنية
Yang artinya :
          "Hai Jibril, hiasilah dirimu dengan sebaik-baiknya perhiasan".
Kemudian Allah SWT berfirman lagi:
خذ علم الهداية وبراق العناية وخلعة القبول وطيلسان الرسالة ومنطق الجلالة وانزل مع سبعين ألف ملك إلى محمد صلى الله عليه وسلم
Yang artinya ;
          "Hai Jibril, ambillah bendera Taufiq dan Hidayah-Ku. Ambillah kendaraan buraq. Ambillah tanda ijin dan kerestuan-Ku,  dan turunlah beserta tujuh puluh ribu  malaikat kepada kekasih-Ku Muhammad SAW".
Kemudian Allah SWT berfirman lagi:
إذا وصلت إليه فاحترمه أتم الإحترام واخدمه على الدوام وتأدب معه تأدب الخدم وأكثر من الصلاة والسلام عليه
Yang artinya ;
          "Hai Jibril, sesampainya kamu di hadapannya nanti, hormatilah Dia dengan sungguh-sungguh, layanilah segala kebutuhannya dan lakukanlah semua itu dengan penuh sopan santun sebagaimana layaknya seorang pelayan kepada tuannya, serta perbanyakilah mengucapkan sholawat dan salam kepadanya.".
Allah SWT Berfirman lagi;
ويا ميكائيل حذ علم القبول وانزل مع سبعين ألف ملك ويا إسرافيل ويا عزرائيل افعلا كما يفعل جبريل وميكائيل
Yang artinya ;
          "Hai Mikail, ambillah bendera kemenangan, dan turunlah bersama tujuh puluh ribu  malaikat kepada kekasih-Ku Muhammad SAW. Dan kalian juga wahai Izrail dan Israfil, lakukanlah sebagaimana yang dilakukan Jibril dan Mikail."
Allah SWT berfirman lagi:
لنا الليلة مع يتيم أبي طالب سر نريد أن نطلعه عليه ونظهره إليه
Yang artinya ;
          "Sesungguhnya pada malam ini, Aku mempunyai Kehendak untuk menunjukkan kepada kekasih-Ku Muhammad SAW suatu rahasia kemuliaan yang sangat agung"
Diriwayatkan di kitab Nuzhatul Majaalis juz 1 hal 103 bahwa di segenap penjuru alam jabarut dan malakut terdengar seruan yang berkumandang;
يا جنة عدن تزيني يا دار النعيم تكوني ويا حلل الأنعام تلوني ويا حور تبختري ويا سموات افتخري الليلة يقدم لزيارتنا سيد البشر 
"Wahai sorga ‘Adn, wahai negeri segala kenikmatan, wahai negeri kebahagiaan, wahai para bidadari, wahai para penghuni langit. Berhiaslah kalian semua dengan seindah-indahnya dan semegah-megahnya perhiasan. Berbahagialah kalian semua, berbanggalah kalian semua. Sesungguhnya pada malam ini, akan datang kekasih-Ku, makhluk yang paling mulia, junjungan seluruh alam semesta, Nabi Agung Muhammad SAW”
          Setelah Malaikat Jibril AS mempersiapkan diri, seketika ia pun pergi dan masuk ke sorga untuk mengambil buroq, sebagaimana diriwayatkan di kitab tersebut hal 97 bahwa : Setelah diperintahkan Allah SWT, Malaikat Jibril AS pergi dan masuk ke sorga untuk mengambil Buroq, dan di situ terdapat 40.000 Buroq yang sangat indah sekali, terlukis di dahi mereka kalimat ;
لا إله إلا الله محمد رسول الله
Pada saat Malaikat Jibril AS hendak memilih yang terbaik diantara buroq-buroq tersebut, terdapat satu buroq yang mengasingkan diri dalam keadaan menangis sedih. Kemudian Malaikat Jibril AS mendatanginya dan bertanya;
"Kenapa engkau melakukan hal itu?'
Buroq tersebut menjawab:
"Sesungguhnya sejak empat puluh ribu tahun yang lalu aku telah mendengar tentang kemuliaan dan keagungan Muhammad SAW kekasih Allah SWT, sehingga membuatku sangat rindu ingin bertemu, hingga aku merasa tidak enak makan dan minum".
Mengetahui ketulusan cinta dan kerinduan buroq tersebut kepada Baginda Rasulullah SAW maka Malaikat Jibril pun memilihnya. Dengan terpilihnya, buroq tersebut menjadi segar, wajahnya berseri-seri, meluap kegembiraannya, karena akan berjumpa dengan kekasih Allah SWT yang sangat ia rindukan.
Kemudian Malaikat Jibril AS memasang tempat duduk Baginda Rasulullah SAW di atas punggungnya, serta menghiasinya dengan berbagai macam keindahan yang sangat luar biasa indahnya, dan membawanya turun ke bumi bersama para Malaikat yang telah diperintahkan Allah SWT untuk turun bersamanya.
Sesampainya di Makkah, seketika itu juga, malam di seluruh kota Makkah menjadi terang benderang laksana siang, terpenuhi oleh cahaya keagungan para Malaikat.
Sesampainya di Masjidil Haram, Malaikat Jibril AS dan para Malaikat lainnya mendatangi Baginda Rasulullah SAW di Hijir Ismail.  
Maka, dengan lemah lembut penuh sopan santun, Malaikat Jibril AS berkata:
قم يا نائم فقد هيئت لك الغنائم قم يا يتيم أبي طالب فقد هيئت لك المطالب قم يا محمد الليلة ليلتك والدولة دولتك أنت شمس المعارف أنت بدر اللطائف أنت في القيامة ملجأ لكل خائف ما معدت الدار إلا لأجلك ولا روق كأس الحب إلا لوصلك قم فإن الموائد ممدودة والأيام للقائك معدودة
"Bangunlah wahai Rasul Kekasih Allah SWT yang sedang tidur, sesungguhnya telah disediakan bagimu segala keberuntungan. Bangunlah wahai kekasih Allah SWT, sesungguhnya Allah SWT akan memenuhi segala permintaanmu. Malam ini adalah malam yang sangat mulia bagimu. Engkau adalah tuan kami. Sesungguhnya Engkau adalah cahaya penerang hati untuk mengenal Sang Ilahi. Sesungguhnya Engkau adalah sumber Rahmat Allah SWT untuk alam semesta. Bangunlah wahai Rasul Kekasih Allah SWT. Sesungguhnya Engkau di hari kiamat nanti adalah Sang pemberi  syafaat dan pelindung bagi orang-orang yang sedang ketakutan. Sesungguhnya Allah SWT tidaklah menciptakan sorga kecuali untukmu. Dan sesungguhnya Allah SWT tidaklah memberikan rasa cinta kepada para makhluk kecuali agar mencintaimu. Bangunlah wahai Kekasih Allah SWT. Sesungguhnya alam malakut telah berhias dan siap menyambut kedatanganmu. Sesungguhnya saat-saat pertemuanmu dengan Allah SWT telah tiba. "
          Mendengar suara Malikat Jibril AS, maka Baginda Rasulullah SAW terbangun dan bersabda:
يا جبريل جئتني بآية رحمة أم بآية عذاب
Yang artinya ;
          "Hai Jibril, sesungguhnya engkau diutus oleh Allah SWT dengan membawa ayat yang menunjukkan Kasih Sayang-Nya ataukah ayat yang menunjukkan kemurkaan-Nya (kepada kaumku yang durhaka)?".
Malaikat Jibril AS menjawab dengan penuh sopan santun;
"Wahai Kekasih Allah, sesungguhnya Allah SWT mengutusku untuk memberikan salam kepadamu, dan memanggil Engkau untuk menghadap kepada-Nya, karena ada suatu rahasia yang tiada satu mahklukpun yang mengetahuinya".
Kemudian Baginda Rasulullah SAW bersabda;
"Wahai Jibril, Allah SWT Dzat yang Maha Dermawan telah memanggilku, apakah kiranya yang akan diperlakukan-Nya kepadaku?"
 Malaikat Jibril AS berkata:
"Wahai kekasih Allah, saya yakin, tiada lain kecuali pasti Allah SWT akan mencurahkan Belas Kasih Sayang-Nya kepadamu."
Baginda Rasulullah SAW bersabda;
"Hai Jibril, itu semua semata-mata adalah untukku, lalu apakah kiranya yang akan diberikan kepada ummatku".
Malaikat Jibril AS berkata:
"Wahai kekasih Allah, saya yakin bahwa sesungguhnya Allah SWT akan memberikan anugerah-anugerah-Nya kepada umat pengikutmu sampai Engkau merasa puas".
Baginda Rasulullah SAW bersabda:
"Wahai Jibril berilah aku kesempatan mengambil air zamzam untuk berwudlu".
Malaikat Jibril AS berkata:
"Wahai kekasih Allah, sesungguhnya aku telah membawa air surga dari sungai Salsabila dalam tempat yang terbuat dari berlian dan penampung air dari mutiara yaqut merah. Dan aku juga membawa pakaian surga yang sangat indah yang berwarna hijau dan juga imamah (sorban) yang terbuat dari cahaya, terhias dengan empat kalimah;
1. محمد رسول الله
“ Nabi Muhammad Utusan Allah“
2. محمد نبي الله
“ Nabi Muhammad Nabi Allah“
3. محمد حبيب الله
“ Nabi Muhammad Kekasih Allah“
4. محمد خليل الله
“ Nabi Muhammad Kesayangan Allah“
        Sesungguhnya imamah tersebut sejak zaman dahulu kala dikelilingi oleh empat ribu malaikat yang senantiasa bersholawat kepada sang pemiliknya, yaitu Baginda Rasulullah SAW. Maka pada saat Malaikat Ridlwan mengambil imamah tersebut, para malaikat berkata:
"Wahai Allah, sebagaimana Engkau telah memerintahkan kami untuk senantiasa bersholawat kepada sang pemilik imamah ini, maka izinkanlah kami untuk turun menyertainya. Agar kami mendapat keberkahan dengan bertemu kekasih-Mu Baginda Rasulullah SAW sang pemilik imamah."
          Kemudian Malaikat Jibril AS memberikan air sorga tersebut kepada Baginda Rasulullah SAW untuk berwudlu, dan Allah SWT memerintahkan Malaikat Jibril AS untuk memberikan bekas air wudlu tersebut kepada Malaikat Mikail AS, dan memerintahkannya untuk memberikan kepada Malaikat Izrail AS, dan memerintahkannya untuk memberikan kepada Malaikat Israfil As, dan memerintahkannyauntuk memberikannya kepada Malaikat Ridlwan AS, dan kemudian Allah SWT memerintahkan Malaikat Ridlwan AS untuk membawanya ke sorga Firdaus, untuk diberikan kepada para bidadari sorga agar mengusapkan air tersebut ke wajah mereka sehingga mereka semakin bercahaya dan semakin cantik jelita.
          Dan diriwayatkan dalam kitab Siroh Nabawiyyah juz 1 hlm 62 bahwa Baginda Rasulullah SAW sebelum melaksanakan Isro' Mi'roj, dibelah dadanya dengan tanpa ada rasa cemas ataupun sakit sedikitpun, sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya oleh Malaikat Jibril AS dan Malaikat Mikail AS untuk yang keempat kalinya.
          Seusai Baginda Rasulullah SAW berwudlu dan mengenakan pakaian serta imamahnya, Baginda Rasulullah SAW mendatangi buroq. Pada saat itulah buroq tersebut bersimpuh di hadapannya dengan berkata:
"Wahai kekasih Allah, pemimpin para Rasul, silahkan Engkau naik ke punggungku."
Seketika Baginda Rasulullah SAW bersabda:
"Wahai Jibril, aku teringat ummatku, apakah kelak di sorga mereka juga akan menaiki kendaraan buroq seperti ini?"
Malaikat Jibril As berkata:
"Jangan khawatir wahai kekasih Allah SWT, sesungguhnya mereka akan menaikinya, yaitu bagi orang-orang yang bertaqwa, pada saat akan menghadap kepada Allah SWT Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang".
          Mendengar kabar tersebut, memuncaklah kegembiraan dan kebahagiaan Baginda Rasulullah SAW. Kemudian Baginda Rasulullah SAW naik ke punggung buroq, sedangkan Malaikat Jibril AS memegang tali kendalinya, Malaikat Mikail As memegang tempat duduknya, dan Malaikat Israfil AS memegang ujung jubah Baginda Nabi Muhammad SAW, laksana Sang Maha Raja yang sangat agung berwibawa.
          Kemudian terbangsecepat kilatdengan diiringi oleh ratusan ribu para Malaikat dalam keadaan yang terang benderang memenuhiangkasa laksana siang oleh cahaya para Malaikat yang agung, sebagaimana hal itu disaksikan sendiri oleh Sayyiduna Utsman bin 'Affan yang diriwayatkan dalam kitab tersebut hal 96, bahwa Sayyiduna Utsman bin 'Affan RA berkata:
"Pada saat malam Isro' Mi'rojnya Baginda Rasulullah SAW aku sedang tidur, tiba-tiba aku terbangun. Aku melihat angkasa terang benderang putih laksana siang. Aku mengira kiamat telah tiba. Pada saat aku akan berteriak bahwa kiamat telah tiba, terdengar seruan dari langit yang sangat jelas berkata:
أمسك يا ابن عفان فقد رقى بالمحبوب إلى الحبيب
"Wahai Utsman bin 'Affan, janganlah engkau berteriak, sesungguhnya malam ini, Baginda Rasulullah Muhammad SAW kekasih Allah SWT sedang diangkat ke langit untuk bertemu dengan kekasihnya, Dzat Pencipta alam semesta.
          Sesampainya Baginda Rasulullah SAW beserta rombongan para Malaikat di suatu tempat, Malaikat Jibril AS dengan lemah lembut berkata:
"Wahai kekasih Allah, hendaklah Engkau turun dari buroq dan melaksanakan sholat di tempat ini".
Seusainya sholat, Malaikat Jibril AS berkata:
"Wahai kekasih Allah, tahukah Engkau, di daerah manakah Engkau melakukan sholat?".
Baginda Nabi Muhammad SAW menjawab:
"Saya tidak tahu wahai Malaikat Jibril".
Malaikat Jibril AS berkata:
"Sesungguhnya Engkau telah melakukan sholat di daerah Thaibah (Madinah Al-Munawwarah). Dengan izin Allah SWT, Engkau kelak akan hijrah ke kota ini.".
          Kemudian Baginda Rasulullah SAW meneruskan perjalanan dengan secepat kilat sampailah di suatu tempat .
Malaikat Jibril AS dengan lemah lembut berkata:
"Wahai kekasih Allah, hendaklah Engkau turun dari buroq dan melaksanakan sholat di tempat ini".
Seusainya sholat, Malaikat Jibril AS berkata:
"Wahai kekasih Allah, tahukah Engkau, di daerah manakah Engkau melakukan sholat?".
Baginda Nabi Muhammad SAW menjawab:
"Saya tidak tahu wahai Malaikat Jibril".
Malaikat Jibril AS berkata:
"Sesungguhnya Engkau telah melakukan sholat di Thurisina yang suci (tempat terjadinya percakapan Allah SWT kepada Nabi Musa AS).
Kemudian Baginda Rasulullah SAW meneruskan perjalanan dengan secepat kilat sampailah di suatu tempat .
Malaikat Jibril AS dengan lemah lembut berkata:
"Wahai kekasih Allah, hendaklah Engkau turun dari buroq dan melaksanakan sholat di tempat ini".
Seusainya sholat, Malaikat Jibril AS berkata:
"Wahai kekasih Allah, tahukah Engkau, di daerah manakah Engkau melakukan sholat?".
Baginda Nabi Muhammad SAW menjawab:
"Saya tidak tahu wahai Malaikat Jibril".
Malaikat Jibril AS berkata:
"Sesungguhnya Engkau telah melakukan sholat di Baitullahm (tempat kelahirannya Nabi Isa AS).
          Kemudian Baginda Rasulullah SAW meneruskan perjalanannya dengan diiringi ratusan ribu para Malaikat. Tiba-tiba Baginda Rasulullah SAW mendengar seruan dari sebelah kanannya yang memanggil-manggil dengan berkata:
"WahaiMuhammad, berhentilah sejenak, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu".
Baginda Rasulullah SAW tidak memperdulikan seruan tersebut.
Kemudian terdengar seruan dari sebelah kirinya yang memanggil-manggil dengan berkata:
"WahaiMuhammad, berhentilah sejenak, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu".
Baginda Rasulullah SAW tidak memperdulikan seruan tersebut.
          Kemudian terlihat seorang perempuan tua renta yang berhias dengan segala macam perhiasan-perhiasan yang indah menghadang Baginda Rasulullah SAW dan berkata:
"WahaiMuhammad, berhentilah sejenak, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu".
Baginda Rasulullah SAW tidak memperdulikan seruan tersebut.
Kemudian Baginda Rasulullah SAW bertanya :
"Wahai Jibril, siapakah sesungguhnya mereka itu ?".
Malaikat Jibril AS menjawab:
"Sesungguhnya yang pertama adalah seruan dari orang Yahudi, yang kedua adalah dari orang Nashrani, dan yang ketiga adalah perumpamaan dari dunia yang sudah tua renta. Tiada lain tujuan mereka semua kecuali hanya semata-mata untuk mengganggu dan menghambat perjalanan dan perjuanganmu.
          Sesampainya di Baitul Maqdis, tiba-tiba Baginda Rasulullah SAW didatangi seorang pemuda yang sangat gagah, tampan berwibawa dan bercahaya dengan berpakaian yang sangat indah serta bau harum semerbak keluar dari dirinya. Dan secara langsung pemuda tersebut mencium antara kedua mata Baginda Rasulullah SAW lalu menghilang.
Baginda Rasulullah SAW bertanya:
"Wahai Jibril, siapakah pemuda tersebut ?".
Malaikat Jibril AS menjawab:
"Sesungguhnya pemuda tersebut adalah perumpamaan kesucian, keindahan dan keharuman agama Islam yang Engkau bawa. Bergembiralah wahai kekasih Allah SWT. Sesungguhnya banyak dari umat manusia yang akan condong dan masuk Islam dikarenakan kesucian, kemurnian dan keindahan agama yang Engkau bawa dan mereka akan masuk sorga dalam keadaan selamat.".
          Kemudian dipersilahkan kepada Baginda Rasulullah SAW tiga tempat minuman; yang satu berisi air, yang kedua berisi susu dan yang ketiga berisi arak. Maka baginda Rasulullah SAW mengambil tempat minum yang berisi susu. Seketika Malaikat Jibril As berkata:
"Wahai kekasih Allah, sungguh tepat sekali apa yang Engkau ambil".
Kemudian Baginda Nabi SAW meminum susu tersebut sampai habis kecuali hanya sedikit yang tersisa, dan menaruhnya kembali di tempatnya lalu menghilang.
Malaikat Jibril AS berkata:
"Wahai kekasih Allah, seandainya Engkau  meminum susu tersebut hingga habis tak tersisa, niscaya tidak ada satupun ummat pengikutmu yang akan masuk neraka “
(walaupun mereka tidak akan selama-lamanya di neraka, sebagaimana sabda Baginda Rasulullah SAW:
لا يخلد في النار من في قلبه ذرة من الإيمان
Yang artinya :
          "Sesungguhnya tidak akan kekal di neraka seseorang yang di hatinya ada iman walau sekecil debu".)
Dengan belas kasih sayangnya kepada umatnya, seketika Baginda Rasulullah SAW bersabda:
"Kembalikanlah susu itu kepadaku dan aku akan meminumnya hingga tuntas habis tak tersisa".
Malaikat Jibril AS berkata:
"Tidak mungkin akan kembali wahai kekasih Allah,ia telah menghilang, sesungguhnya hal itu adalah ketentuan dari Allah SWT dari zaman azali yang tidak bisa dirubah lagi".
          Kemudian Baginda Rasulullah SAW masuk ke Masjidil Aqsha yang terang benderang yang telah dipenuhi oleh barisan para Malaikat, para Nabi dan para Rasul yang mana mereka telah diperintahkan oleh Allah SWT menunggu Baginda Rasulullah SAW untuk sholat berjamaah.
          Kemudian Malaikat Jibril ASmengumandangkan iqomat dan mempersilahkan Baginda Rasulullah SAW untuk menjadi imam. Seusainya sholat mereka para Nabi dan para Rasul memanjatkan puji-pujian dan syukurnya kepada Allah SWT atas segala anugerah yang dilimpahkan kepada mereka. Kemudian merekapun kembali ke langit di tempatnya masing-masing, demi untuk menyambut kedatangan Baginda Rasulullah SAW.
Kemudian Malikat Jibril AS mengajak Baginda Nabi Muhammad SAW menuju Shahra' (batu yang penuh keajaiban yang berada di Masjidil Aqsha) yang di situ telah disediakan Allah SWT suatu tempat untuk mi'rojnya Baginda Rasulullah SAW yang terbuat dari mutiara Yaqut merah dan Zabarjud hijau, serta dihiasi dengan mutiara-mutiara yang sangat indah luar biasa menjulang tinggi ke langit sampai Sidratil Muntaha. (Dan dipastikan bagi para kekasih Allah SWT akan melihatnya disaat ajalnya tiba sebagai kabar gembira tanda keselamatan baginya ).
          Kemudian Malaikat Jibril AS mempersilahkan Baginda Nabi Muhammad SAW untuk menaikinya menuju langit pertama dengan dikawal olehnya, dan sesungguhnya setiap langit itu dipenuhi oleh para malaikat.
          Baginda Rasulullah SAW bersabda:
"Sesampainya kami di langit pertama, Malaikat Jibril AS mengetuk pintu langit tersebut. Seketika Malaikat penjaga langit pertama berkata;
"Siapakah engkau?"
Malaikat Jibril AS menjawab;
"Aku adalah Malaikat Jibril, datang bersama Muhammad Kekasih Allah SWT".
Dengan seketika pintu langit tersebut dibuka dan kamipun masuk ke dalamnya. Pada saat malaikat penjaga langit tersebut melihatku seketika Ia berkata;
"Selamat datang wahai kekasih Allah, sungguh kami merasa bangga dan bergembira atas kedatanganmu".
Baginda Rasulullah SAW bertanya;
"Siapakah Dia wahai Jibril?"
Malaikat Jibril AS menjawab;
"Dia adalah Malaikat Ismail AS, penjaga langit dunia yang memiliki tujuh puluh ribu pasukan yang mana setiap satu pasukan terdiri dari seratus ribu malaikat. Sesungguhnya dia sangat merindukan kedatanganmu. Mereka senantiasa bertasbih kepada Allah SWT dengan mengucapkan;
سبحان ذي الملك والملكوت
"Maha Suci Allah, Dzat Yang Maha Berkuasa Dzat Yang memiliki alam malakut".
Kemudian aku mengucapkan salam kepadanya, dan diapun menjawab salamku dan memberikan kabar gembira kepadaku dengan berkata;
"Berbahagialah Engkau wahai kekasih Allah, sesungguhnya segala kebaikan ada padamu dan pada umatmu".
Seketika akupun bersyukur atas anugerah-Nya.
Kemudian aku melihat Malaikat duduk di atas kursi. Akupun mengucapkan salam kepadanya, dan Ia pun menjawab salamku masih dalam keadaan duduk. Seketika Allah SWT Berfirman kepada malaikat tersebut;
أيها الملك يسلم عليك حبيـبي محمد فترد عليه السلام وأنت جالس وعزتي وجلالي لتقومن إليه على قدم واحدة ولتسلمن عليه ثم لا تجلس إلى يوم القيامة
Yang artinya ;
"Wahai Malaikat, tidak selayaknya kamu masih dalam keadaan duduk pada saat kamu menjawab salam kekasih-Ku. Demi kemuliaan dan keagungan Dzat-Ku, Aku perintahkan kamu untuk berdiri dengan satu kaki dan datangilah dia, serta ulangilah jawaban salammu padanya. Dan Aku menghukum kamu, berdiri dengan satu kaki sampai hari kiamat.".
          Kemudian aku melihat seseorang yang sangat  tampan, anggun dan berwibawa. Akupun bertanya kepada Malaikat Jibril AS:
 "Siapakah dia wahai Malaikat Jibril?".
Malaikat Jibril AS menjawab:
 "Sesungguhnya Dia adalah Nabi Adam AS".
Kemudian aku mengucapkan salam kepadanya. Seketika Nabi Adam AS menjawab salamku dan menyambutku dengan penuh senang hati dan bergembira ria dengan berkata:
مرحبا بالإبن الصالح والنبي الصالح
"Selamat datang wahai anakku yang sangat mulia, Nabi Kekasih Allah SWT".
          Baginda Rasulullah SAW bersabda;
Kemudian kami meneruskan Mi'roj menuju langit yang kedua. Dan pada saat perjalanan tersebut, aku melihat angkasa telah dipenuhi oleh para Malaikat yang sedang beribadah. Sesampainya kami di pintu langit kedua  yang terbuat dari besi, Malaikat jibril AS mengetuk pintu langit tersebut. Seketika Malaikat penjaga langit kedua berkata; "Siapakah engkau?".
Malaikat Jibril AS menjawab;
 "Aku adalah Malaikat Jibril, datang bersama Muhammad kekasih Allah SWT, sebagai sumber rahmat untuk semesta alam".
Dengan seketika pintu langit tersebut dibuka dan kamipun masuk ke dalamnya disambut oleh Malaikat tersebut yang bersama ribuan pasukannya dalam kondisi siap perang dengan peralatan yang sangat lengkap dan senantiasa bertasbih kepada Allah SWT dengan mengucapkan;
سبحان ذي العزة والجبروت
"Maha Suci Allah, Dzat Yang Maha Mulia Dzat Yang Maha Agung Dzat Yang menguasai alam Jabarut"
Akupun bertanya kepada Malaikat Jibril AS;
"Siapakah dia wahai Jibril?"
Malaikat Jibril menjawab;
"Dia adalah Malaikat Jurjail beserta pasukannya yang telah dipersiapkan oleh Allah SWT untuk membela Engkau pada saat bertempur menghadapi tentara-tentara kafir
Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Kitab Suci Al-Qur’an:
بَلَى إِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُمْ مِنْ فَوْرِهِمْ هَذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ آلافٍ مِنَ الْمَلائِكَةِ مُسَوِّمِينَ  (آل عمران 125 )
Yang artinya kurang lebih;
          " Ya (cukup). Jika kamu bersabar dan bertaqwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah SWT menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda (sorban putih)". (Q.S. Aali Imraan 125)    
Kemudian aku melihat dua pemuda tampan yang sedang duduk di atas singgasana yang terbuat dari mutiara Yaqut merah. Akupun bertanya:
"Wahai Malaikat Jibril, Siapakah mereka berdua ?".
Malaikat Jibril AS menjawab:
Mereka adalah Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS"
Kemudian aku mengucapkan salam kepadanya. Seketika keduanya menjawab salamku dan menyambutku dengan penuh penghormatan dan berkata;
مرحبا بالأخ الصالح والنبي الصالح
"Selamat datang wahai saudaraku yang sangat mulia, Nabi Kekasih Allah SWT".
          Kemudian rombongan para malaikat berbondong-bondong datang kepadaku. Serentak mereka semua mengucapkan salam kepadaku. Akupun menjawab salam mereka. Kemudian kami semua melaksanakan sholat dua rekaat dan mereka mempersilahkan aku sebagai imamnya.   
          Kemudian kami  meneruskan Mi'roj menuju langit yang ketiga. Pada saat kami sudah mendekati langit ketiga tersebut. Kami mendengar gemuruh suara tasbih dan tahlil yang sangat dahsyat. Lalu Malaikat Jibril AS mengetuk pintu langit tersebut yang terbuat dari perak.
Malaikat penjaga langit yang ketiga berkata;
"Siapakah engkau?".
Malaikat Jibril AS menjawab;
 "Aku adalah Malaikat Jibril, datang bersama Muhammad kekasih Allah SWT".
Seketika pintu langit tersebut dibuka dan kamipun masuk ke dalamnya. Dan Malaikat tersebut menyambut kami dengan berkata;
"Selamat datang wahai Nabi Kekasih Allah SWT, sesungguhnya kami sangat merasa bangga dan bergembira atas kedatanganmu".
Kemudian aku melihat malaikat yang disertai tujuh puluh ribu pasukannya sedang bertasbih menyucikan Allah SWT dengan mengucapkan;
سبحان الحي القيوم الذي لا يموت
"Maha Suci Allah, Dzat Yang Maha Hidup, Dzat Yang Maha Berdikari, Dzat Yang Kekal Abadi selamanya".
Kemudian aku melihat seorang pemuda yang sangat tampan, indah mempesona laksana bulan purnama dan dikelilingi para Nabi;
Akupun bertanya;
"Wahai Malaikat Jibril, Siapakah dia ?".
Malaikat Jibril AS menjawab;
"Dia adalah Nabi Yusuf AS"
Kemudian aku mengucapkan salam kepadanya. Seketika Dia menjawab salamku dan menyambutku dengan penuh penghormatan yang sangat luar biasa dan berkata;
مرحبا بالأخ الصالح والنبي الصالح
"Selamat datang wahai saudaraku yang sangat mulia, Nabi Kekasih Allah SWT".
Kemudian kami semua melaksanakan sholat dua rekaat dan mereka mempersilahkan aku sebagai imamnya.
Kemudian kami  meneruskan Mi'roj menuju langit yang keempat. Lalu Malaikat Jibril AS mengetuk pintu langit tersebut yang terbuat dari emas.
Malaikat penjaga langit tersebut berkata:
"Siapakah engkau?".
Malaikat Jibril AS menjawab:
 "Aku adalah Malaikat Jibril, datang bersama Muhammad kekasih Allah SWT".
Seketika pintu langit tersebut dibuka dan kamipun masuk ke dalamnya. Dan Malaikat tersebut menyambut kami dengan berkata:
"Selamat datang wahai Nabi Kekasih Allah SWT sesungguhnya kami sangat merasa bangga dan bergembira atas kedatanganmu ".
Mereka senantiasa bertasbih menyucikan Allah SWT dengan mengucapkan:
سبحان الملك القدوس رب الملائكة والروح
"Maha Suci Allah, Dzat Yang Maha Berkuasa, Dzat Yang Maha Suci. Tuhannya seluruh para malaikat dan para arwah".
          Kemudian aku melihat malaikat yang sangat agung penguasa lautan dunia. Kemudian aku melihat qubah yang agung, terbuat dari cahaya dilingkari dengan kalimah :
لا إله إلا الله محمد رسول الله
Malaikat Jibril As berkata:
"Ini adalah qubahnya Nabi Idris AS"
Dan aku melihat di dalamnya ada seseorang yang anggun berwibawa.
Dan akupun bertanya:
"Wahai Jibril siapakah dia?"
Malaikat Jibril AS menjawab:
"Dia adalah Nabi Idris AS".
Kemudian aku mengucapkan salam kepadanya. Seketika dia menjawab salamku dan menyambutku dengan penuh penghormatan dan berkata;
مرحبا بالأخ الصالح والنبي الصالح
"Selamat datang wahai saudaraku yang sangat mulia, Nabi Kekasih Allah SWT".
Aku berkata kepadanya:
"Wahai saudaraku Nabi Idris, sesungguhnya Allah SWT telah memuliakan Engkau dengan derajat yang sangat tinggi dan telah memasukkan sorga sebelum aku. Dan Engkau telah menyaksikan keindahannya".
Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Kitab Suci Al-Qur’an :
وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا  [ مريم: 57 ].
Yang artinya kurang lebih;
          "Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi". (Q.S. Maryam 57).
Nabi Idris AS berkata :
"Wahai Nabi Muhammad Kekasih Allah SWT. Sesungguhnya aku belum pernah masuk sorga dan belum pernah menikmatinya dan sesungguhnya Allah SWT hanya mengijinkanku untuk masuk ke halamannya. Dan pada saat aku masuk ke halaman sorga aku melihat pintu sorga yang sangat indah dan agung sekali bertuliskan:
هذا باب لا يدخله أحد قبل محمد
"Sesungguhnya ini adalah pintu sorga, tidak boleh ada seorangpun  memasukinya sebelum Muhammad Nabi Kekasih Allah SWT.."
Kemudian kami  meneruskan Mi'roj menuju langit yang kelima. Lalu Malaikat Jibril AS mengetuk pintu langit tersebut yang terbuat dari mutiara Yaqut.
Malaikat penjaga langit tersebut berkata:
"Siapakah engkau?".
Malaikat Jibril AS menjawab;
 "Aku adalah Malaikat Jibril, datang bersama Muhammad kekasih Allah SWT".
Seketika pintu langit tersebut dibuka dan kamipun masuk ke dalamnya. Dan Malaikat tersebut menyambut kami dengan berkata:
"Selamat datang wahai Nabi Kekasih Allah SWT sesungguhnya kami sangat merasa bangga dan bergembira atas kedatanganmu ".
Mereka senantiasa bertasbih menyucikan Allah SWT dengan mengucapkan:
سبحان من جمع بين الثلج والنار
"Maha Suci Allah, Dzat Yang menyatukan antara salju dan api".
          Dan aku juga melihat malaikat yang separo tubuhnya dari kepala hingga kaki, tercipta dari api, dan separo lainnya terbuat dari salju yang saling menyatu tanpa ada pemisah antara api dan salju. Malaikat tersebut senantiasa berdiri dan berdoa dengan suara yang sangat merdu sekali:
اللهم مؤلف بين الثلج والنار ألف بين قلوب عبادك المؤمنين
"Ya Allah, Hanya Engkaulah Dzat yang bisa menyatukan salju dengan api. Maka satukanlah semua hati hamba-hamba-Mu yang beriman agar senantiasa rukun dan bersatu padu".
          Kemudian aku melihat seseorang yang anggun berwibawa sedang duduk berbicara dengan kaumnya. Dan akupun bertanya:
"Wahai Jibril, siapakah dia?"
Malaikat Jibril AS menjawab;
"Dia adalah Nabi Harun AS".
Kemudian aku mengucapkan salam kepadanya. Seketika dia menjawab salamku dan menyambutku dengan penuh penghormatan, dan berkata;
مرحبا بالأخ الصالح والنبي الصالح
"Selamat datang wahai saudaraku yang sangat mulia, Nabi Kekasih Allah SWT.."
Kemudian kami  meneruskan Mi'roj menuju langit yang keenam. Lalu Malaikat Jibril AS mengetuk pintu langit tersebut yang terbuat dari mutiara Jauharoh.
Malaikat penjaga langit tersebut berkata;
"Siapakah Engkau?".
Malaikat Jibril AS menjawab:
 "Aku adalah Malaikat Jibril, datang bersama Muhammad kekasih Allah SWT".
Seketika pintu langit tersebut dibuka dan kamipun masuk ke dalamnya. Dan Malaikat tersebut menyambut kami dengan berkata:
"Selamat datang wahai Nabi Kekasih Allah SWT. Sesungguhnya kami sangat merasa bangga dan bergembira atas kedatanganmu ".
Mereka senantiasa bertasbih menyucikan Allah SWT dengan mengucapkan:
سبحان القدوس رب كل شيئ وخالق كل شيئ
"Maha Suci Allah, Dzat Yang Maha Suci, Tuhannya seluruh makhluk dan Pencipta semua makhluk".
          Kemudian aku melihat banyak sekali para malaikat yang besar dan bercahaya, seluruh tubuhnya dipenuhi dengan muka dan sayap. Yang mana setiap satu muka tersebut menangis dengan keras, memohon ampunan kepada Allah SWT bagi ummat Muhammad Nabi Kekasih Allah SWT yang sangat mulia agar mereka tidak disiksa dan diampuni dosa-dosanya (karena sesungguhnya siksaan Allah SWT sangatlah dahsyat dan pedih sekali).
Aku pun bertanya:
"Hai Jibril, siapakah mereka ?"
Malaikat Jibril AS berkata:
"Mereka adalah Malaikat Karubiyyun"
Lalu aku mengucapkan salam kepada mereka, namun mereka hanya menjawab salamku dengan isyarat karena mereka belum mengenalku.
Seketika Malaikat Jibril AS berkata kepada mereka:
"Wahai para Malaikat Karubiyyun, sesungguhnya yang mengucapkan salam kepada kalian adalah Muhammad Kekasih Allah SWT, Nabi pembawa rahmat untuk alam semesta, apakah kalian tidak ingin melihatnya ?"
Dengan serentak para malaikat tersebut menyambut kedatanganku dan menjawab salamku dengan penuh penghormatan yang sangat luar biasa.
          Kemudian aku melihat seseorang yang anggun berwibawa,gagah perkasa,lebat bulu rambutnya. Dan akupun bertanya:
"Wahai Jibril, siapakah dia?"
Malaikat Jibril AS menjawab:
"Dia adalah Nabi Musa AS".
Kemudian aku mengucapkan salam kepadanya. Seketika Dia menjawab salamku dan menyambutku dengan penuh penghormatan dan berkata:
مرحبا بالأخ الصالح والنبي الصالح
"Selamat datang wahai saudaraku yang sangat mulia, Nabi Kekasih Allah SWT".
          Kemudian Nabi Musa AS berkata:
"Sesungguhnya kaumku Bani Israil mengira aku adalah orang yang paling mulia di Sisi Allah SWT, padahal yang sesungguhnya saudaraku inilah orang yang paling mulia dan agung di Sisi Allah SWT".
Kemudian kami  meneruskan Mi'roj menuju langit yang ketujuh. Lalu Malaikat Jibril AS mengetuk pintu langit tersebut yang terbuat dari  cahaya.
Malaikat penjaga langit tersebut berkata;
"Siapakah engkau?".
Malaikat Jibril AS menjawab;
 "Aku adalah Malaikat Jibril, datang bersama Muhammad kekasih Allah SWT."
Seketika pintu langit tersebut dibuka dan kamipun masuk ke dalamnya. Dan Malaikat tersebut menyambut kami dengan berkata;
"Selamat datang wahai Nabi Kekasih Allah SWT. Sesungguhnya kami sangat merasa bangga dan bergembira atas kedatanganmu ".
Mereka senantiasa bertasbih menyucikan Allah SWT dengan mengucapkan:
سبحان خالق النور
"Maha Suci Allah, Dzat Yang menciptakan cahaya".
Kemudian aku melihat malaikat-malaikat yang sangat agung luar biasa yang diciptakan Allah SWT dari cahaya. Dan Allah SWT tidaklah mengizinkan kepadaku untuk menceritakan apa yang aku lihat kepada ummatku. Kemudian aku mengucapkan salam kepada mereka. Merekapun menjawab salamku dan menyambutku dengan penuh penghormatan dengan berkata:
حياك الله من أخ وخليفة ونعم المجيئ جئت
"Selamat datang wahai saudaraku, Nabi kekasih Allah SWT, junjungan seluruh alam semesta, sesungguhnya kami merasa bangga dan gembira atas kedatanganmu".
Kemudian aku melihat seseorang di atas singgasana yang terbuat dari mutiara Zabarjud yang berwarna hijau yang sangat anggun berwibawa, penuh kharisma dengan kesempurnaan fisik dan sifat-sifat yang sempurna yang wajahnya sangatlah mirip dengan diriku. Kemudian aku bertanya;
"Hai Jibril, siapakah dia ?"
Malaikat Jibril AS menjawab:
"Beliau adalah Nabi Ibrahim AS".
Lalu aku mengucapkan salam kepadanya. Dan Beliaupun menjawab salamku dan menyambutku dengan senang hati, penuh rasa bangga dan gembira dengan berkata:
مرحبا بالإبن الصالح والنبي الصالح
"Selamat datang wahai anakku yang sangat mulia, Nabi Kekasih Allah SWT".
Kemudian Beliau Nabi Ibrahim AS berkata:
"Wahai Nabi kekasih Allah SWT. Sampaikanlah kepada ummatmu salam dariku, dan beritahukan kepada mereka bahwa sesungguhnya surga itu sangatlah indah dan dipenuhi dengan segala kenikmatan, kedamaian, keindahan dan kesejukan. Berbahagialah bagi mereka yang memasukinya".
Kemudian aku melihat hamparan emas yang sangat luas di angkasa yang dihiasi dengan mutiara Lu'lu' yang sangat banyak dan sangat indah sekali, yang mana disetiap mutiara-mutiara tersebut terdapat lima puluh malaikat, dan setiap malaikat-malaikat tersebut berseru dengan mengucapkan;
مرحبا بك يا محمد وأهلا لا إله إلا الله محمد رسول الله الكاسر للأصنام الموحد للرحمن
"Selamat datang wahai Muhammad Nabi kekasih Allah SWT. Sesungguhnya tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan Baginda Nabi Muhammad adalah Rasul Utusan Allah SWT, yang akan menghancurkan berhala-berhala, lambang kemusyrikan, demi untuk menegakkan tauhid bahwa sesungguhnya tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang".
Kemudian aku bertanya:
"Siapakah mereka wahai Jibril ?".
Malaikat Jibril AS berkata :
"Mereka adalah para malaikat penghuni langit yang ketujuh.
.         Kemudian aku melihat malaikat yang agung sekali yang memimpin tujuh puluh ribu malaikat. Mereka semua menyambutku dengan mengatakan:
مرحبا بالعبد الصالح والنبي الصالح الذي أضاءت له الأرض والسماء الكريم على ربه اليوم تكرم وتعطى
"Selamat datang wahai hamba Allah yang sangat mulia, Nabi Kekasih Allah SWT. Sesungguhnya hanya semata-mata demi engkau, Allah SWT mencurahkan anugerah-Nnya kepada segenap penghuni bumi dan penghuni  alam semesta. Wahai Nabi yang sangat mulia di sisi Allah SWT, berbahagialah, sesungguhnya di hari ini, Allah SWT akan memuliakanmu dan mengabulkan segala permohonanmu".
          Kemudian aku melihat lagi malaikat yang sangat agung bernama Syamlail yang memakai mahkota terbuat dari mutiara Lu'lu' dan mutiara Yaqut, yang sinarnya satu dari mutiara Lu'lu' tersebut bisa menerangi dunia dengan segala isinya.
Kemudian aku melihat para malaikat yang memakai mahkota yang menjulang tinggi dan sangat indah sekali yang mana setiap satu mahkota terdapat empat ratus mutiara Lu'lu' dan mutiara Yaqut yang sangat besar dan indah sekali.
Kemudian aku melihat malaikat yang di kanan kirinya terdapat jutaan malaikat, dan mereka semua memakai mahkota dari cahaya, dengan serentak mereka semua senantiasa membaca Ayat Kursiy.
Aku bertanya:
"Wahai Jibril, siapakah mereka ?"
Malaikat Jibril AS menjawab:
"Mereka adalah para malaikat yang diciptakan Allah SWT dari percikan cahaya 'Arasy”.
Aku berkata:
"Wahai Jibril, sungguh begitu banyak keajaiban-keajaiban ciptaan Allah SWT."
Malaikat Jibril AS berkata:
"Wahai Nabi kekasih Allah. Sesungguhnya yang engkau lihat itu belumlah seberapa dari keagungan ciptaan Allah SWT yang sesungguhnya".
Kemudian akupun melanjutkan Mi'roj dengan dikawal oleh Malaikat Jibril AS hingga sampai Sidratil Muntaha (batas tertinggi antara alam bawah dan alam atas), yang dipenuhi dengan para malaikat yang sangat indah. Dan setiap malaikat tersebut membawa talam yang berisi bunga-bunga yang sangat harum semerbak yang sangat banyak tak terhitung jumlahnya. Mereka semua menyambutku dengan penuh penghormatan  sambil menaburkan bunga-bunga tersebut. Kemudian sesampainya di Mihrab (tempat beribadah Malaikat Jibril AS), Malaikat Jibril AS mengumandangkan adzan.
Pada  saat Malaikat Jibril AS mengucapkan :
ألله أكبر  ألله أكبر
"Allah Maha Besar  Allah Maha Besar"
Allah SWT Berfirman:
صدق عبدي أنا أكبر من كل شيئ
"Sungguh benar yang diucapkan hamba-Ku ini, bahwa sesungguhnya Aku lah Dzat Yang Maha Besar".
Pada  saat Malaikat Jibril AS mengucapkan:
أشهد أن لا إله إلا الله
"Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tidak adaTuhan yang berhak untuk disembah kecuali hanya Allah SWT "
Allah SWT Berfirman:
صدق عبدي لا إله إلا أنا
"Sungguh benar yang diucapkan hamba-Ku ini, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Aku".
Pada  saat Malaikat Jibril AS mengucapkan :
أشهد أن محمدا رسول الله
"Aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah Rasul (Utusan) Allah "
Allah SWT Berfirman :
صدق عبدي محمد عبدي ورسولي مرحبا به
"Sungguh benar yang diucapkan hamba-Ku ini, bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Ku dan utusan-Ku, selamat datang wahai Nabi Kekasih-Ku".
Pada  saat Malaikat Jibril AS mengucapkan :
حي على الصلاة
"Mari kita melaksanakan sholat"
Allah SWT Berfirman :
أفلح من جاء بها
"Sesungguhnya kemenangan dan kebahagiaan akan melimpah kepada yang melaksanakannya".
Pada  saat Malaikat Jibril AS mengucapkan :
حي على الفلاح
"Mari kita menuju kemenangan"
Allah SWT Berfirman :
أفلح المؤمنون الذين هم في صلاتهم خاشعون
"Sesungguhnya kemenangan dan kebahagiaan adalah bagi hamba-hamba-Ku yang beriman yang melaksanakan sholat dengan khusyu' dan hudlur (menghayati maknanya) "
          Selesai adzan Malaikat Jibril AS mengumandangkan iqomat, maka para malaikat pun datang berbondong-bondong berbaris dengan rapi yang mana setiap barisan membentang memenuhi antara barat dan timur. Kemudian kami semua melaksanakan sholat dua rekaat dan mereka mempersilahkan aku sebagai imamnya. Selesainya sholat, para malaikat tersebut berbondong-bondong menemuiku dan mengucapkan salam kepadaku dengan penuh penghormatan.
          Kemudian Malaikat Jibril AS mengajakku ke Hijabul Akbar (batas tertinggi bagi semua makhluk yang dibawahnya dan tidak diijinkan bagi siapapun untuk melewatinya). Sesampainya kami di situ, Malaikat Jibril AS berkata dengan penuh penghormatan :
يا محمد تقدم
"Wahai Nabi Muhammad Kekasih Allah, aku persilahkan engkau untuk maju ke depan meneruskan perjalanan".
Aku pun berkata :
بل أنت تقدم
"Wahai Jibril, aku berharap engkaulah yang lebih dahulu menuju ke depan"
Malaikat Jibril AS berkata :
يا محمد لا ينبغي لأحد أن يتجاوز هذا المكان وأنت أكرم على الله مني
"Wahai Nabi Muhammad Kekasih Allah, sesungguhnya tidaklah diizinkan untuk melewati tempat ini bagi siapapun makhluk yang di bawahnya kecuali hanya Engkaulah yang diizinkan".
Akupun berkata:
يا جبريل في مثل هذا المقام يفارق الخليل خليله ؟
"Wahai Jibril, tegakah engkau sebagai kawanku yang setia, meninggalkan aku di tempat yang seperti ini?"
Malaikat Jibril AS berkata :
وما منا إلا له مقام معلوم ولو تقدمت بخرمة إبرة لاحترقت بنور القدرة
"Wahai Nabi Kekasih Allah SWT, sesungguhnya antara kami para malaikat ada batas-batas tertentu, seandainya aku melewatinya walaupn hanya sebatas lobang jarum niscaya aku akan terbakar oleh cahaya Qudrat Ilahi".
          Kemudian didatangkan kepadaku tempat yang berwarna hijau yang sangat luas dan indah sekali yang dinamakan Rafraf yang dibawa oleh empat malaikat. Kemudian Malaikat Jibril AS menaikkan aku di atasnya, lalu aku berkata :
 هل لك إلى الله من حاجة ؟
"Wahai Malaikat Jibril, adakah suatu permohonan darimu yang perlu aku sampaikan kepada Allah SWT ?"
Malaikat Jibril AS menjawab;
نعم سل ربك أن يجعلني أبسط جناحي لأمتك على الصراط يوم القيامة حتى يجوزوا عليه
"Benar wahai Nabi Kekasih Allah, tolong mohonkan kepada Allah SWT  agar mengizinkan kepadaku untuk membentangkan kedua sayapku di atas shirath pada hari kiamat nanti agar ummatmu bisa melewatinya dengan selamat".
Seketika dengan penuh rasa bahagia atas kepedulian Malaikat Jibril AS kepada umatnya, Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda:
بارك الله فيك يا جبريل
"Wahai Jibril, semoga Allah SWT mencurahkan segala keberkahan kepadamu".
"Tiba-tiba terdengar seruan :
يا جبريل زج محمدا في النور زجة
"Wahai Malaikat Jibril, doronglah Rafraf itu dengan sekuat-kuatnya ke dalam cahaya".
Seketika Rafraf tersebut melesat dengan sangat cepat membawaku menembus tujuh puluh ribu hijab dari cahaya, yang mana jarak antara hijab-hijab tersebut adalah perjalanan lima ratus tahun, sehingga sampai kepada lautan cahaya putih.
          Baginda Rasulullah SAW bersabda :
وإذا أنا بملك على ساحل البحر لو أن الطير يطير مائة عام من منكبه ما بلغ منكبه الآخر
"Sesampainya di situ aku melihat malaikat yang sangat agung berada di tepi lautan tersebut, yang mana dari besarnya malaikat tersebut jikalau seandainya burung terbang dengan cepat selama seratus tahun tak akan mampu melewati punggungnya".
Kemudian Rafraf tersebut melesat dengan sangat cepat membawaku hingga sampai lautan cahaya merah.
Baginda Rasulullah SAW bersabda :
وإذا أنا بملك على ساحل البحر لو أذن الله له أن يبتلع السموات والأرض لفعل
"Sesampainya di situ aku melihat malaikat yang sangat agung sekali, berada di tepi lautan tersebut, dari besarnya malaikat tersebut, jika seandainya Allah mengizinkannya untuk menelan langit, bumi dan semua isinya niscaya ia akan mampu melaksanakannya".

Kemudian Rafraf tersebut melesat dengan sangat cepat membawaku hingga sampai lautan cahaya kuning.
Baginda Rasulullah SAW bersabda :
وإذا أنا بملك على ساحل البحر لو أن السموات والأرض في يده لكانت كخردلة في يد أحدكم
"Sesampainya di situ aku melihat malaikat yang sangat agung dan besar sekali, berada di tepi lautan tersebut. Dari besarnya malaikat tersebut jikalau bumi dan langit berada di telapak tangannya niscaya laksana biji sawi di telapak tangan kalian".
Kemudian Rafraf tersebut melesat dengan sangat cepat membawaku hingga sampai lautan cahaya yang terang benderang berkemilauan, dari agungnya lautan tersebut, seakan-akan semua yang aku lihat semakin mengecil hingga lenyap tak terlihat.
Baginda Rasulullah SAW bersabda :
وإذا أنا بجبال من برد ورأيت سبعين ألف صف من الملائكة لا ينظر بعضهم بعضا من إشتغالهم بالتسبيح والتهليل ما رأيت مثل خلقهم ولا شدة أصواتهم وضياء نورهم حافين بالعرش
"Sesampainya di situ aku melihat gunung-gunung es yang sangat agung dan aku melihat tujuh puluh ribu barisan malaikat yang mengelilingi Arasy yang agung. Mereka senantiasa membaca tasbih dan tahlil dengan sangat khusyu' sehingga tidak saling melihat antara satu dengan lainnya. Dan sesungguhnya aku belum pernah melihat makhluk seagung mereka baik dari bentuknya, kedahsyatan suaranya ataupun terangnya cahaya yang memancar dari mereka".
Melihat hal semacam itu hatiku merasa takut dan cemas. Tiba-tiba terdengar seruan dari Malaikat Jibril menembus sampai ke tempatku:
يا محمد ما هذا الخوف إنما أنت في كرا مة ربك
"Wahai Muhammad Kekasih Allah, janganlah Engkau merasa takut dan cemas, berbahagialah, sesungguhnya Engkau dalam kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah SWT".
Kemudian Rafraf tersebut melesat dengan sangat cepat membawaku menembus seribu hijab. Sehingga sampailah ke Hijaabul Wahdaaniyyah, dan di situ aku berpindah ke Rafraf berwarna hijau yang sangat indah sekali yang cahayanya melebihi cahaya matahari.
Kemudian Rafraf tersebut melesat dengan sangat cepat membawaku hingga sampai ke dalam Arasy yang sangat agung. Dari keagungan Arasy yang luar biasa, maka segala yang aku lihat menjadi semakin mengecil hingga lenyap tak terlihat. Dan di situ aku melihat sesuatu yang sangat agung luar biasa yang tak mampu diungkapkan dengan kata-kata. Seketika itu juga aku memohon kepada Allah SWT agar memberikan kepadaku kekuatan dan ketegaran. Seketika Allah SWT menganugerahkan kekuatan dan ketegaran kepadaku, dan memberikan minuman dari Arasy yang sangat sejuk melebihi salju dan sangat manis melebihi madu yang tak ada satu makhlukpun pernah mencicipinya.
Kemudian akupun melihat keajaiban-keajaiban ciptaan Allah SWT yang sangat dahsyat dan agung luar biasa. Seketika aku merasakan keheningan, suatu kesunyian, seakan-akan semua makhluk telah sirna, tidak lagi aku mendengar suara dzikir dan tasbih malaikat, terputus dariku semua rasa, sehingga aku merasa gelisah, merasa asing, merasa hanya seorang diri. Tiba-tiba terdengar seruan dari Malaikat Jibril AS menembus ke tempatku :
يا محمد إن الله تعالى يثني عليك فاسمع وأطع ولا يهولنك كلامه سبحانه وتعالى
"Wahai Muhammad Kekasih Allah, sesungguhnya Allah SWT sangatlah mencintaimu, perhatikan dan taatilah segala perintah-Nya janganlah Engkau gentar ataupun takut akan firman-firman-Nya".
          Seketika aku ucapkan pujian kepada Allah SWT dengan berkata :
التحيات لله والصلوات والطيبات
"Sesungguhnya segala penghormatan, keagungan dan kekuasaan hanyalah milik Allah SWT. Dan sesungguhnya segala pengabdian dan kebajikan hanyalah untuk Allah SWT".
Kemudian Allah SWT Berfirman :
السلام عليك أيها النبي
"Salam sejahtera senantiasa melimpah kepadamu wahai Nabi kekasih-Ku".
Akupun berkata:
السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين
"Salam sejahtera semoga melimpah kepadaku dan kepada hamba-hamba Allah yang sholeh".
Kemudian terdengar seruan Malaikat Jibril AS menembus ke tempatku :
أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله
"Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan kecuali hanya Allah SWT dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah Rasul (Utusan) Allah SWT".
          Kemudian Rafraf tersebut melesat dengan sangat cepat membawaku menembus tujuh puluh ribu hijab yang sangat luar biasa. Hingga pada suatu tempat, tiba-tiba terdengar seruan dari Allah SWT Dzat Yang Maha Tinggi Dzat Yang Maha Mulia:
أدن يا خير البرية أدن يا محمد أدن يا أحمد
"Mendekatlah wahai Kekasih-Ku makhluk yang paling mulia dan agung di Sisi-Ku, mendekatlah wahai Kekasih-Ku Muhammad, mendekatlah wahai Kekasih-Ku Ahmad".
Kemudian akupun semakin mendekat dan mendekat.
Allah SWT Berfirman:
لا إله إلا أنا جبار الجبابرة ومالك الدنيا والأخرة
"Sesungguhnya tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Aku Dzat Yang Maha Perkasa Dzat yang menguasai dunia dan akhirat".
يا محمد ما أعظم شأني وأعز سلطاني
"Wahai Kekasih-Ku Muhammad, saksikanlah betapa agungnya Dzat-Ku dan betapa tingginya kekuasaan-Ku".
يا محمد انظر في أي موضع رفعتك وفي أي مكان كلمتك
"Wahai Kekasih-Ku Muhammad, lihatlah, betapa tingginya kedudukan (tempat yang aku khususkan untukmu) dan betapa istimewanya tempat engkau mendengar Firman-Ku".
يا عروس المملكة يا تاج منصبة الوجود يا شمس الهداية والسعود أنت أكرم الناس علينا
"Wahai Kekasih-Ku Muhammad, sesungguhnya Engkau adalah pujaan seluruh alam semesta, Engkau adalah junjungan segenap makhluk-Ku, Engkaulah penerang bagi yang mau menuju derajat tinggi dan kesejahteraan di Sisi-Ku, Engkaulah manusia yang paling mulia dan agung di Sisi-Ku".
يا محمد لولا أنه أشرق عليه أي آدم نور سرك الذي تقادم ما قلنا للملائكة اسجدوا لآدم
"Wahai Kekasih-ku Muhammad, demi agungnya cahayamu yang nampak bersinar pada diri  Nabi Adam, Aku perintahkan para malaikat untuk sujud kepadanya".
يا محمد إنما رفع إدريس إلى السماء لينظر إليك
"Wahai Kekasih-Ku Muhammad, sesungguhnya Aku angkat Nabi Idris ke langit hanya untuk  menyambutmu ".
يا محمد لولا أنه أي نوحا أقسم بجمالك ما نجا هو ومن معه من المهالك
"Wahai Kekasih-ku Muhammad, sesungguhnya Nabi Nuh telah berwasilah dengan kemuliaanmu di Sisiku, maka demi kemuliaan dan keagunganmu di Sisiku Aku selamatkan dia dan pengikutnya dari petaka banjir yang dahsyat luar biasa".
يا أعز المخلوقات يا أشرف الموجودات لولا أنه أشرق عليه أي إبراهيم نور وجهك الكريم ما نجا من نار نمرود ولا فدى إبنه بذبح عظيم أدع تجب
"Wahai Kekasih-Ku Muhammad, sesungguhnya engkau adalah mahluk yang paling agung di Sisi-Ku wahai junjungan alam semesta sesungguhnya Aku menyelamatkan Nabi Ibrohim dari keganasan Raja Namrud demi keagungan cahayamu yang memancar pada dirinya. Dan demi keagungan cahayamu yang memancar pada diri Nabi Ismail Aku menyelamatkannya dari ketajaman mata pedang dan menjadikan kambing sebagai tebusannya (untuk disembelih), mintalah kepada-Ku apa yang Engkau inginkan, niscaya Aku kabulkan segala permohonanmu".
يا أكرم من تمنى يا صاحب قاب قوسين أو أدنى موسى سائل الرؤيا فقيل لن تر وأنت خوطبت بالمشاهدة دون الورى قل تسمع
"Wahai Kekasih-ku Muhammad, makhluk yang paling mulia dan paling dekat di Sisi-Ku. Sesungguhnya Nabi Musa meminta agar bisa melihat-Ku, namun tidak Aku kabulkan, tetapi Aku panggil Engkau untuk menghadap kepada-Ku dengan tanpa hijab, mintalah kepada-Ku apa yang Engkau inginkan, niscaya Aku kabulkan segala permohonanmu".
أنت أكرم الناس علينا سل ما تريد فمنك السؤال ومنا العطاء وما على عطائنا من مزيد
"Wahai Kekasih-ku Muhammad. Sesungguhnya Engkau adalah manusia yang paling mulia di Sisi-Ku. Mintalah kepada-Ku apa yang Engkau inginkan, niscaya Aku kabulkan segala permohonanmu dan akan Aku sempurnakan segala pemberian-Ku kepadamu".
Akupun (Baginda Nabi Muhammad SAW) berkata:
يا رب فاقبل شفاعتي في عصاة أمتي
"Ya Allah, ijinkanlah aku untuk memberikan syafaat kepada ummatku yang berlumuran dosa (agar selamat dari dahsyatnya Kemurkaan-Mu)".
Allah SWT Berfirman :
يا أعز الأحباب وعزتي وجلالي إن عصوني سترتهم
"Wahai Kekasih-Ku Muhammad. Demi Kemuliaan dan Keagungan-Ku. Jikalau umatmu melakukan dosa, maka tidak Aku hukum seketika, namun Aku beri kesempatan untuk bertaubat dan kembali kepada-Ku".
وإن استغفروني غفرت لهم
"Jika mereka benar-benar datang dan bertaubat minta ampun kepada-Ku dengan sesungguh-sungguhnya pasti Aku akan mengampuni dan menghapus seluruh dosa-dosanya".
وإن استنصروني نصرت لهم
"Dan apabila mereka meminta pertolongan kepada-Ku (di dalam menghadapi musuh-musuhnya), niscaya Aku limpahkan pertolongan-Ku kepada mereka (sehingga mendapati kemenangan)".
وإن دعوني أجبتهم
"Dan jika mereka memohon apa saja kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan permohonannya".
ولأسامحنهم فيما مضى
"Dan Aku sirnakan segala tanda dosa yang telah mereka lakukan".
ولأجودن عليهم بالرضا
"Dan Aku curahkan segenap keridloan-Ku kepada mereka".
وأنجي أمتك من ظلمة القبر وظلمة القيامة وظلمة الصراط
"Dan Aku akan menyelamatkan dan menerangi ummatmu dari kedahsyatan dan kegelapan alam Barzakh (alam kubur), begitu pula Aku akan menyelamatkan dan menerangi ummatmu di alam makhsyar dan di shirath”.
يا حبيـبي أنت الطبيب تداوي من أمراض الذنوب وتحيا بك أموات القلوب
"Wahai Kekasih-Ku Muhammad, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baiknya penyembuh hati dari segala penyakit dosa dan menghidupkan hati yang mati".
وألين لك القلوب كالجلمود وأخصك يوم القيامة بمقام محمود تدلل ولا تذلل
"Wahai Kekasih-Ku Muhammad, akan Aku jadikan lentur (lunak) bagimu hati yang keras dan pada hari kiamat nanti Aku khususkan untukmu Maqom Mahmud (kedudukan yang paling terpuji). Mohonlah apa saja yang Engkau inginkan kepadaKu dengan secara terhormat dan janganlah berkecil hati".
Dan diriwayatkan dalam kitab Syaroful Ummah Al-Muhammadiyyah Lil Imam As-Sayyid Muhammad bin Alaawi Al-Maliki hlm 234 bahwa  :
عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : خيرت بين الشفاعة أو يدخل نصف أمتي الجنة فاخترت الشفاعة لأنها أعم وأكفى أما إنها ليست للمؤمنين والمتقدمين ولكنها للمذنبين الخطائين المتلوثين
"Diriwayatkan dari Shahabat Abdullah bin Umar RA bahwa Baginda Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya aku dipersilahkan  memilih oleh Allah SWT; antara Syafa'at (untuk umatku) ataukah separo dari umatku langsung masuk sorga, maka aku memilih Syafa'at karena bisa mencakup lebih banyak (kepada umatku), dan sesungguhnya Syafa'at itu tidaklah(khusus) bagi orang yang thaat beribadah dan yang telah mendapati keunggulan, justru lebih aku fokus pada umatku yang berlumuran dosa".
Dan diriwayatkan dalam kitab Jaami'ul Ahaadits Lil-Imam As-Suyuthi Maktabah Asy-Syaamilah juz 33 hlm 183;
"Bahwa Baginda Nabi SAW memohon kepada Allah SWT  agar memberikan kepadanya catatan amalan ummatnya (agar tidak terbongkar kejelekannyakepada siapapun dan tidak dituntut oleh para Malaikat atas kejelekan tersebut), kemudian Baginda Nabi SAW memberikan syafaat kepada mereka. Akan tetapi Allah SWT menghendaki proses penghitungan catatan amalan harus dilakukan sesuai dengan Kehendak-Nya yang azaliy. Maka dengan Belas Kasih Sayangnya Allah SWT dan janji-Nya untuk tidak menolak permohonan Baginda Rasulullah SAW, Allah SWT menjawab dengan Berfirman;
يا أحمد إنهم عبادي لا أحب أن أطلعك على عيوبهم
"Wahai Kekasih-Ku Ahmad, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Ku dan Aku tidak ingin Engkau mengetahui kejelekan-kejelekan mereka (agar Baginda SAW tidak bersedih hati)".
Baginda Rasulullah SAW Bersabda :
إلهي وسيدي ومولاي المذنبون من أمتي
"Ya Allah, Wahai Dzat Yang Menguasai diriku. Sungguh aku merasa sangat khawatir atas umatku yang banyak melakukan dosa".
Allah SWT Berfirman  :
يا أحمد إذا كنت أنا الرحيم وكنت أنت الشفيع فأين المذنبون بيننا
"Wahai Kekasih-Ku Ahmad, sesungguhnya Aku lah Dzat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, maka dengan Belas Kasih Sayang-Ku kepadamu dan syafaatmu kepada mereka, sungguh akan Aku ampuni dan Aku maafi dosa-dosa mereka (sehingga mereka masuk sorga dengan selamat)".
Baginda Nabi SAW bersabda ;
"Ya Allah, cukup, cukup bagiku atas anugerah-Mu. Sungguh, aku sangat sangat merasa puas sekali".
Dan juga diriwayatkan dalam kitab Syaroful Ummah Al-Muhammadiyyah Lil Imam As-Sayyid Muhammad bin Alaawi Al-Maliki hlm 234, bahwa :
عن ابن عباس رضي الله عنهما قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : يوضع للأنبياء منابر من نور يجلسون عليها ويبقى منبري لا أجلس عليه قائما بين يدي ربي مخافة أن يبعث بي إلى الجنة وتبقى أمتي بعدي فأقول يا رب أمتي أمتي فيقول الله عز وجل :يا محمد ما تريد أن أصنع بأمتك ؟ فأقول يا رب عجل حسابهم   فيدعى بهم فيحاسبون . فمنهم من يدخل الجنة برحمته  ومنهم من يدخل الجنة بشفاعتي , فما أزال أشفع حتى أعطى صكاكا برجال قد بعث بهم إلى النارحتى إن مالكا خازن النار ليقول : يا محمد ما تركت لغضب ربك في أمتك من نقمة
"Diriwayatkan dari Shahabat Abdullah bin Abbas RA bahwa Baginda Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya (kelak pada hari kiamat), semua para Nabi dianugerahi Allah SWT singgasana cahaya dan mereka telah duduk di atasnya, sedang aku tetap berdiri di Sisi Allah SWT tidak duduk di singgasanaku karena khawatir di perintah langsung ke sorga sementara umatku masih tertinggal(menderita dipadang mahsyar.)
Akupun memohon kepada Allah SWT :
"Ya Allah, umatku..Ya Allah…ummatku".
Allah SWT Berfirman :
"Wahai Kekasih-Ku Muhammad. Apa yang perlu Aku lakukan untuk umatmu?"
Aku memohon :
"Ya Allah, percepatkanlah urusan hisab umatku (yang mana mereka sudah lama menantinya)".
Kemudian Allah SWT mempercepat urusan hisab mereka sehingga diantara umatku ada yang masuk sorga dengan Rohmat Allah SWT, dan ada yang masuk sorga dengan Syafaatku. Dan aku senantiasa memberikan syafaat kepada ummatku sampai aku diberi lembaran daftar umatku yang sudah dipastikan masuk neraka agar aku menyafaatinya sehingga mereka selamat, sampai malaikat Malik penjaga neraka berkata kepadaku;" Wahai Nabi Muhammad Kekasih Allah SWT, sepertinya engkau tidak akan mau menyisakan satupun dari umatmu terkena kemurkaan Allah SWT”
Diriwayatkan dari Shahabat Ali bin Abi Thalib RA bahwa Baginda Rasulullah SAW bersabda;
عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : أشفع لأمتي حتى يناديني ربي تبارك وتعالى فيقول : أقد رضيت يا محمد ؟ فأقول : أي ربي قد رضيت
"Sesungguhnya (kelak pada hari kiamat) aku senantiasa memberi syafaat (yang luar biasa) kepada umatku sehingga Allah SWT Berfirman; "Wahai Kekasih-Ku Muhammad, apakah engkau benar-benar sudah merasa puas ?" Akupun menjawab; "Benar, Ya Allah aku benar-benar merasa puas atas Anugerah-Mu"
Dan diriwayatkan di kitab tersebut hlm 232 bahwa :
وقد سأل أنس رسول الله صلى الله عليه وسلم أن يشفع له فقال صلى الله عليه وسلم : أنا فاعل إن شاء الله. يقول أنس : قلت : فأين أطلبك ؟ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : أول ما تطلبني على الصراط.قال أنس : قلت : فإن لم ألقاك على الصراط ؟
 قال : فاطلبني عند الميزان. قال : قلت : فإن لم ألقاك عند الميزان ؟ قال : فاطلبني عند الحوض فإني لا أخطئ هذه الثلاثة مواطن .
"Bahwa sesungguhnya Shahabat Anas bin Malik telah memohon kepada Baginda Rasulullah SAW agar memberinya syafaat (kelak pada hari kiamat), maka Baginda Rasulullah SAW bersabda :
"(Hai Anas), Dengan izin Allah (kelak) aku akan memberi syafaat kepadamu".
Shahabat Anas RA bertanya :
"Wahai Rasulullah, dimanakah aku bisa menemuimu (kelak)?".
Baginda Rasulullah SAW menjawab :
"Temuilah aku di Shirath".
Shahabat Anas RA bertanya lagi :  
"Jika tidak aku temukan Engkau di Shirath, di manakah aku menemuimu wahai Rasulullah ?"
Baginda Rasulullah SAW menjawab ; "Temuilah aku di Mizan (tempat ditimbangnya amalan)".
Shahabat Anas RA bertanya lagi :
"Jika tidak aku temukan Engkau di Mizan, di manakah aku menemuimu wahai Rasulullah ?"
Baginda Rasulullah SAW menjawab :
"Temuilah aku di Haudl (Telaga Nabi SAW). Sesungguhnya aku pasti berada di salah satu dari tiga tempat tersebut".
Kemudian setelah Allah SWT mengabulkan segala permohonan Baginda Rasulullah SAW, Allah SWT Berfirman :
يا محمد أين حاجة جبريل ؟
"Wahai Kekasih-Ku Muhammad, sampaikanlah kepada-Ku, apakah yang telah diminta oleh Malaikat Jibril ?"
Akupun menjawab :
أللهم أنت أعلم بما سأل يريد أن يمد جناحيه على الصراط يوم القيامة لتمر أمتي
"Ya Allah, Sesungguhnya Engkau lebihMengetahui apa yang dia minta, sesungguhnya Malaikat Jibril memohon agar diizinkan untuk membentangkan kedua sayapnya di atas shirath pada hari kiamat nanti agar umatku bisa melewatinya dengan selamat".
Allah SWT Berfirman :
قد أجبته فيما سأل ولكن في طائفة من أمتك
"Wahai Kekasih-Ku Muhammad. Aku kabulkan permohonannya akan tetapi hanya untuk sebagian dari ummatmu".
Aku berkata :
أللهم لمن
"Ya Allah, bagi siapakah itu ?"
Allah SWT Berfirman :
لمن أحبك وصحبك وأكثر من الصلاة والسلام عليك
"Yaitu bagi para sahabatmu dan bagi orang-orang yang mencintaimu dan setia kepadamu serta selalu memperbanyaki membaca sholawat dan salam kepadamu?"
Kemudian Baginda Rasulullah SAW bersabda;
وكلمني ربي بما شاء وافترض علي خمسين صلاة كل يوم وليلة
"Di situlah Allah SWT berfirman kepadaku dengan apa yang dikehendaki-Nya dan mewajibkan kepadaku dan kepada umatku sholat lima puluh kali sehari semalam".
          Diriwayatkan dalam kitab Nuzhatul Majaalis juz 2 hal 114  bahwa di situ Baginda Rasulullah SAW sirna dalam keni’matan ketentraman dan kedamaian atas belas kasih sayang Allah SWT Dzat yang Maha agung, Maha Mulia dan Maha Besar yang meliputinya dari segala penjuru, sehingga Baginda Rasulullah SAW enggan untuk keluar dari tempat yang sangat mulia tersebut. Kemudian Allah SWT Berfirman;
يا أحمد أنت رسولي إلى عبادي ولو دمت في هذا المقام ما بلغت رسالتي فانزل إلى الأرض وبلغ رسالتي لعبادي وحيثما قمت إلى الصلاة أعطيتك هذه المرتبة
"Wahai Kekasih-Ku Ahmad, sesungguhnya Engkau adalah Rasul (Utusan)-Ku untuk hamba-hamba-Ku. Turunlah Engkau ke bumi dan sampaikan Risalah-Ku kepada mereka. Dan kapanpun Engkau melaksanakan sholat, akan Aku angkat Engkau kepada kedudukan yang sangat mulia ini (yang di penuhi dengan kenikmatan)".
Karena itulah Baginda Rasulullah SAW  bersabda :
وجعلت قرة عيني في الصلاة
"Sesungguhnya puncak-puncaknya kenikmatan bagi diriku di dunia ini adalah di saat aku melaksanakan sholat".
Kemudian Baginda Rasulullah SAW menaiki Rafraf dengan perasaan puas atas anugerah Allah SWT dan sesegera mungkin akan menyampaikan kabar gembira kepada ummatnya atas terkabulnya segala permohonannya demi untuk keselamatan dan kebahagiaan mereka .
Baginda Rasulullah SAW bersabda; "Kemudian Rafraf tersebut melesat turun dengan sangat cepat membawaku menembus ribuan hijab dari cahaya hingga sampai ke Shidrathil Muntaha. Sesampainya di situ, Malaikat Jibril AS yang tetap setia menungguku seketika menyambutku dengan berkata :    
أبشر يا محمد فأنت خيرة الله من خلقه وصفوته من البشر ولقد قربك الرحمن إليه من قرب عرشه مكانا لم يصل إليه أحد من أهل السموات والأرضين
"Berbahagialah wahai Muhammad Kekasih Allah SWT. Sesungguhnya Engkau adalah makhluk pilihan Allah SWTyang paling utama, sesungguhnya Engkau adalah makhluk yang paling suci di Sisi Allah SWT, sesungguhnya Allah SWT telah mengangkat derajatmu pada puncak tertinggi yang tiada satu makhlukpun bisa mencapainya".
Seketika Baginda Rasulullah SAW bersabda :
حمدت الله على ما اصطفاني به وأكرمني
"Segala puji bagi Allah SWT Dzat yang telah menjadikan aku manusia pilihan, Dzat yang telah menganugerahkan kemuliaan kepadaku".
Malaikat Jibril AS berkata :
إنطلق يا محمد إلى الجنة حتى أريك ما لك فيها فتعرف إلى ما يكون معادك بعد الموت
"Wahai Muhammad Kekasih Allah SWT, mari kita menuju sorga, akan aku tunjukkan kepada Engkau anugerah apa yang Allah SWT telah berikan kepada Engkau. Di sanalah (surga ‘Adn) tempat tinggal Engkau yang abadi".
Kemudian dengan secepat kilat Malaikat Jibril AS turun membawaku menuju sorga. Dan dengan ijin Allah SWT, sampailah kami di sorga. Seketika malaikat penjaga sorga yaitu Malaikat Ridlwan AS dan wakilnya Malaikat Rokyail AS beserta jutaan para malaikat yang sangat agung dan indah wajah mereka bagaikan bulan purnama, bau harum semerbak keluar dari diri mereka, dengan berpakaian yang sangat indah dihiasi dengan mutiara cahaya dan zamrud, mereka menyambutku dengan berkata :
لقد أكرم الله هذا النبي الأمي مرحبا بك يا جبريل وبمن معك
"Sesungguhnya inilah Nabi yang telah dimuliakan Allah SWT, selamat datang wahai Nabi Kekasih Allah SWT, selamat datang wahai Malaikat Jibril".
Aku berkata :
ما أحسن هؤلاء يا جبريل
"Wahai Malaikat Jibril, betapa indahnya mereka".
Malaikat Jibril AS berkata :
والذي بعثك بالحق إن أمتك إذا اتقوا الله وسلموا من الدنيا كانوا في الجنة أحسن منهم
"Wahai Nabi Muhammad Kekasih Allah SWT, demi Dzat yang telah mengutusmu dengan haq, sesungguhnya ummatmu yang bertaqwa kepada Allah SWT sehingga selamat dari fitnah dunia dan masuk sorga, niscaya lebih indah dan lebih agung dari mereka ".
Begitu aku masuk ke sorga seketika aku merasakan kedamaian, ketentraman dan kesejukan, dan tidak ada satu tempat di sorga kecuali aku memasuki dan melihatnya. Kemudian aku melihat istana-istana yang terbuat dari intan, permata, mutiara yaqut dan mutiara Zabarjud dan pohon-pohon dari emas merah, batangnya dari mutiara Lu'lu', akarnya dari perak dan tanahnya dari mutiara misik.
Dan aku melihat pohon yang sangat menjulang tinggi menembus mega-mega, tidak ada yang tahu puncaknya kecuali Allah SWT. Dan cabangnya sangatlah banyak melebihi tumbuh-tumbuhan yang ada di bumi dan mampu menaungi seluruh istana-istana di surga.Dan pada pohon tersebut terdapat segala keindahan dan kebutuhan yang beraneka ragam.
Dan aku juga melihat mata air mengalir dari pangkal pohon tersebut yang airnya sangatlah putih melebihi susu dan sangat manis melebihi madu, mengalir melalui sungai yang terbuat dari intan permata, mutiara yaqut dan mutiara misik putih. Malaikat Jibril AS berkata :
هذا الكوثر الذي أعطاك ربك وهو التسنيم يخرج من تحت العرش إلى دورهم وقصورهم 
"Wahai Muhammad Kekasih Allah, inilah telaga Kautsar yang telah dianugerahkan Allah SWT kepadamu yang bersumber dari bawah Arasy mengalir menuju gedung-gedung dan istana-istana di sorga"
Begitu pula saat Isro’ Mi’roj, Beliau Baginda Rasulullah SAW, melihat pohon yang sangat besar sekali yang dipenuhi berbagai macam keindahan perhiasan dan baju-baju sorga, dengan berbagai macam warna. Dan buah-buahanya bagaikan kalung mutiara dalam berbagai macam warna. Serta berbagi macam bau harum semerbak keluar darinya. Akupun berkata :
ما هذه الشجرة يا جبريل
"Wahai Jibril, pohon apa ini ?"
Malaikat Jibril AS berkata :
هذه التي ذكرها الله تعالى بقوله أي طوبى هي لك يا رسول الله ولكثير من أمتك ولك فيها حسن مقيل ونعيم طويل
"Wahai Muhammad Kekasih Allah SWT, inilah pohon Thuba yang telah difirmankan Allah SWT, sesungguhnya pohon itu adalah untukmu dan sebagian besar dari ummatmu. Di situlah kediamanmu yang abadi yang dipenuhi dengan kenikmatan yang selama-lamanya".
Kemudian Malaikat Jibril AS mengajakku keliling di sorga, kemudian aku melihat istana yang terbuat dari mutiara yaqut merah, di dalamnya terdapat tujuh puluh ribu gedung, setiap gedung terdapat tujuh puluh ribu rumah, setiap rumah terdapat tujuh puluh ribu ruangan, setiap ruangan terdapat tujuh puluh ribu kamar, dan setiap kamar mempunyai ribuan pintu, hingga nampak jelas dari luar apa yang ada di dalam dan nampak jelas dari dalam apa yang ada di luar. Dan di dalam setiap kamar ada ranjang dari emas yang bercahaya gemerlapan, dihiasi dengan intan permata dan mutiara jauhar, di atasnya terdapat kasur dari sutera dengan berbagai macam perhiasan yang tidak mampu aku sebutkan karena sangatbanyaknya.
Dan pada setiap gedung, rumah dan ruangan tersebut terdapat taman-taman yang dipenuhi tumbuh-tumbuhan dan bunga-bunga yang sangat indah sekali. Batangnya dari emas, cabangnya dari mutiara jauhar dan buahnya laksana perhiasan kalung permata. Dan dalam setiap kamar tersebut terdapat bidadari yang sangat cantik jelita dan bercahaya. Dan setiap satu bidadari dilayani oleh tujuh puluh ribu pelayan. Belum lagi pelayan-pelayan bagi calon suaminya.
Dalam kesempatan ini kami ingin menukil data-data dari Al-Qur-an dan Hadis-hadis Baginda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh para Ulama Sholihin Ahlussunnah Waljama’ah tentang anugerah-anugerah Allah SWT yang dijanjikan bagi para penghuni surga kelak di akhirat nanti.
Sebagaimana disebutkan dalam kitab AL-Ghunyah Lisy-Syaikh Abdul Qodir AL-Jailani Juz 1 hlm 161 "Baginda Rasulullah SAW bersabda menceritakan orang yang termiskin dan terakhir masuk surga, (setelah ia mengalami penderitaan di neraka dan mandi di sungai kehidupan sehingga tubuhnya menjadi sebagaimana layaknya para penghuni surga).
"Bahwa pada saat ia memasukinya ia melihat kebun yang sangat luas sejarak perjalanan satu tahun yang dipenuhi dengan pohon-pohon yang sangat indah yang mana batangnya terbuat dari emas, cabangnya dari perak putih, daunnya seindah hiasan-hiasan surga, buahnya sangat empuk, lembut dan harum  semerbak, lebih manis dari pada madu, lebih harum melebihi misk. Dengan penuh kebahagiaan dan kebanggaan ia berkata :
"Segala puji bagi Allah Dzat yang telah menyelamatkan aku dari neraka dan memasukan aku ke sorga-Nya".                   
Melihat buah-buahan yang ranum dan sangat indah ia sangat tertarik tak mampu menahan diri maka ia berkata; "Ya Allah, izinkan aku memakan buah-buahan itu, sungguh aku akan merasa puas dan cukuplah bagiku anugerah ini”.
Setelah ia puas menikmatinya,  kemudian ia diajak oleh malaikat menuju ke sebuah istana yang sangat indah terbuat dari mutiara Lu'lu' . Iapun terpesona tak mampu menahan dirinya melihat keindahan dan kemegahan istana itu, seketika ia berkata :
"Ya Allah berikan istana itu untukku, sungguh dengannya aku akan merasa puas dan cukuplah bagiku anugerah ini. Sungguh demi Engkau Ya Allah, aku tidak akan minta lagi"
Malaikat tersebut berkata :
"Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan istana itu  untukmu. Bergembiralah !"
          Kemudian ia melihat istana yang lebih megah dan lebih indah lagi, ia pun berkata;
"Ya Allah berikan istana itu untukku, sungguh dengannya aku akan merasa puas dan cukuplah bagiku anugerah ini. Sungguh demi Engkau Ya Allah aku tidak akan minta lagi".
Kemudian datanglah malaikat dengan berkata :
يا ابن آدم ما لك لا توفي بالعهد ألست زعمت أنك لا تسأل غيره 
"Hai Manusia, tepatilah janjimu, bukankah kamu telah berjanji untuk tidak minta lagi ?! Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan istana itu untukmu. Bergembiralah !"
Dan sesungguhnya hal itu tidaklah tercela, karena keluar dari ketakjuban (kekaguman) dirinya atas indahnya ciptaan Allah SWT di surga.
Kemudian ia melihat lagi istana yang lebih indah dan lebih megah. Ia pun terbengong-bengong, terpesona atas keindahan dan kemegahan istana tersebut. Sampai ia bingung tak mampu untuk berbicara.
Baginda Rasulullah SAW, dengan kasih sayangnya kepada ummatnya, Beliau pun datang menemuinya. Dan bersabda :
ما لك لا تسأل ربك ؟
"Hai ummatku, kenapa kamu tidak minta lagi kepada Allah SWT ?"
Ia pun berkata :
يا سيدي صلى الله عليك والله لقد حلفت لرب العزة حتى خشيت منه وسألته حتى استحييت
"Wahai Junjungan kami Baginda Nabi SAW Kekasih Allah, Rahmat Ta'dhim Allah SWT semoga senantiasa melimpah kepadamu. Sesungguhnya aku telah bersumpah kepada Allah SWT, sehingga aku takut untuk meminta lagi. Dan sesungguhnya aku sudah minta banyak sekali, sehingga akupunmalu untuk minta lagi.
Seketika terdengar seruan dari Allah SWT Dzat yang Maha Kuasa, Dzat yang Maha Dermawan : 
إني لقادر أن أفعله فاسألني ما شئت
"Sesungguhnya Aku adalah Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Mintalah apa saja kepada-Ku. Akan Aku kabulkan permohonanmu".
 Kemudian datang malaikat membawanya untuk berkeliling. Tiba-tiba ia melihat cahaya yang sangat terang benderang sekali, yang belum pernah ia melihatnya. Seketika ia bersujud, mengira Allah SWT membuka hijab, akan menemuinya. Seketika itu juga, malaikat tersebut berkata :
"Hai Manusia, angkatlah kepalamu. Sesungguhnya itu hanyalah cahaya dari sebagian  istana-istana yang telah Allah SWT anugerahkan kepadamu".
Kemudian ia menuju ke dalam istana tersebut Dan melihat seseorang yang dikiranya Malaikat, karena wajah dan pakaiannya begitu indah, dan bercahaya. Padahal ia adalah penjaga istana tersebut.
Kemudian ia memasuki istana tersebut yang mempunyai tiga ratus enam puluh pintu. Dan setiap pintu terdapat tiga ratus enam puluh qubah yang sangat besar dan indah sekali  terbuat dari mutiara Lu'lu', Yaqut dan Jauhar yang saling berlainan, dan di setiap satu qubah ada qubah yang sangat indah dan besar sekali terbuat dari mutiara Lu'lu' putih. Dan di dalamnya terdapat tujuh puluh rumah. Di setiap rumah ada tujuh puluh ruangan yang mempunyai tujuh puluh pintu, yang mengarah kepada tujuh puluh mutiara Jauharoh yang saling berlainan warnanya. Dan pada setiap Jauharoh terdapat istri (para bidadari), selir dan para dayang (pelayan).
Maka, ia pun masuk dan disambut oleh istrinya dengan berkata ;
قد آن لك أن تزورنا وأنا زوجتك
         "Selamat datang wahai suamiku tercinta. Sesungguhnya aku adalah istri setiamu yang telah lama menanti kedatanganmu".
         Sungguh sangat cantik, indah dan sucinya para bidadari surga,tubuhnya kuning langsat, jernih bagaikan mutiara Lu'lu' yang masih dalam kerangnya, halus kulitnya bagaikan kulit selaput telur, matanya sangat indah hitam pekat dan putih jernih bagaikan bintang Kejora, wajahnya bercahaya, bau harum semerbak senantiasa keluar dari tubuhnya, lemah lembut gerakanya, sopan santun tutur katanya,sikapnya yang manja selalu membuat suaminya terpesona, dengan memakai tujuh puluh perhiasan yang sangat indah.Dan setiap perhiasan terdapat tujuh puluh warna yang saling berlainan. Tidaklah ia mendekat, kecuali semakin bertambah cantik hingga tujuh puluh kali lipat. Ia sangat setia kepada suaminya, selalu dalam istananya, terlindung dengan hijab dari cahaya sehingga tidak ada orang lain yang bisa melihatnya ataupun menikmatinyadan senantiasa bersenandung menghibur suaminya  dengan nyanyian yang sangat merdu dan indah. Diantara syairnya yaitu :              
   نحن الخيرات الحسان جئنا للازواج الكرام
“Kami adalah para bidadari yang sangat indah dan cantik jelita yang diciptakan oleh Allah SWT untuk suamiku yang mulia”.
Dan apabila ia naik ke atas istana tersebut, maka ia dapat melihat semua istana miliknya sejauh pandangan mata. Dan sesungguhnya para malaikat  senantiasa berdatangan dari setiap pintu-pintu  istana tersebut dengan menyampaikan salam dan hadiah yang saling berlainan dari Allah SWT yang belum pernah di dapati sebelumnya.
Baginda RasulullahSAW bersabda  :
إن هذا الرجل يسميه أهل الجنة المسكين لفضل منازلهم على منزله
Yang artinya kurang lebih ;
"Sesungguhnya penghuni surga yang di atasnya mengatakan bahwa orang tersebut adalah yang termiskin, karena surga mereka lebih agung dari surganya orang tersebut".
Padahal sesungguhnya ia memiliki sangat banyak pelayan. Apabila ia ingin makan, maka disediakan baginya hidangan yang meja makannya terbuat dari mutiara Yaqut merah yang dilingkari mutiara Yaqut kuning dan dihiasi intan, Yaqut dan Zabarjud.
Kemudian disediakan di situ tujuh puluh macam makanan dengan dilayani oleh delapan puluh pelayan. Setiap pelayan membawa talam berisi makanan dan minuman yang saling berlainan, yang rasa dan kenikmatannya tidaklah mengurang sedikitpun. Dan tidak ada satu macam dari makanan atau minuman tersebut kecuali ia menikmatinya. Kemudian baru sisanya dipersilahkan kepada para pelayan tersebut untuk menikmatinya.
Sungguh sangat beruntung sekali orang tersebut, meskipun berlumuran dengan dosa-dosa, berkat kasih sayang Allah SWT ia ditetapkan imanya sehingga meninggal dengan membawa Laailaaha illallah Muhammad Rosulullah, meskipun disiksa dahulu   selama dua kali umur dunia, sebagaimana yang diriwayatkan dalam kitab Tafsir Al-Quran Lil-Imam Ibnu Katsir 6/143, Tafsir At-Thobari 20/465, Tafsir As-Tsa’labi 5/255 dan lain-lainya, (yang intinya bahwa orang yang ditetapkan imannya pada saat meninggal dunia, akan diselamatkan oleh Allah SWT dan dimasukkan ke surga-Nya.) Padahal banyak sekali orang yang tidak peduli dengan dosa-dosa, dicabut imanya oleh Allah SWT sehingga mati suul khotimah kekal abadi dineraka selama-lamanya, tidak ada harapan lagi untuk mendapati belas kasih sayang Allah SWT dan syafaat Baginda Rasulullah SAW.
Sesungguhnya surga itu bertingkat-tingkat dan penduduk surga yang lebih tinggi derajatnya diberi oleh Allah SWT berlipat-lipat ganda dari orang yang di bawahnya. Demikianlah, semakin tinggi derajatnya, semakin agung fasilitasnya.
Dan para penghuni surga yang di atas, kapan saja mereka bisa ziarah atau mengunjungi para penghuni surga yang dibawahnya namun para penghuni surga yang di bawah tidak diperkenankan untuk mengunjungi para penghuni surga yang di atasnya.
Dan sesungguhnya Allah SWT senantiasa akan memberi para penghuni surga segala makanan yang diinginkanya dengan seketika, Sebagaimana disebutkan dalam kitab AL-Ghunyah Lisy-Syaikh Abdul Qodir AL-Jailani Juz 1 hlm 163 Baginda Rasulullah SAW bersabda :
 إن الرجل منهم ليأخذ لقمة فيجعلها في فيه ثم يخطر بباله طعاما آخر فتتحول تلك اللقمة إلى الذي تمنى
"Sesungguhnya penghuni surga, apabila memakan makanan, kemudian menginginkan rasa makanan yang lain, maka seketika berubahlah makanan tersebut sesuai dengan apa yang diinginkannya".
           Begitu pulapenghuni surga pada saat melihat burung  terbang di angkasa dan ia ingin menikmati kelezatan daging goreng atau lainnya, maka seketika burung tersebut telah tersaji sesuai dengan seleranya baik direbus, digoreng ataupun dibakar. Dan setelah puas menikmatinya, maka yang tersisa menyatu kembali dan wujud seperti semula kemudian kembali terbang tanpa ada yang kurang sedikitpun.                                                                      
Baginda Rasulullah SAW bersabda :
أرضها رخامة من فضة ملساء وترابها مسك وتلالها زعفران وحيطانها در وياقوت وذهب وفضة يرى ظاهرها من باطنها وباطنها من ظاهرها
"Sesungguhnya bumi surga terbuat dari hamparan perak yang bercahaya, tanahnya adalah pasir misik, kerikil-kerikilnya adalah kristal za'faron, temboknya terbuat dari emas dan perak yang terhias dengan intan berlian dan mutiara yaqut. Dari jernihnya hingga sampai tembus pandang".
          Baginda Rasulullah SAW bersabda :
إن هواء الجنة سجسج لا حر ولا برد
(تفسير القرطبي ج 19 ص 123 المكتبة الشاملة )
"Sesungguhnya hawa (cuaca) surga itu Sajsaj ( tidak panas dan tidak dingin, namun sangat nyaman sekali, anginnya sepoi-sepoi, sejuk rasanya, keadaannya mirip dengan waktu sebelum terbitnya matahari. Terang tidak menyilaukan, teduh seperti bernaung di bawah pohon yang besar dan rindang ).
Diriwayatkan oleh Al-Imam Jalaluddin Abdurrohman As-Suyuti dalam kitabnya Al-Hawi lil-Fatawi 2/174 dan Al-Imam Syeikh Ahmad Zaini Dahlan Al-Hasani dalam kitabnya As-Siroh An-Nabawiyah 1/15, Bahwa sesungguhnya di setiap kamar-kamar surga, di leher-leher bidadari, di setiap dahi para malaikat dan di daun-daun pohon surga terlukisdengan sangat indah, kalimat Laailaaha illallaah Muhammadur Rasulullaah.
Sesungguhnya surga itu terletak di bawah Arsy yang bercahaya meneranginya, tidak ada matahari yang menunjukan siang ataupun rembulan yang menunjukan malam.
Sesungguhnya bumi surga senantiasa melebar dan memanjang dengan sangat cepat, secepat panah yang keluar dari busurnya, sejak Allah SWT menciptakanya sampai hari kiamat.                                                                                  
Dan sesungguhnya pakaian penghuni surga adalah sarung, jubah, dan perhiasan-perhiasan yang sangat indah dan lembut sekali. Tanpa ada potongan ataupun jahitan . Dan mereka memakai mahkota berupa imamah dari mutiara lu'lu' yang dihiasi intan permata yaqut dan zabarjud, dan mempunyai dua koncer dari emas.
          Sesungguhnya semua penduduk surga dari tingkat yang tertinggi sampai tingkat yang terendah adalah setinggi Nabi Adam AS yaitu kurang lebih tiga puluh meter. Mereka semua senantiasa muda, sehat, gagah, bersih, rapi, dan tidak mengeluarkan kotoran. Apabila mereka merasa kenyang maka keluar keringat yang harum semerbak baunya sehingga iapun merasa lapar lagi dan makan lagi.Begitulah seterusnya.
Dan sesungguhnya mereka dianugerahi oleh Allah SWTkekuatan seratus kali lipat di dalam makan, minum dan syahwatnya. Demikian juga para wanitanya.    
            Sayidatuna Ummu Salamah istri Baginda Rasulullah SAWbertanya :
 "Ya Rasulullah manakah yang lebih utama ? wanita dunia yang masuk surga ataukah bidadari ?"
           Baginda Rasulullah SAWmenjawab:
"Sesungguhnya wanita dunia yang masuk surga itu lebih utama dari bidadari bagaikan bulan purnama dibandingkan bintang-bintang".
Sesungguhnya ia mendapatkan keutamaan tersebut adalah berkat sholat, puasa dan taatnya kepada suaminya.Sesungguhnya seorang wanita yang masuk surga dianugrahi oleh Allah SWT kecantikan tujuh puluh kali lipat kecantikannya bidadari, bahkan kecantikannya semakin bertambah dan bertambah hingga membuat suaminya tergila-gila kepadanya. Senantiasa berbahagia dan bergembira ria, tiada rasa susah ataupun payah, selalu di iringi dan dilayani segala kebutuhannya olah para bidadari bagaikan permaisuri dikelilingi para dayang-dayang yang sangat setia. Tulus hati dan cintanya hanya untuk suami, pandangan mata, kerinduan dan gairahnya juga hanya untuk suami. Tiada rasa sombong,cemburu, iri/dengki kepada siapapun, senantiasa muda dan perawan, gerak-geriknya yang lemah lembut, tutur katanya yang sopan santun serta sikapnya yang manja selalu membuat suaminya terpesona, sehingga tiada rasa jenuh dan bosan bahkan ingin salalu bersamanya. Dengan suaranya yang merdu dan indah, ia senantiasa bersenandung menghibur suaminya sehingga membuat suaminya mabuk kepayang.                                                                                       
Diantara syairnya yaitu :
  الا نحن الخالدات فلا نموت ابدا الا نحن الناعمات فلانبأس ابدا الا ونحن المقيمات فلا نظعن ابدا الا ونحن الراضيات فلا نسخط ابدا طوبي لمن كان لنا وكنا له
             "Sesungguhnya kamilah wanita abadi yang tak akan tua ataupun mati. Sesungguhnya kami akan selalu memberikan kedamaian dan kesejukan. Sesungguhnya kami adalah istri-istri yang setia. Sesungguhnya kami senantiasa ridlo dan tak akan membebani.   Sungguh suatu keberuntungan dan kebahagian bagi yang mendapatkan dan memiliki kami".  
          Sesungguhnya bagi suami/istri penghuni surga yang pasanganya mati suul khotimah dan bagi laki-laki/perempuan penghuni surga yang meninggal, belum di takdirkan oleh Allah SWT mempunyai pasangan maka akan di beri oleh Allah SWT pasangan yang menyejukkan hatinya sesuai dengan apa yang telah ditentukan oleh Allah SWT.
          Diriwayatkan dalam Kitab Ad-Durrul Mantsur Lil- Imam Jalaluddin As-Suyuthi Juz 4 hlm 639 dan juga Tafsir Al-Qurthubiy Juz 19 hlm 128 Maktabah Asy-Syamilahbahwa sesungguhnya para penghuni surga mempunyai kemuliaan laksana Raja yang sangat berwibawa. Istananya dijaga oleh para penjaga yang sangat setia sebagai tanda kewibawaan dan keagungannya. Dan sesungguhnya Allah SWT senantiasa mengutus para Malaikat-Nya  untuk membawakan berbagai macam hadiah khusus kepada mereka berupa makanan dan minuman yang sangat lezat sekali yang belum pernah mereka cicipi sebelumnya. Dan juga mengirimkan berbagai macam perhiasan dan pakaian yang sangat indah sekali yang belum pernah mereka dapati, dan Allah SWT memerintahkan kepada para Malaikat-Nya untuk meminta izin dahulu kepada mereka sebelum masuk ke istananya untuk memberikan hadiah.
          Sesampainya para Malaikat di gerbang istana, maka mereka (penghuni surga) memerintahkan kepada para penjaga istananya untuk menyambut Malaikat tersebut dan mempersilahkannya agar segera masuk dan menemui mereka.
          Dan diriwayatkan di Kitab Ad-Durarul Hisaan  Lil Imam Jalaaluddin As-Suyuthi Hamisy Daqaa'iqul Akhbaar hal 30 :
"Bahwa sesungguhnya para penghuni surga senantiasa dalam keindahan dan kenikmatan yang tiada tara, abadi selama-lamanya. Dan Allah SWT senantiasa mencurahkan berbagai macam anugerah-Nya kepada mereka, sehingga kemuliaan dan kebahagiaan mereka semakin bertambah dan bertambah".
Pada saat Allah SWT Berkehendak untuk memanggil Kekasih-Nya Baginda Rasulullah SAW dan para penghuni surga untuk  datang di Hadhiratil Qudsiy, maka Allah SWT Berfirman kepada Malaikat Jibril AS :
 إنطلق يا جبريل إلى جنات عدن وانظر في أعلاها وائتنا بحظيرة القدس لأضيف فيها محمدا صلى الله عليه وسلم وأمته
             "Hai Jibril, pergilah kamu ke Sorga 'Adn sampai tingkatan yang paling atas dan bawalah kemari Hadhiratul Qudsiy (Tempat jamuan Ilahi bagi seluruh penghuni surga pada saat akan menghadap Allah SWT). Di tempat itulah Aku akan memanggil Kekasih-Ku Muhammad SAW dan para ummatnya untuk Aku muliakan, Aku jamu dan Aku curahkan berbagai macam Anugerah-Ku yang sangat indah luar biasa kepada mereka”.
Seketika Malaikat Jibril AS pergi menuju Sorga ‘Adn (ibu kota surga kediaman Baginda Rasulullah SAW), dan sesampai di tingkatan teratas dia melihat Hadhiratul Qudsiy (inti puncaknya keindahan surga), yang terbuat dari intan merah dan pintunya dari emas merah yang sangat indah dan megah luar biasa melebihi keindahan dan kemegahan surga-surga yang lain.
          Dan tidak ada yang mampu melukiskan keindahan dan kemegahannya kecuali hanya Allah SWT Dzat yang menciptakannya. Di dalamnya penuh dengan berbagai macam istana yang sangat megah dan indah, tinggi menjulang dengan cahaya gemerlapan, lain dari pada yang lain, dan taman-taman yang dipenuhi berbagai macam bunga-bunga yang harum semerbak, pohon-pohon yang besar dan rindang, dipenuhi buah-buahan yang ranum dan sangat lezat menggiurkan. Dan beraneka macam burung-burung yang berkicau merdu mempesona. Dan sungai-sungai yang jernih menyegarkan.
          Segenap penghuninya, dari para bidadari dan pelayan-pelayan, senantiasa membaca tasbih menyucikan Allah SWT, Dzat Yang Maha Agung, Dzat Maha Kekal Abadi selama-lamanya.
          Kemudian sesampai di dalam Hadhiratul Qudsiy, Malaikat Jibril AS disambut oleh penjaganya, yaitu Malaikat yang sangat besar dan agung sekali. Yang dari besarnya, bekas satu dari telapak kakinya bisa memuat bumi, langit serta segala isinya. Kemudian Malikat Jibril AS mendekat dan mengucapkan salam kepadanya :
السلام عليك يا عبد الله
“Wahai hamba Allah, salam sejahtera Allah SWT semoga senantiasa melimpah kepadamu”.
Malaikat yang agung tersebut menjawab salamnya dan bertanya :
من تكون أنت من الملائكة
"Wahai Malaikat siapakah namamu ?"
Malaikat Jibril AS menjawab :
"Aku adalah Malaikat Jibril, yang diutus oleh Allah SWT ".
Malaikat yang agung tersebut berkata :
“Maha Suci Allah, semenjak aku diciptakan, aku belum pernah mendengar nama ini (Jibril), lantas ada apa kiranya kamu datang ke sini ?"
Malaikat Jibril AS menjawab :
“Aku diperintah Allah SWT untuk membawa Hadhiratul Qudsiy ini”.
Malaikat yang agung tersebut bertanya :
“Apakah Allah SWT  juga menciptakan surga selain ini ( Surga ‘Adn tempat Hadhiratul Qudsiy) ?”
Malaikat Jibril AS menjawab :
“Benar, sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan tujuh surga selain ini yang dijaga oleh Malaikat Ridlwan ( yaitu surga Firdaus, Darul Qarar, Jannatul Ma’wa, Jannatul Khuld, Jannatun Na’im, Daarus salaam, Daarul Jalaal, dan yang paling tertinggi adalah surga Firdaus,
(Sebagaimana disebutkan di Kitab Ad-Durrul MantsurLil-Imam  As-Suyuthi juz 6 hlm 427; “Diriwayatkan oleh Shahabat ‘Ubadah bin Shamith RA bahwa Baginda Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya surga itu bertingkat-tingkat, diantara satu tingkat dengan lainnya adalah sejauh jarak langit dan bumi. Dan sesungguhnya yang paling tinggi adalah surga Firdaus yang di atasnya adalah Arasy”).
Malaikat yang agung tersebut bertanya :
"Siapakah yang akan membantumu untuk membawanya (Hadhiratul Qudsiy)?"
Malaikat Jibril AS menjawab  :
"Sesungguhnya dengan izin Allah SWT akulah sendiri yang akan membawanya".
Malaikat yang agung tersebut berkata :
  لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم بهذا وعدني ربي
"Sesungguhnya tiada daya maupun upaya kecuali dengan izin Allah SWT Dzat Yang Maha Mulia dan Dzat Yang Maha Agung. Dan sesungguhnya Allah SWT telah memberikan amanat kepadaku untuk tidak menyerahkannya kecuali kepada makhluk yang mampu mengangkatnya sendiri atas izin dari Allah SWT".
Kemudian Malaikat Jibril AS bertanya :
"Wahai saudaraku, dimanakah kunci-kunci pintunya ?"
Malaikat yang agung tersebut menjawab :
"Sesungguhnya dari sejak Allah SWT menciptakannya sampai sekarang  masih tersimpan rapi, yaitu di sebelah gusi gerahamku yang kanan (padahal besarnya lubang kunci tersebut bisa memuat bumi dan langit). "
Kemudian Malaikat Jibril AS mengambil kunci-kunci tersebut dan menaruh di atas sayapnya. Dan Allah SWT seketika memerintahkan angin Shoba agar membantu Malikat Jibril AS  untuk membawa Hadhiratul Qudsiy beserta segala isinya, dan meletakkannya dibawah Arasy yang agung.
Kemudian Allah SWT Berfirman :
  يا جبريل إنطلق وائتني بمحمد وأمته  وجميع الأنبياء والرسل وادعهم إلى ضيافتي وكرامتي
"Wahai Jibril, pergilah kamu untuk memanggil Kekasih-Ku Muhammad SAW beserta ummatnya (pengikutnya yang setia dan mencintainya) dan juga para Nabi dan Rasul beserta seluruh ummatnya (pengikutnya yang setia dan mencintainya) untuk mendatangi jamuan-Ku yang penuh dengan kemuliaan dan keindahan".
Dengan seketika Malaikat Jibril AS pergi ke surga untuk menemui Baginda Rasulullah SAW. Dengan suara yang yang sangat jelas, terdengar oleh orang yang dekat ataupun jauh, dan dengan penuh sopan santun, Malikat Jibril AS berkata:
 يا حبيـبي يا محمد ألله يقرئك السلام ويخصك بالتحية والإكرام ويدعوك أنت وأمتك وسائر الأنبياء والرسل إلى ضيافته
 "Wahai Baginda Muhammad Kekasih Allah SWT yang aku cintai, sesungguhnya Allah SWT memberikan salam kepadamu dan sesungguhnya Allah SWT sangatlah mencintaimu dan senantiasa mengkhususkan bagimu kedudukan yang sangat mulia dengan berbagai macam anugerah-Nya, Wahai Nabi kekasih Allah SWT sesungguhnya aku diutus Allah SWT untuk memanggilmu, ummatmu dan seluruh para Nabi dan Rasul beserta seluruh ummat setianya agar menghadiri panggilan jamuan Allah SWT di Hadhiratil Qudsiy".
          Setelah mereka (para penghuni sorga) mendengar panggilan Malaikat Jibril AS, seketika mereka mempersiapkan diri dengan memakai pakaian lengkap yang sangat megah dan indah. Dan mengendarai kendaraan yang sangat gagah. Mereka para laki-laki mengendarai kuda yang sangat gagah terbuat dari mutiara Yakut yang memiliki empat sayap dari emas dan perak. Mereka mengunjungi Baginda Rasulullah SAW sebagai pemimpinnya untuk datang menghadap Allah SWT.
Dan Baginda Rasulullah SAW sebagai pemimpin rombongan tersebut menaiki kendaraan yang bernama Naja'ib yang sangat gagah, megah dan indah luar biasa, lain dari pada yang lain Kepalanya dari mutiara yakut, lehernya dari mutiara Zamrud, dada dan punggungnya dari emas, kakinya dari Marjan, dan dinaungi dengan qubah kemuliaan yang dihiasi dengan bendera-bendera pujian (Liwaa'ul Hamdi) dengan dikawal dan diiringi oleh Para Nabi dan Rasul dengan kendaraannya yang sangat megah dan indah dari sebelah kirinya, serta para Ahli baitnya berbaris rapi di sebelah kanan Beliau Rasulullah SAW, setelah itu para Sahabatnya, para Tabiin, para Auliya dan para Ulama sholihin, kemudian berjuta-juta umatnya yang setia dan mencintainya.
Demikian pula para wanitanya, datang dipimpin oleh Sayyidatuna Fatimah Az-Zahra', dengan disertai oleh ibundanya Sayyidatuna Khodijatul-Kubra, dan juga Sayyidatuna Aisyah Ar-Ridla dan istri-istri Baginda RasulullahSAW yang lain. Kemudian Sayyidatuna Maryam, Ibunda Hawwa’, Sayyidatuna Hajar, Sayyidatuna Sarah dan para wanita suci mulia. Mereka menaiki kendaraan indah yang terdapat qubah sebagai tempat berlindung dan hijab mereka.
Mereka semua dalam satu rombongan berjuta-juta ummat, berbaris dengan rapi, terbang secepat kilat menuju Hadhiratul Qudsiy, mendatangi panggilan Allah SWT. Dengan serentak mereka mengucapkan tasbih, menyucikan Allah SWT Dzat Yang Maha Kekal Abadi selama-lamanya.
Kemudian dari kejauhan sejarak sepuluh ribu tahun, terlihat di angkasa dengan jelas, cahaya gemerlapan dari Hadhiratul Qudsiy. Semakin mereka mendekat, semakin nampak jelas cahaya keindahan dan kemegahan Hadhiratul Qudsiyyang sangat mempesona dengan taman-taman yang dipenuhi bunga-bunga yang harum semerbak, dan pohon-pohon yang besar nan rindang dengan buah-buahan yang ranum menggiurkan. Dan juga sungai-sungai yang mengalir jernih menyegarkan. Terdengar gema suara tasbih dari penghuni Hadhiratul Qudsiy menyucikan Allah SWT Dzat Yang Maha Agung Dzat Maha Kekal Abadi selama-lamanya, menyatu dengan gema tasbih rombongan Baginda Rasulullah SAW, yang menggetarkan hati siapa saja yang mendengarnya dan menumbuhkan kerinduan yang sejati kepada Allah SWT.
Sesampainya mereka di Hadhiratul Qudsiy, mereka melihat hamparan padang hijau yang sangat luas sejarak seribu tahun, yang dipenuhi istana-istana, pohon-pohon, sungai-sungai dan taman-taman yang sangat indah, lain dari pada yang lain, yang tak mampu dilukiskan keindahannya dengan kata-kata.
Kemudian mereka semua dipersilahkan masuk, menikmati segala anugerah Allah SWT yang disediakan di dalamnya yang lain dari pada yang lain dan belum pernah mereka mendapati sebelumnya. Setiap satu orang dari mereka mendapati satu istanayang tertulis sesuai dengan namanya masing-masing, yang sangat megah dan indah dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas dan kebutuhan mereka, lengkap dengan para bidadari dan pelayan-pelayannya.
Mereka semua bergembira, bersuka ria, merasakan kepuasan yang tiada tara,  atas anugerah Allah SWT yang sangat melimpah kepada mereka. Demikian pula para wanitanya.
Setelah mereka puas menikmatinya kemudian mereka para kaum laki-laki dipimpin Baginda Rasulullah SAW dan para wanita dipimpin Sayyidatuna Fatimah Az-Zahra, bersama-sama pergi menuju aula pertemuan. Yaitu hamparan padang hijau yang sangat luas dan indah dengan beraneka macam bunga-bunga yang harum semerbak serta pohon-pohon yang besar dan rindang, penuh dengan segala macam buah-buahan yang ranum menggiurkan. Angin semilir sepoi-sepoi, hawa sejuk menyegarkan, teduh penuh damai.
Di situ telah tersedia mimbar-mimbar, singgasana-singgasana, kursi-kursi dari cahaya yang sangat megah dan indah dan juga terdapat hamparan pasir mutiara misik yang sangat indah sekali.
Kemudian mereka dipersilahkan masuk dan menempati posisinya masing-masing. Para Nabi duduk di mimbar-mimbar cahaya, para shiddiqin duduk di singgasana-singgasana cahaya, para syuhada’ duduk di kursi-kursi cahaya dan para penghuni surga lainnya duduk di atas hamparan pasir mutiara misk (sebagaimana yang disebutkan di kitab Bustaanul Waa’idhin Lil-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziy juz 1 hlm 128).  Sedangkan untuk para wanita, mereka dipersilahkan masuk ke pendapa yang terbuat dari intan permata, penuh dengan berbagai macam perhiasan yang indah dan megah sekali, duduk berkumpul menyertai Sayyidatuna Fatimah Az-Zahra RA.
Dan antara mereka (laki-laki dan perempuan) terdapat hijab dari cahaya yang tidak bisa ditembus oleh siapapun.
Kemudian terdengar seruan dari Allah SWT:
 مرحبا بعبادي وزواري يا ملائكتي أسقوا عبادي
 "Selamat datang wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, selamat datang atas kunjungan kalian. Wahai para Malaikat-Ku, sediakanlah bagi mereka segala macam minuman yang sangat lezat dan nikmat".
Seketika para Malaikat datang dengan membawa tempat yang sangat indah terbuat dari emas, mutiara dan yakut yang terisi di dalamnya segala macam minuman yang rasanya sangat nikmat dan lezat yang belum pernah mereka cicipi sebelumnya.
Setelah mereka puas menikmatinya, terdengar seruan dari Allah SWT :
 مرحبا بعبادي وزواري يا ملائكتي فكهوا عبادي
 "Selamat datang wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, selamat datang atas kunjungan kalian. Wahai para Malaikat-Ku, sediakanlah bagi mereka segala macam buah-buahan dan segala macam makanan yang sangat lezat".
Seketika Para Malaikat datang dengan membawa talam dari emas merah yang dihiasi dengan mutiara jauhar, yakut dan zabarjud yang berisi segala macam buah-buahan dan makanan yang sangat lezat lain dari pada yang lain dan belum pernah mereka cicipi sebelumnya. Dan setiap satu dari buah-buahan dan makanan tersebut dibungkus rapi dengan sangat indah dengan kain sutera hijau yang sangat lembut dan halus.
Setelah mereka puas menikmatinya terdengar seruan dari Allah SWT :
 مرحبا بعبادي وزواري يا ملائكتي أكسوا عبادي
 "Selamat datang wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, selamat datang atas kunjungan kalian. Wahai para Malaikat-Ku, berikanlah bagi mereka pakaian-pakaian surga yang sangat indah dan megah tiada duanya".
Seketika Para Malaikat datang dengan membawa berbagai macam pakaian surga yang sangat indah bercahaya gemerlapan, lain dari pada yang lain, dan belum pernah mereka dapati.
Setelah mereka memakainya dengan rapi, terdengar seruan dari Allah SWT:
 مرحبا بعبادي وزواري يا ملائكتي خلخلوا عبادي
 "Selamat datang wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, selamat datang atas kunjungan kalian. Wahai para Malaikat-Ku, berikanlah kepada mereka, gelang-gelang surga yang sangat megah dan indah.
Seketika Para Malaikat datang dengan membawa gelang-gelang yang terdiri dari emas dan perak yang sangat indah. Dan dari dentingan gelang-gelang tersebut,mengeluarkan suara yang sangat merdu sekali memenuhi angkasa.
Kemudian setelah mereka memakai dengan rapi, terdengar seruan dari Allah SWT :
 مرحبا بعبادي وزواري يا ملائكتي ختموا عبادي
 "Selamat datang wahai hamba-hamba-Ku yang beriman,, selamat datang atas kunjungan kalian. Wahai para Malaikat-Ku, berikanlah kepada mereka, cincin-cincin surga tanda keabadian yang sangat indah.
Seketika Para Malaikat datang dengan membawa cincin-cincin surga tersebut yang terbuat dari emas, perak, mutiara, yakut, zabarjud, batu akik, intan permata, jauhar merah,jauhar putih dan zabarjud hijau. Dan setiap satu orang diberi sepuluh cincin yang terukir dengan Firman-firman Allah SWT yang menunjukkan keabadian mereka di surga.
Terukir pada cincin pertama Firman Allah SWT :
سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِين (الزمر 73)
Yang artinya kurang lebih :
          "Berbahagialah kalian semua, maka masuklah sorga ini, sedang kalian semua kekal di dalamnya" (Q.S. Az-Zumar 73).
Terukir pada cincin kedua Firman Allah SWT :
سَلامٌ قَوْلا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ  [ يس: 58 ]
Yang artinya kurang lebih :
          "Salam sejahtera, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang " (Q.S. Yaa Siin 58)
Terukir pada cincin ketiga Firman Allah SWT :
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ وَأَوْرَثَنَا الْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاءُ فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ ( الزمر74)
Yang artinya kurang lebih :
          "Segala puji bagi Allah SWT yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberi kepada kami tempat ini, sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga dimana saja yang kami inginkan. Maka surga itu sebaik-baik balasan bagi orang yang beramal" ( Q.S. Az-Zumar 74 ).
Terukir pada cincin keempat Firman Allah SWT :
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ [فاطر: 34]
Yang artinya kurang lebih :
          "Segala puji bagi Allah SWT yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Memberi pahala" (Q.S. Faathir 34).
Terukir pada cincin kelima Firman Allah SWT :
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَعِيمٍ ( الطور17)
Yang artinya kurang lebih :
          "Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam surga dan kenikmatan" (Q.S. Ath-Thur 17).
Terukir pada cincin keenam Firman Allah SWT :
إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ ( يس 55)
Yang artinya kurang lebih :
          "Sesungguhnya penghuni-penghuni surga senantiasa menyibukan diri dalam kesenangan" (Q.S. Yaa Siin 55).
Terukir pada cincin ketujuh Firman Allah SWT :
وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ * لَكُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ كَثِيرَةٌ مِنْهَا تَأْكُلُونَ (الزخروف 73-74)
Yang artinya kurang lebih :
"Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu, yang sebagiannya kamu makan" (Q.S. Az-Zukhruuf 73 ,74 ).
Terukir pada cincin kedelapan Firman Allah SWT :
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَهَرٍ * فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيكٍ مُقْتَدِرٍ (القمر 54 - 55)
Yang artinya kurang lebih :
          "Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai. Di tempat yang disenangi di Sisi Tuhan yang berkuasa " ( Q.S. Al-Qomar 54, 55 ).
Terukir pada cincin kesembilan Firman Allah SWT :
سَلامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ[ الرعد 24]
Yang artinya kurang lebih :
"Salam sejahtera bagi kalian semua atas kesabaran kalian (di dunia). Sesungguhnya surga adalah sebaik-baiknya tempat kembali" (Ar-Ra'd 24).
Terukir pada cincin kesepuluh Firman Allah SWT :
لا يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ وَمَا هُمْ مِنْهَا بِمُخْرَجِينَ (الحجر48)
Yang artinya kurang lebih :
"Sesungguhnya mereka (penghuni surga) tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan darinya (sorga)"(Q.S. Al-Hijir 48).
Dan setelah mereka memakainya dengan rapi, terdengar seruan dari Allah SWT :
 مرحبا بعبادي وزواري يا ملائكتي توجوا عبادي
 "Selamat datang wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, selamat datang atas kunjungan kalian.Wahai Para Malaikat-Ku, berikanlah kepada mereka mahkota-mahkota kemuliaan”.
Seketika Para malaikat datang dengan membawa mahkota-mahkota yang sangat megah dan indah terbuat dari emas merah yang dihiasi dengan intan permata dan mutiara jauhar dan mempunyai empat sisi dari mutiara yakut yang cahayanya kemilauan.
 Dan setelah mereka memakainya dengan rapi, terdengar seruan dari Allah SWT :
 مرحبا بعبادي وزواري يا ملائكتي طيبوا عبادي
 "Selamat datang wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, selamat datang atas kunjungan kalian.Wahai Para Malaikat-Ku, berikanlah kepada mereka wewangian-wewangian sorga yang sangat harum semerbak menyegarkan”.
Seketika Para Malaikat menggiring burung-burung sorga masuk ke telaga misik, telaga ambar dan telaga wewangian. Kemudian terbang dan mengepakkan sayapnya di atas mereka. Maka menyebarlah bau harum melekat pada mereka semerbak menyegarkan yang tiada tara ke segenap penjuru.
Kemudian terdengar seruan dari Allah SWT:
 مرحبا بعبادي وزواري يا ملائكتي أطربوا عبادي
 "Selamat datang wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, selamat datang atas kunjungan kalian.Wahai Para Malaikat-Ku, hiburlah mereka dengan nyanyian surga, berupa qoshidah dan puji-pujian”.
Seketika Para Malaikat menghadirkan para penyanyi dari bidadari surga dengan diiringi musik dari seruling-seruling yang tergantung pada ranting-ranting pohon di sekitar mereka. Dan setiap satu ranting terdapat tujuh puluh ribu seruling. Semilir angin sepoi-sepoi dari bawah Arasy meniup seruling-seruling tersebut, mengeluarkan suara yang sangat merdu dan indah mempesona. Dan belum pernah mereka mendengarkan alunan musik seindah itu mengiringi nyanyian qoshidah para bidadari yang berisikan syair-syair pujian. Sehingga mereka mabuk kepayang karena keindahan itu, bergetar hati mereka, menumbuhkan kerinduan dan kecintaan sejati kepada Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...